RADARSEMARANG.ID, Perubahan kurikulum tiga belas ke kurikulum merdeka berpengaruh ke segala sisi.
Salah satunya dengan perubahan mata pelajaran. Dimana beberapa mapel mengalami penggabungan atau diringkas.
Seperti mata pelajaran fisika, kimia dan biologi berubah menjadi mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial). Hal ini menjadi tantangan bagi guru Eksak.
Materi IPAS di jenjang SMK kompleks. Dari CP atau Capaian Pembelajaran yang diberikan ke peserta didik mulai Makhluk Hidup mewakili mapel biologi.
Zat dan Perubahannya mewakili mapel Fisika dan Kimia, Bumi Antariksa mewakili mapel Fisika Kebumian atau Geografi, Interaksi dan Komunikasi mewakili mapel Sosialnya.
Pada materi Bumi Antariksa yang isinya mengenai kondisi geografi bumi, kondisi lapisan bumi, kondisi hidrosfer bumi, kondisi atmosfer bumi, kondisi kehidupan di antariksa meliputi tata surya, planet planet, matahari dan lain lain.
Hal ini menjadikan tantangan bagaimana agar peserta didik tertarik dan menikmati pembelajaran.
Karena materi yang disajikan anak anak dituntut harus membaca dan menghafalkan materi yang ada. Nah tantangan ini yang harus segera dapat solusinya.
Dari hal tersebut, penulis tertantang bagaimana agar peserta didik tertarik dan bisa mengikuti pembelajaran yang menyenangkan.
Dari berbagai referensi dan literasi yang penulis baca, dicoba dengan menggunakan metode permainan ular tangga untuk pembahasan materi Bumi dan Antariksa lagi.
Dikutip Ancient Origins, permainan Ular Tangga dikenal sebagai Gyan Chaupar yang artinya permainan pengetahuan.
Baca Juga: Belajar KPK dan FPB Lebih Menyenangkan dengan Permainan Ular Tangga
Tahapan dalam menerapkan permainan ular tangga, pertama anak diajak menggali materi atau bahan sebanyak banyaknya tentang materi Bumi Antariksa di perpustakaan.
Dari bahan literasi ini peserta didik bisa dibuat dalam catatan kecil atau bisa didiskusikan dengan teman temannya.
Setelah anak mendapat materi atau bahan, kemudian kembali ke kelas untuk pembagian kelompok. Satu kelompok terdiri 4 anak, jika dalam 1 kelas ada 36 siswa maka ada 9 kelompok.
Kemudian semua kelompok mendapat sub materi yang berbeda dari konsep bumi antariksa.
Meskipun dalam satu kelompok, tetapi tugas untuk membuat permainan ular tangga tetap tugas individu.
Setelah mendapat pembagian materi, anak anak menyiapkan draf pertanyaan dan jawaban.
Pertanyaan dan jawaban ini yang akan digunakan anak anak untuk membuat permainan Ular Tangga. Untuk jumlahnya bisa fleksibel, tetapi biasanya ada 20 soal dan jawaban.
Setelah draft pertanyaan dan jawaban siap, anak-anak mulai menyiapkan kerangka ular tangga pada kertas yang disediakan.
Untuk papan kotak ular tangga idealnya 100 kotak. Tetapi bisa disesuaikan jumlah kotak yang diinginkan.
Draft ular tangga diisi soal. Selanjutnya draft ular tangga dicharge dengan temannya atau ditukar dengan temannya.
Penukaran hasil draf ular tangga ini kepada teman yang berbeda temanya, untuk diisi jawabannya.
Tujuannya anak anak semakin mendalami materi yang dipelajari. Setalah selesai, draft ular tangga dikembalikan ke pembuatnya untuk dinilai kebenarannya.
Sehingga bisa dijadikan tambahan untuk tagihan nilainya. Draft yang sudah lengkap dari soal beserta jawabannya, dibuat ulang di masing masing buku siswa secara lengkap dan diberi aksesoris atau hiasan atau ornamen yang menarik.
Biar tambah semangat di hasil akhirnya akan diberikan reward bagi 3 besar pembuatan ular tangga yang terbaik.
Dengan metode pembelajaran seperti ini, banyak manfaat yang diperoleh. Anak bisa refreshing dan dapat membangkitkan jiwa berliterasi.
Bagi kami sebagai guru, banyak aspek yang bisa diambil untuk nilai kognitif dari hasil pembuatan draft ular tangganya.
Hasil jadi draft ular tangganya dan saat anak-anak menjawab pekerjaan temannya.
Untuk nilai psikomotorik dapat digali saat mereka berdiskusi membahas materi sesuai tema yang didapat. Selain itu guru hanya sebagai fasilitator. (ca/fth)
Oleh : Dwi Ikarti
Guru IPAS SMK Negeri 1 Magelang
Editor : Agus AP