Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Tutor Sebaya

Tasropi • Sabtu, 30 September 2023 | 20:43 WIB
Mustakim, M.Pd.
Mustakim, M.Pd.

 

RADARSEMARANG.ID, Tahun 2021, Kepala SMPN 1 Patean Drs. Christopher Susanto lolos sebagai kepala sekolah penggerak.

SMPN 1 Patean termasuk sekolah Program Sekolah Penggerak 1 (PSP 1), sehingga TP 2021/2022 SMPN 1 Patean harus mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Guru-guru Kelas VII SMPN 1 Patean mengikuti Pelatihan Komite Pembelajaran Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 (PSP 1) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Mei s.d.  Juni 2021, secara daring.

Untuk memperkuat pemahaman Komite Pembelajaran pada hari Rabu 15 Desember 2021, tim pengembang sekolah dan tim pengembang kurikulum SMPN 1 Patean mengadakan IHT.

In House Training Pembelajaran Berdiferensiasi dengan narasumber Dr. Titi Priyaningsih, M.Pd. (dosen Universitas PGRI Semarang/fasilitator sekolah penggerak).

Namun kegiatan pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka pada Tahun Pelajaran 2021/2022 belum berjalan dengan baik karena secara bergiliran sebagian siswa belajar tatap muka di sekolah dan sebagian lagi belajar di rumah secara daring.

Untuk mengatasi masalah, penulis menerapkan pembelajaran berdiferensiasi berbasis tutor sebaya, karena pembelajaran berdiferensiasi memfasilitasi peserta didik untuk mempelajari materi pelajaran sesuai dengan kemampuan.

Apa yang disukai, dan kebutuhan masing-masing sehingga peserta didik tidak frustasi dan merasa gagal dalam pengalaman belajarnya (Breaux dan Magee, 2010; Fox & Hoffman, 2011; Tomlinson, 2017 dalam Purba, dkk., 2021 25-26).

Pembelajaran berdiferensiasi (1) membantu semua peserta didik dalam belajar; (2) meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa; (3) menjalin hubungan yang harmonis guru dan siswa; (4) Untuk membantu siswa menjadi pelajar yang mandiri; (5) meningkatkan kepuasan guru (Marlina, 2019:8).

Metode tutor sebaya adalah seorang siswa di kelas yang memiliki kemampuan di atas rata-rata anggotanya yang memiliki tugas untuk membantu kesulitan anggota dalam memahami materi yang diajar (Ahmadi dan Joko, 2005:17).

Baca Juga: Siswa Semakin Antusias Belajar Matematika dengan “PBL Katung” 

Langkah-langkah pembelajaran Matematika materi Persamaan Linier  dengan pembelajaran berdiferensiasi tutor sebaya sebagai berikut.

1. Guru melakukan asesmen awal, kemudian menganalisisnya untuk mengelompokkan siswa ke dalam empat kelompok yaitu kelompok A (Mahir), B (Cakap), C (Dasar), D (Perlu Intervensi);

2. Guru membimbing siswa dengan kategori A (Mahir) sebagai Tutor Sebaya di luar jam pelajaran sehingga Tutor Sebaya percaya diri saat  membimbing teman-temannya;

3. Pada saat pembelajaran di kelas, siswa diminta duduk berkelompok sesuai dengan kategori hasil asesmen awal yaitu kelompok B, C, dan D;

4. Guru membagikan LKS 1, LKS 2, LKS 3 kepada siswa kemudian siswa mempelajarinya apabila mengalami kesulitan bertanya kepada Tutor Sebaya (Pembelajaran Berdiferensiasi Tutor Sebaya);

5. Guru berkeliling untuk memastikan bimbingan Tutor Sebaya efektif;

6. Guru melakukan asesmen sumatif untuk mengetahui perkembangan pengetahuan siswa setelah mengikuti pembelajaran;

7. Dengan tanya jawab siswa dipandu untuk membuat simpulan;

8. Guru dan siswa melakukan refleksi proses pembelajaran.

 

Setelah pembelajaran selesai, penulis memberikan kuis untuk asesmen formatif dan meminta siswa memberikan komentar berkaitan dengan proses pembelajaran.

Hasil asesmen sangat memuaskan, karena dari 94% siswa berkategori “cakap” dengan rata-rata nilai 93, dan 94% siswa sangat senang dengan proses pembelajaran. (*/ton)

 

 

Oleh: Mustakim, M.Pd.

Guru Matematika SMP Negeri 1 Patean, Kabupaten Kendal

Editor : Agus AP
#TUTOR SEBAYA #Program Sekolah Penggerak #Pembelajaran Berdiferensiasi #SMPN 1 Patean Kendal