RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran IPS di kelas sering kurang maksimal. Karena pendidik dalam menyampaikan pembelajaran di kelas dilakukan monoton sehingga terkesan membosankan.
Pendidik menyiapkan materi lebih banyak dan menggunakan metode yang konvensional. Kurang mampu memilih metode atau model pembelajaran yang tepat sehingga peserta didik menjadi pasif dan cepat bosan.
Akibatnya banyak peserta didik yang tidak merespons dengan sungguh-sungguh pada saat proses pembelajaran IPS berlangung.
Rendahnya respons atau minat dan rendahnya aktivitas peserta didik pada saat mengikuti proses pembelajaran IPS di kelas, menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik.
Suasana proses pembelajaran seperti tersebut terjadi juga pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 43 Semarang pada pembelajaran IPS materi Mobilitas Sosial.
Maka penulis memilih model NHT (Numbered Head Together) dalam proses pembelajaran IPS di kelas VIII materi Mobilitas Sosial.
Model pembelajaran NHT adalah suatu teknik yang melibatkan peserta didik untuk mendengar dan berbicara serta bekerja sama dalam grup untuk mengutarakan jawaban atau ide dengan cepat dan spontan ketika pendidik memberikan pertanyaan kuis.
Model pembelajaran NHT didasari oleh teori belajar konstruktivisme dan dikembangkan oleh Spencer Kagan.
Pembelajaran NHT akan mengembangkan peserta didik untuk saling berkomunikasi dan merupakan salah satu kategori dari model pembelajaran kooperatif.
NHT mengharuskan peserta didik untuk berkolaborasi dalam grup. Ini bertujuan agar peserta didik bisa memperoleh pemahaman terhadap suatu materi, sehingga setiap anggota bisa berkembang bersama dengan selaras.
Berbagai sintaks atau acuan dasar dari model NHT tentunya harus diintegrasikan pada langkah-langkah konkret dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Adapun langkah-langkah pembelajaran NHT menurut Trianto (2014: 131) adalah sebagai berikut:
pertama penomoran. Pendidik membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil dan setiap anggota kelompok diberikan nomor antara 1 sampai 5.
Kedua, mengajukan pertanyaan. Pendidik memberikan pertanyaan kepada peserta didik. Pertanyaan dapat sangat khusus dan dalam bentuk kalimat tanya.
Ketiga, berpikir bersama. Peserta didik menggabungkan pendapat tentang jawaban pertanyaan tersebut dan memastikan setiap anggotanya mengetahui jawabannya.
Keempat, menjawab. Pendidik memanggil satu nomor, lalu peserta didik yang memiliki nomor tersebut maju ke depan dan menjawab pertanyaannya.
Dengan model NHT terbukti bahwa peserta didik lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran IPS materi Mobilitas Sosial.
Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai ulangan harian yang hasilnya mengalami peningkatan dari hasil nilai sebelumnya.
Hal ini dikarenakan model NHT memiliki kelebihan di antaranya setiap peserta didik menjadi siap, dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.
Peserta didik yang pandai dapat mengajari peserta didik yang kurang pandai, terjadi interaksi secara intens antarpeserta didik dalam menjawab soal.
Dan tidak ada peserta didik yang mendominasi dalam kelompok karena ada nomor yang membatasi. (fu/lis)
Oleh : Sri Wahyuningsih, S.Pd
Guru IPS SMP Negeri 43 Semarang
Editor : Ida Nor Layla