Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Pembelajaran IPS Menyenangkan dengan Model STAD dan Media Gambar

Tasropi • Rabu, 30 Agustus 2023 | 23:30 WIB
Sri Rini, S.Pd.SD.
Sri Rini, S.Pd.SD.

RADARSEMARANG.ID, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal selaku penanggung jawab pendidikan di Kabupaten Kendal mengeluarkan kebijakan pada Tahun Pelajaran 2022/2023.

SD Negeri 2 Selokaton digabung dengan SD Negeri 1 Selokaton, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal untuk efesiensi, baik sarana prasarana maupun pembiayaan. Sehingga out put lebih baik.

Tahun Pelajaran 2023/2024 merupakan tahun ke-2 penulis bertugas di SD Negeri 1 Selokaton karena sebelumnya bertugas di SD Negeri 2 Selokaton.

Hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 1 Selokaton semester I Tahun Pelajaran 2023/2024 khususnya mata pelajaran IPS belum memuaskan.

Karena banyak siswa yang belum dapat mencapai ketuntasan hasil belajarnya.

Hal ini terbukti dari hasil penilaian harian. Banyak siswa yang tidak tuntas atau tidak mencapai nilai ketuntasan minimal 70.

Dari 20 siswa hanya delapan siswa atau 40 persen yang mencapai ketuntasan.

Sehingga masih ada 12 siswa atau 60 persen yang belum mencapai ketuntasan.

Dengan rentang nilai 0–100, nilai tertinggi hanya 80, nilai terendah 40, dan rata-rata nilai hanya 55.

Hal ini disebabkan antara lain: pertama, siswa kurang memahami materi pelajaran yang diberikan oleh guru.

Kedua, siswa tidak berani bertanya walaupun sudah diberi kesempatan untuk bertanya.

Ketiga, siswa kurang aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar. Keempat, siswa tidak dapat menjawab dengan benar pertanyaan-pertanyaan dari guru yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

Untuk mengatasi permasalahan ini, penulis menerapkan pembelajaran STAD (Student Teams Achiement Divisions) berbantuan media gambar.

Model pembelajaran STAD merupakan model pengajaran yang memilah siswa ke dalam tim belajar yang beranggotakan empat orang, yang merupakan campuran berdasarkan tingkat prestasi, jenis kelamin dan suku.

Guru menyajikan pelajaran, kemudian siswa bekerja sama di dalam tim mereka.

Untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut, pada akhir pelajaran setiap siswa diberi kuis tentang materi dan antarsiswa tidak boleh saling membantu.

Kelebihan Pembelajaran STAD, yakni: proses belajar mengajar lebih menarik, siswa lebih bersemangat mengikuti pelajaran, meningkatkan imajinasi siswa, melatih siswa untuk bekerja sama dengan orang lain, serta siswa mampu menghargai pendapat orang lain (Slavin, 1995).

Penggunaan media gambar karena mudah didapat, bahkan dapat dibuat oleh siswa sendiri, serta mudah digunakan dalam proses belajar mengajar.

Pengalaman penulis menerapkan pembelajaran STAD dengan media gambar mata pelajaran IPS materi Kegiatan Ekonomi di Negara-Negara Anggota ASEAN untuk KD 3.1 Mengidentifikasi karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN, dan KD 4.1 Menyajikan hasil identifikasi karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, dan politik di wilayah ASEAN dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Setelah melakukan kegiatan pendahuluan (apersepsi) serta menyampaikan tujuan atau topik pembelajaran pada siswa, maka tahapan berikutnya yang perlu ditempuh dalam pembelajaran melalui model STAD adalah sebagai berikut:

(1) Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang siswa secara heterogin.

(2) Guru menjelaskan materi pembelajaran berbantuan media gambar.

(3) Guru memberikan tugas kepada kelompok untuk dikerjakan secara berkelompok.

(4) Anggota kelompok yang mengerti tentang materi dapat menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain.

(5) Guru memberi kuis atau pertanyaan kepada seluruh siswa.

(6) Guru memberikan evaluasi.

(7) Menarik kesimpulan.

Setelah pembelajaran selesai, penulis meminta siswa memberikan komentar berkaitan dengan pembelajaran STAD dengan media gambar. Hasil penilaian sangat memuaskan.

Karena dari 100 persen siswa tuntas belajar dengan rata-rata mencapai 85, nilai tertinggi 100, nilai terendah 75, dan 100 persen siswa menyatakan sangat senang dengan proses pembelajaran STAD dengan media gambar. (*/aro)

 

Oleh: Sri Rini, S.Pd.SD.

Guru SD Negeri 1 Selokaton, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal

Editor : Agus AP
#Kegiatan Ekonomi #Hasil Belajar Siswa #Pembelajaran STAD