Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Membentuk Karakter Siswa SMP melalui Pembelajaran Bimbingan Konseling

Tasropi • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 19:45 WIB
Drs Suwito MA
Drs Suwito MA

RADARSEMARANG.ID, THEODORE Roosevelt  memiliki pandangan menarik mengenai pendidikan karakter.

“Mendidik pikiran seseorang tanpa mendidik moralnya sama saja dengan mendidik ancaman terhadap lingkungan masyarakat.”

Artinya orang yang cerdas dan memiliki daya intelegensi tinggi, apabila memiliki moral rendah, justru bisa menjadi ancaman bagi lingkungan masyarakatnya.

Secara umum fungsi pendidikan karakter di sekolah dasar (SD) adalah untuk membentuk karakter dan kepribadian seseorang sehingga memiliki nilai moral tinggi, berakhlak mulia, memiliki toleransi, tangguh, dan berperilaku baik.

Sebagai Guru Bimbingan Konseling (BK) SMP Negeri 4 Comal, Kabuapten Pemalang, pembelajaran BK berfungsi membentuk kepribadian siswa agar tidak goyah imannya saat diterpa berbagai macam budaya dan budaya global yang masuk dengan bebas, sehingga bisa berpegang teguh pada nilai ajaran Islam.

Secara khusus fungsi pembelajaran BK dalam membentuk karakter anak di sekolah antara lain, pertama, mengembangkan potensi dasar yang dimiliki setiap diri manusia untuk menjadi pribadi yang bisa berpikiran baik, berhati baik, dan memiliki perilaku yang baik pula.

Kedua, membangun dan memperkuat perilaku peserta didik yang hidup di tengah masyarakat multikultur.

Ketiga, membangun dan meningkatkan peradaban dan karakter bangsa yang memiliki daya kompetisi tinggi dalam hubungan internasional.

Karakter adalah ciri khas yang dimiliki oleh setiap individu yang ditunjukkan melalui cara bersikapnya, cara berperilaku, dan juga cara bertindak untuk hidup dan juga bekerjasama dalam lingkungan sosialnya.

Baik itu dalam lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, maupun di lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Anak-anak yang tidak dididik karakternya pada usia dini, ketika ia tumbuh dewasa bisa memiliki karakter yang dipandang negatif oleh masyarakat.

Bahkan bisa membuatnya sulit untuk diterima di lingkungan masyarakat.

Sedangkan jenis-jenis pendidikan karakter di sekolah lewat pembelajaran BK untuk ditanamkan pada peserta didik meliputi, 1) karakter religius, 2) mencintai kebersihan dan lingkungan, 3) sikap dan perilaku peduli, 4) sikap dan perilaku yang jujur, dan 5) karakter cinta tanah air.

Nilai agama adalah sumber dari pendidikan karakter dan moral yang berlaku di sekolah.

Karakter religius adalah karakter paling dasar yang ada pada diri seseorang dan bisa menjadi langkah awal dalam mengembangkan sifat, sikap, dan perilaku.

Bahkan mencerminkan penghargaan terhadap perbedaan terutama pada masa perkembangan peserta didik selanjutnya.

Nilai-nilai religi adalah nilai yang paling tepat ditanamkan pada anak sejak usia dini dan harus disesuaikan dengan tingkat perkembangannya.

Pendidikan karakter selanjutnya yang wajib diberikan kepada anak sejak usia dini adalah kecintaan terhadap kebersihan diri maupun kebersihan lingkungannya.

Dalam nilai agama Islam dikenal kebersihan merupakan sebagian dari iman. Karena dengan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan, bisa menjaga ciptaan dan anugerah Allah SWT yang telah diberikan kepada manusia.

Pendidikan karakter yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan bisa diwujudkan dengan melaksanakan jadwal piket secara teratur, mengadakan agenda Jumat bersih, bisa dengan mengadakan lomba kebersihan dan keindahan ruang kelas di dalam lingkungan internal sekolah. Pendidikan karakter yang berhubungan dengan kebersihan bisa dilakukan dengan cara yang lebih menyenangkan dan dilombakan.

Memiliki empati yang tinggi adalah salah satu karakter baik yang bisa membuat seseorang memiliki posisi yang baik di tengah masyarakat. Penulis sebagai pengajar di SD terus mendorong peserta didik memiliki rasa kepedulian yang tinggi mulai dari skala paling kecil yaitu peduli dengan teman di sekitarnya.

Pendidikan karakter di sekolah mengajarkan sikap peduli yaitu sikap dan tindakan yang selalu ingin memberikan bantuan kepada orang lain yang membutuhkannya.

Wujud kepedulian bisa didorong dengan berbagai cara, misalnya membuat surat tulisan tangan untuk diberikan kepada teman yang sedang sakit, saling membantu saat mengerjakan tugas kelompok, mengumpulkan uang belasungkawa jika ada musibah yang menimpa keluarga teman dan lainnya.

Memiliki sikap yang peduli dan mudah memberikan bantuan adalah karakter yang disukai banyak orang.

Anak akan dididik untuk memiliki sifat yang ringan tangan, karena membantu orang yang membutuhkan bantuan. Ini adalah salah satu nilai yang juga diajarkan dalam agama Islam.

Sikap jujur adalah karakter yang makin langka di era sekarang. Tentunya untuk memperbaiki nasib bangsa. Karakter jujur harus benar-benar ditanamkan pada generasi yang baru melalui pendidikan di sekolah.

Di tingkat sekolah perilaku jujur bisa dicerminkan dengan menekankan pentingnya untuk tidak curang saat mengerjakan ujian.

Berani untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf, membuat kantin kejujuran, mengerjakan tugas sendiri, boleh dibantu tapi tidak boleh menjiplak, dan sebagainya.

Sekolah smp Negeri 4 Comal mendasarkan kegiatan pendidikannya pada ajaran agama Islam.

Namun peserta didik juga ditanamkan rasa cinta pada tanah airnya Republik Indonesia agar tumbuh menjadi anak dengan jalan pikir yang tidak mudah dipengaruhi dengan paham yang menyesatkan.

Pendidikan karakter cinta tanah air bisa dilakukan dengan melakukan upacara bendera setiap hari Senin atau pada saat perayaan Hari Kemerdekaan, menghafal dan mengamalkan Pancasila, mengikuti organisasi Paskibraka, dan lainnya.

Menjadi insan yang agamis dan mencintai negaranya sendiri, membuat anak menjadi karakter yang bisa memberikan kontribusi positif bagi Negara.

Bisa dilakukan dengan berbagai macam cara baik sebagai generasi yang produktif maupun terjun langsung duduk di kursi pemerintahan nantinya. (fu1/ida)

 

Oleh : Drs Suwito MA,

Guru BK SMP Negeri 4 Comal Kabupaten Pemalang

Editor : Agus AP
#karakter bangsa #LINGKUNGAN #BIMBINGAN KONSELING