Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pembelajaran Berdiferensiasi Topik Culinary and Me Semakin Asyik dan Menyenangkan

Tasropi • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 19:43 WIB
Suwanda, S. Pd
Suwanda, S. Pd

RADARSEMARANG.ID, Menciptakan pembelajaran asyik, menyenangkan dan berkualitas dengan bisa memenuhi kebutuhan semua peserta didik adalah salah satu tujuan guru dalam memberikan pembelajaran yang berdiferensiasi.

Selain  memaksimalkan kemampuan peserta didik dan menciptakan lingkungan belajar yang memanusiakan, pendidik diharapkan bisa memberikan kesadaran kepada peserta didik akan pentingnya nilai – nilai  dalam perkembangan diri mereka. 

Seperti saling menghargai, indahnya perbedaan, mengetahui makna kesuksesan, berkesempatan untuk bisa setara dengan yang lain, dan mengetahui kekuatan diri masing – masing.

Menurut Ki Hajar Dewantara, Anak – Anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

Dalam hal ini guru diharapkan bisa memaksimalkan kekuatan kodrat mereka dengan memenuhi kebutuhan mereka masing - masing dalam pembelajaran.

Sebelum melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi guru diharapkan bisa mengetahui karakteristik peserta didik, kekuatan , gaya belajar/profil belajar, minat,  dan kesiapan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pada setiap peserta didik (Tomlinson, 2001).

Penulis berusaha  mengetahui kekuatan peserta didik  dengan melakukan assessment diagnostic. Melalui pemberian pretest/ tes awal dan diskusi.

Setelah melihat hasil pretest dan diskusi kemudian mereka dikelompokkan berdasarkan gaya belajar/profil belajar mereka. Terdiri atas peserta didik dengan gaya belajar audio, visual dan kinestetik.

Dalam pengamatan dari 32 siswa kelas 7 A diperoleh bahwa peserta didik memiliki gaya belajar audio sejumlah 9 siswa, visual 11 siswa dan kinestetik sejumlah 12 siswa.

Sedangkan pretest akademik diperoleh peserta didik  mendapatkan nilai di bawah 60  sejumlah 6 siswa, nilai 60 – 80 sejumlah 12 siswa dan nilai 85 -100 sejumlah 14 siswa.

Melalui metode pembelajaran dalam bentuk PBL (Problem based learning) dan pengelompokan berdasarkan gaya belajarnya tersebut kemudian penulis menyediakan media pembelajaran.

Buku panduan, penayangan video melalui LCD dan memberikan pembelajaran dengan teknik ceramah diberikan untuk peserta didik dengan gaya belajar audio.

Untuk peserta didik dengan gaya belajar visual memberikan buku panduan, tayangan video melalui LCD, majalah dan selebaran gambar yang berkaitan dengan topic pembelajaran.

Sedangkan peserta didik dengan gaya belajar kinestetik diberikan kebebasan untuk mencari sumber belajar di luar kelas.

Di awal pembelajaran penulis memberikan ice breaking dengan permainan kata yang berkaitan dengan topic pembelajaran.

Selanjutnya melakukan  pembagian kelompok berdasarkan gaya belajar mereka.

Kemudian memberikan waktu kurang lebih 20 menit untuk menyelesaikan masalah dari tugas yang berkaitan dengan topik pembelajaran.

Setelah itu peserta didik diminta masuk ke kelas kembali dan memberikan presentasinya.

Peserta didik diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan dan pertanyaan pada presentasi yang dilakukan kelompok lain. Selanjutnya saya memberikan  pembahasan, penguatan dan refleksi.

Dalam kegiatan pembelajaran berdiferensiasi diperoleh bahwa peserta didik lebih asyik dan senang.

Karena merasa mendapatkan kebebasan belajar sesuai dengan gaya belajar masing – masing.

Hasil tes formatif yang diberikan pada pertemuan selanjutnya juga mengalami peningkatan.

Hasil tes formatif yang diberikan pada pertemuan selanjutnya juga mengalami peningkatan dari biasanya.

Dari 32 peserta didik 27  siswa memperoleh nilai diatas 75 dan 5 siswa memperoleh nilai di bawah 75 dengan nilai terendah 60.

Selama kegiatan pembelajaran berdiferensiasi, penulis juga aktif membersamai mereka.

Selain itu, berusaha menjaga pembelajaran di kelas agar tetap berjalan kondusif dengan asyik dan menyenangkan dengan aktif berkomunikasi dengan peserta didik lainnya. (dev/fth)

 

Oleh :Suwanda, S. Pd

Guru Bahasa Inggris SMP N 3 Cepiring- Kabupaten Kendal

Editor : Agus AP
#Pembelajaran Berdiferensiasi #Ki Hajar Dewantara #METODE PEMBELAJARAN