RADARSEMARANG.ID, Pada dasarnya setiap anak senang bermain. Salah satu tujuan peserta didik datang ke sekolah adalah bermain, namun tanpa melalaikan tugas utamanya yaitu belajar.
Begitu pula saat pelajaran Bahasa Inggris. Sebagian besar orang mengetahui bahwa Bahasa Inggris masih menjadi bahasa asing di Indonesia.
Mata pelajaran Bahasa Inggris pada tahun 2013 melalui Permendikbud No. 67 tahun 2013 telah dihapus dari Kurikulum Sekolah Dasar.
Adapun tujuan dihapusnya pelajaran Bahasa Inggris adalah agar para peserta didik menguasai kemampuan berbahasa Indonesia terlebih dulu sebelum mempelajari bahasa asing.
Metode ceramah, memaksa murid untuk menghafalkan kosakata dalam Bahasa Inggris justru akan semakin membuat peserta didik tidak senang dalam belajar.
Bagi anak-anak ketika belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa asing mereka, mempunyai perbedaan karakteristik dari remaja dan dewasa.
Menurut Octavia, et al (2022) anak-anak itu karakteristiknya unik dan moody. Sehingga mereka akan belajar sesuai dengan keinginan mereka.
Hal yang diinginkan dalam belajar anak-anak usia kelas 2 SD adalah tetap bermain, karena itu menyenangkan.
Baca Juga: Mudah Pahami Limit Fungsi Trigonometri dengan Permainan Game Parsol
Permainan menurut Santrock (2002) adalah suatu kegiatan yang menyenangkan yang dilaksanakan untuk kepentingan kegiatan itu sendiri. Kegiatan tersebut dilakukan tanpa paksaan dan dengan perasaan senang.
Oleh karena itu, guru perlu memfasilitasi dalam pembelajaran kosakata Bahasa Inggris sesuai dengan karakteristik mereka yang menarik, sehingga peserta didik menikmati proses belajar dan menyerap dengan mudah yang diajarkan oleh guru.
Salah satu metodenya adalah dengan permainan untuk mengajarkan kosakata pada anak.
Dengan adanya permainan, peserta didik terlihat belajar lebih cepat dan lebih mudah memahami materi pembelajaran tanpa stres dan nyaman (Wulanjani, 2016).
Pada pelajaran numbers dari angka 0 -100 di kelas 2 SD Kristen Satya Wacana Salatiga, peserta didik difasilitasi oleh guru dengan terlibat membuat dadu angka mereka sendiri.
Awalnya, guru memberikan templete jaring-jaring dadu. Kemudian peserta didik menggunting pola jaring-jaring kubus tersebut untuk dijadikan dadu.
Setelah dipotong dan dilem, dadu tersebut akan diberi angka sendiri oleh siswa sebanyak enam nomor yang mereka kehendaki dari 0-100.
Misalnya, 6, 73, 100, 0, 12, 49, dan seterusnya, dengan menggunakan spidol atau alat warna lain agar lebih menarik.
Setelah dadu angka itu jadi, peserta didik akan berada dalam kelompok kecil yang berisi sekitar 5-7 orang untuk memainkan dadu tersebut dengan melakukan hompimpa terlebih dahulu.
Peserta didik yang paling cepat menebak dadu angka milik temannya dengan benar dalam Bahasa Inggris, maka ia akan mendapatkan giliran untuk melempar dadu angka tersebut dan ditebak oleh temannya yang cepat menjawab.
Skor yang paling banyak menjawab dengan cepat dan tepat, maka dialah pemenangnya.
Permainan dadu angka dalam pelajaran Bahasa Inggris tentang numbers mampu meningkatkan kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris.
Penggunaan metode permainan bertujuan agar peserta didik terhindar dari rasa bosan dan lebih tertarik dalam pembelajaran yang dilakukan. Selamat menjadi pendidik yang kreatif dan inovatif. (fu/aro)
Oleh: Maria Cristiana Yuliyanti Djari, S.Pd. Guru Kelas 2 SD Kristen Satya Wacana Salatiga
Editor : Agus AP