RADARSEMARANG.ID, Bahasa Arab menjadi salah satu pelajaran yang menjadi momok bagi anak-anak. Berbeda dengan bahasa lain, bahasa Arab memiliki struktur dan susunan kata yang cukup sulit.
Sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang dapat memudahkan mengajarkan bahasa Arab pada anak, terlebih untuk jenjang sekolah tingkat dasar.
Keberhasilan pembelajaran bahasa Arab dapat terjadi jika pengajar memiliki metode yang tepat.
Baca Juga: Tingkatkan Kosakata Bahasa Arab dengan Metode Drill
Pengajar perlu melakukan kreasi dan inovasi dalam penggunaan metode di setiap proses belajar mengajar sejalan perubahan sikap dan minat murid terhadap materi yang disampaikan.
Medem merupakan akronim Metode Demonstrasi.
Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan. (Mulyani Sumantri, dalam Roestiyah 2001 : 82 ).
Adapun penerapan metode demonstrasi yang penulis lakukan dalam pembelajaran Bahasa Arab di MI al Islam Ketangi I kelas V merupakan kolaborasi metode langsung dengan asumsi bahasa arab sebagai Bahasa Ibu dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Guru mengucapkan salam dan menyapa siswa menggunakan Bahasa Arab. 2. Untuk memotivasi anak, guru memberikan contoh tepuk atau lagu. Sehingga hati anak-anak senang.
Dengan begitu, anak-anak mudah menerima pelajaran. 3. Pada materi inti dengan tema anggota badan, guru menyuruh anak-anak memegang salah satu anggota badan.
Guru menyebutkan nama anggota badan dalam Bahasa Arab dan Siswa menirukan yang dilakukan guru
4. Guru memegang salah satu anggota badan dan mencontohkan fungsi anggota badan tersebut dalam bahasa Arab.
5. Untuk keterampilan membaca guru memberikan kartu kosakata dalam Bahasa Arab tentang anggota badan dan siswa membacanya.
Setelah siswa terampil membaca kosakata tersebut siswa menyalinnya. Menyalin kosakata ini bertujuan agar siswa terampil menyebutkan kosakata tentang anggota tubuh dalam Bahasa Arab secara tertulis.
Dengan langkah - langkah di atas siswa tertarik mengikuti pembelajaran Bahasa Arab. Mereka bisa memiliki kompetensi menyimak, berbicara, menulis dan membaca kosakata anggota tubuh dengan sukses.
Hal itu bisa penulis lihat dari hasil evaluasi yang memperoleh keberhasilan sembilan puluh persen dengan latar belakang kemampuan siswa yang daya serapnya bermacam- macam.
Tapi dengan bantuan bantuan berbagai media, dengan memperagakan yang mereka ucapkan bisa tertanam ke dalam hati anak-anak.
Dengan langkah-langkah dan metode tersebut minat belajar siswa terhadap Bahasa Arab lebih besar dibandingkan dengan metode yang hanya menggunakan metode membaca dan terjemah saja.
Dengan Metode demonstrasi pembelajaran tidak lagi menjadi momok bagi anak. Mereka memiliki minat dan antusias yang tinggi dalam belajar bahasa Arab.
Sehingga dalam diri anak –anak timbul rasa percaya yang tinggi untuk berbicara dalam bahasa Arab walau dimulai dengan kalimat yang sederhana.
Penulis berharap agar guru selalu berinovasi dan dan berkreasi untuk menggunakan berbagai metode dalam kegiatan pembelajaran.
Sesulit apapun materi bila sesuai dengan situasi dan kondisi serta perkembangan anak dan guru mampu menciptakan suasana belajar nyaman dan menyenangkan, maka materi akan mudah diterima anak dengan baik. (fu/fth)
Guru MI Al Islam Ketangi I Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelan
Editor : Agus AP