Pembelajaran IPA juga sangat berperan dalam perkembangan pengetahuan dan teknologi. Pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banyak fakta yang belum terungkap dan masih bersifat rahasia. Sehingga hasil penemuannya dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari – hari.
Menurut Amalia (2009:2.3) Pendidikan IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mencari tahu dan berbuat. Sehingga mampu memahami alam sekitar secara ilmiah. Ada yang senang dengan pelajaran IPA, tetapi sebagian peserta didik kurang senang dengan IPA.
Ketika penulis mengajar tentang materi perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan di kelas VI SDN 1 Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, ada beberapa peserta didik yang sulit memahami materi pelajaran. Dari 28 peserta didik hanya 8 anak yang mencapai ketuntasan, sedangkan 20 anak merupakan peserta didik yang belum tuntas.
Rendahnya hasil belajar IPA ini disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan menggunakan metode ceramah. Peserta didik sulit memahami materi pelajaran, kurang termotivasi dan merasa bosan dalam kegiatan pembelajaran.
Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Secara kebetulan sekolah memiliki kebun yang cukup luas dengan aneka tanaman.
Jadi penulis memanfaatkan kebun sekolah dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran pada peserta didik. Tujuannya agar peserta didik mendapat pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berdampak pada meningkatnya hasil belajar.
Kebun sekolah merupakan laboratorium alam yang dapat digunakan sarana untuk pembelajaran. Seperti dikatakan Subiyanto (1988:91) yang dimaksud laboratorium alam adalah alam sekitar yang tidak ada batasannya. Sehingga pada laboratorium alam ini kita dapat melakukan eksperimen atau percobaan untuk kegiatan pembelajaran yang lebih bermakna.
Langkah – langkah dalam kegiatan pembelajaran perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan dengan memanfaatkan kebun sekolahan sebagai berikut: Pertama, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan praktik (cangkok, stek dan merunduk). Kedua, peserta didik mengamati tanaman yang ada di kebun sekolah, kemudian mengelompokkan tanaman tersebut berdasarkan cara perkembangbiakannya.
Ketiga, Setelah mengidentifikasi cara perkembangbiakan tanaman maka diputuskan, Kelompok cangkok memanfaatkan tanaman jambu air, kelompok stek memanfaatkan tanaman ketela pohon, dan kelompok merunduk memanfaatkan tanaman melati yang semuanya terdapat di kebun sekolah. Keempat peserta didik bertanggung jawab terhadap hasil prakteknya sampai tumbuh tanaman baru.
Dengan memanfaatkan kebun sekolah peserta didik lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran IPA tentang perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan.
Ini menunjukkan indikator keberhasilan secara klasikal. Terbukti dengan nilai yang diperoleh peserta didik mencapai nilai diatas ketuntasan minimal. (*/fth)
Guru Kelas VI SDN 1 Jungsemi Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal Editor : Agus AP