Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Terapkan Pola Hidup Hemat Sejak Dini

Agus AP • Selasa, 6 Juni 2023 | 06:18 WIB
Tri Susilowati, S.Pd.SD
Tri Susilowati, S.Pd.SD
RADARSEMARANG.ID, TUJUAN pelajaran Bahasa Indonesia adalah mengajarkan anak dapat berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia. Terutama di SD, pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi menggunakan secara lisan maupun tulisan.

Sehingga siswa memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu siswa mampu menghayati bahasa dan sastra Indonesia, sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa dan tingkat pengalaman siswa SD—Akhadiah dkk. (1991).

Namun, pelajaran Bahasa Indonesia juga dapat dirancang untuk mengajarkan perilaku hidup hemat. Pola hidup hemat, bukan berarti mendidik anak untuk pelit dan perhitungan. Tapi, lebih kepada menjauhkan anak dari sikap yang merugikan diri sendiri. Seperti berlaku boros, foya-foya dan hal berlebihan lainnya.

Penulis mencontohkan, pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas I, SDN 1 Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal. Dengan materi ‘Hidup Hemat’. Pertama, penulis menyuruh semua siswa menghitung jumlah uang saku mereka. Selanjutnya bertanya, akan atau telah digunakan untuk jajan apa saja.

Semua siswa dengan antusias menghitung uang saku. Mereka juga menjawab pertanyaan jajan apa saja yang telah mereka beli. Ada yang habis uang sakunya untuk membeli jajan wafer, martabak, minuman es dan sebagainya. Ada uang sakunya yang masih sisa. Bahkan ada yang siswa tidak jajan sama sekali, karena membawa bekal dari rumah.

Kegiatan menghitung uang saku dan jajan yang mereka beli, secara tidak langsung mengajak siswa untuk berfikir hemat. Yakni, mengajarkan anak untuk membeli sesuatu sesuai kebutuhan. Tujuannya, siswa memahami akan konsep hidup sederhana.

Salah satu contoh, yakni guru memberikan apresiasi kepada siswa yang membawa botol minum dan bekal dari rumah. Kemudian, siswa lainnya disarankan untuk melakukan hal sama.
Sehingga tidak perlu membeli minuman atau makanan. Hal ini sekaligus mengajari anak pola hidup sehat.

Dengan begitu, anak-anak bisa mudah memahami konsep hemat dan hidup sehat. Sebab hemat adalah sikap dan perilaku yang menghargai dan memanfaatkan waktu, dana dan pikiran sesuai dengan kebutuhan dan tidak menggunakan sesuatu secara berlebihan—Zuriah (2018).

Selanjutnya, setelah diskusi hidup hemat, peserta didik menyimak sebuah teks percakapan tentang hidup hemat yang dalam buku. Mereka juga dibagi lembar kerja siswa (LKS). Mereka dengan cepat memahami dan menjawab pertanyaan tentang hidup hemat.

Kesimpulannya, mengajarkan anak berperilaku hemat sejak dini merupakan hal penting. Yakni dengan membiasakan anak untuk mengurangi hal-hal berlebihan dan boros. Ini termasuk salah satu cara menanamkan karakter yang akan berguna bagi masa depan peserta didik. (*/bud)


Guru SD Negeri 1 Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal Editor : Agus AP
#Guru SD Negeri 1 Magelung #Tri Susilowati #Pola Hidup Hemat Sejak Dini #SD Negeri 1 Magelung