Kurangnya keberhasilan pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD Negeri Ngluwar 1 disebabkan beberapa faktor, khususnya yang menyangkut siswa dan guru.
Faktor yang berasal dari siswa adalah belum mampu mengungkapkan gagasan, pikiran, dan pengalamannya. Dan bagi guru masih banyak yang menggunakan metode pembelajaran monoton dan kurang menarik. Sehingga siswa bosan dan kurang tertarik dengan materi yang disampaikan guru.
Dalam Kurikulum 13 SD disebutkan bahwa salah satu standar kompetensi mata pelajaran IPA untuk siswa kelas V semester dua adalah membuat karya tentang skema siklus air berdasarkan informasi dari berbagai sumber.
Berdasarkan kompetensi dasar tersebut, guru perlu memberikan metode dan media yang tepat sebagai objek belajar siswa karena siklus air tidak dapat diamati secara langsung dengan waktu yang pendek.
Maka, perlu dikembangkan media pembelajaran yang memudahkan siswa untuk memahami materi dengan membuat secara langsung tiruan siklus air yang akan dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Guru dapat membuat aktivitas permainan diorama sederhana yang menjadikan anak senang.
Dengan perasaan senang dapat membentuk proses kepribadian anak dan membantu anak mencapai perkembangan fisik, intelektual, sosial moral dan emosional. Pada pembelajaran ini anak dapat mengalami menganalisis dan meningkatkan kreativitas.
Daryanto (2013:29) berpendapat media diorama merupakan salah satu media tanpa proyeksi yang disajikan secara visual tiga dimensional berwujud sebagai tiruan.
Dalam membuat diorama sebaiknya perlu memperhatikan kenampakan secara nyata apa yang akan dijelaskan tidak perlu terlalu ramai tetapi jelas maksudnya, memiliki daya tarik bagi siswa dan terkait pelajaran yang sedang dijelaskan.
Dalam kompetensi di atas siswa diajak untuk praktik membuat karya tentang skema siklus air berdasarkan informasi dari berbagai sumber. Sebagai guru kita dapat mengajak siswa salah satunya dengan melakukan praktik membuat diorama siklus air dengan barang-barang yang mudah didapat di lingkungan sekitar sebagai tiruan alam, secara berkelompok dan saling bekerja sama.
Bahan-bahan yang disiapkan adalah kardus bekas ukuran panjang 30 cm, lebar 30 cm, tinggi 20 cm, kertas manila berwarna putih 1 lembar, kain flannel berwarna abu-abu, coklat dan hijau. Lalu kertas lipat, kapas, gunting, lem, penggaris.
Langkah-langkah pembelajaran membuat diorama siklus air adalah membagi siswa dalam beberapa kelompok (1 kelompok terdiri dari 4 anak). Dalam setiap kelompok tersebut dapat membagi tugas masing-masing.
Membuat tiruan bumi dari kardus dilapisi dengan kertas manila putih. Membuat pohon dan tanaman/makhluk hidup dengan kain flannel kemudian ditempelkan pada tiruan bumi.
Membuat tiruan awan menngunakan tiruan awan menggunakan flannel warna yang didalamnya diisi kapas. Membuat rintik-rintik hujan menggunakan kertas lipat warna biru. Membuat tiruan matahari menggunakan kertas lipat warna kuning dan oranye. Memberi keterangan anak panah pada masing-masing prosesnya.
Setelah semua selesai membuat diorama siklus air, berilah kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan proses siklus air dengan diorama yang dibuatnya sementara kelompok yang lain menanggapinya.
Pada akhir pembelajaran guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman dan kesimpulan tentang siklus air. Hasil karya mereka dipajang di kelas sebagai portofolio.
Dengan bantuan media diorama siswa lebih bersemangat dalam belajar. Sekaligus membuat mereka lebih mudah untuk memahami konsep siklus air. Pembelajaran pun terasa menyenangkan sehingga banyak siswa yang memperoleh nilai memuaskan. (pf/lis)
Guru SDN Ngluwar 1, Kabupaten Magelang Editor : Agus AP