Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Permudah Belajar Pecahan dengan Roti dan Jeruk

Agus AP • Rabu, 31 Mei 2023 | 03:30 WIB
Padmi Herowati, S.Pd.SD
Padmi Herowati, S.Pd.SD
RADARSEMARANG.ID, Sebagian besar siswa masih menganggap Matematika adalah muatan pelajaran yang sulit dan membosankan. Oleh karena itu dibutuhkan kreativitas dari guru.

Matematika bukan hanya menggunakan rumus, tetapi bagaimana siswa dapat mengintegrasikannya dalam kehidupan keseharian mereka. Dimulai dari kebermaknaan terhadap kehidupan keseharian, motivasi belajar siswa juga akan meningkat. Hal ini tentu saja berdampak pada hasil belajar mereka.

Pembelajaran Matematika yang pernah penulis lakukan di kelas tiga SD Negeri 1 Triharjo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal yaitu pembelajaran materi pecahan menggunakan roti dan jeruk.

Tujuan dari pembelajaran ini yaitu siswa mengenal konsep pecahan dengan penemuan mereka. Melalui pembelajaran yang menggunakan media yang dekat dengan keseharian mereka, diharapkan akan lebih mudah membantu siswa dalam menemukan konsep.

Pada pertemuan sebelumnya, guru menugaskan siswa untuk membawa roti tawar, jeruk, apel, wafer, dan pisau. Pada hari yang telah ditetapkan, guru memulai pembelajaran dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok heterogen. Setiap kelompok sudah menyediakan alat dan bahan yang diperlukan.

Guru meminta siswa untuk mengupas jeruk yang mereka bawa. Mereka menghitung jumlah pasi dalam jeruk tersebut. Langkah selanjutnya, guru meminta siswa mengambil dua pasi dari jeruk tersebut.

Guru memberi pertanyaan kepada siswa mengenai pasi jeruk yang diambil, “Berapa bagian pasi yang kalian ambil dari keseluruhan pasi?” Siswa berdiskusi untuk menuliskan jawaban dari pertanyaan guru.

Bahan selanjutnya yang digunakan adalah roti tawar. Guru meminta siswa memotong roti tawar menggunakan pisau menjadi delapan bagian sama besar. Siswa diminta mengambil lima potongan kecil roti tawar.

Guru mengajukan pertanyaan yang hampir serupa, “Berapa bagian roti tawar yang kalian ambil dibandingkan dengan potongan roti tawar secara keseluruhan?” Siswa pun kembali berdiskusi untuk menjawab pertanyaan guru. Kegiatan yang sama juga dilakukan pada apel.

Dari beberapa percobaan yang telah dilakukan, siswa membuat kesimpulan dengan bantuan guru. Bagian yang diambil dari jeruk yang memunyai 10 pasi merupakan 2/10 dari seluruh bagian jeruk.

Untuk roti tawar dan apel, bagian yang diambil merupakan 5/8 dari keseluruhan bagian apel. Namun, hal yang berbeda ditemukan pada wafer. Bagian yang diambil dari wafer bukan 1/2 bagian keseluruhan wafer. Hal ini dikarenakan potongan bagian wafer tidak berukuran sama. Jadi, untuk menentukan bagian dari pecahan, potongan yang terbentuk harus berukuran sama.

Guru melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan memberikan penguatan. Bagian yang diambil merupakan “pembilang” dari suatu pecahan dan ditulis di sebelah atas. Sebutan yang berbeda untuk keseluruhan bagian, yaitu “penyebut” pecahan yang ditulis di bagian bawah pecahan.

Hal ini berlaku jika bagian pecahan berukuran sama dengan bagian yang lain. Penguatan ini dapat juga diberikan dengan memberikan kuis sebagai refleksi ketercapaian tujuan pembelajaran. Melaui kuis tersebut, guru dapat mengetahui sampai sejauh mana tingkat pemahaman siswa.

Melalui pembelajaran menemukan sendiri konsep pecahan, siswa lebih mudah memahami materi tersebut. Langkah seperti ini dapat dilakukan pada materi selanjutnya, yaitu membandingkan pecahan.

Dengan menggunakan media yang dekat dengan siswa dan metode pembelajaran yang menyenangkan, siswa tidak akan merasa terbebani lagi ketika belajar materi dalam muatan pelajaran Matematika. (*/ton)


Guru SD Negeri 1 Triharjo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal Editor : Agus AP
#Permudah Belajar Pecahan #Guru SD Negeri 1 Triharjo #Padmi Herowati #SD Negeri 1 Triharjo