Bahan ajar yang baik harus mampu menyajikan materi pelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat menjembatani pembelajaran agar kompetensi yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Kebanyakan buku pembelajaran yang dijual di pasaran masih kurang memuat materi kimia yang esensial, sehingga membuat kurang pemahaman peserta didik dalam belajar.
Selama ini pemahaman peserta didik di SMA Negeri 1 Godong dalam proses belajar kimia masih sangat rendah. Terutama program Lintas Minat kimia yang diajarkan untuk peserta didik kelas XI IPS 2.
Banyak peserta didik mengeluh harus membaca dan mempelajari buku pelajaran kimia yang sangat tebal dengan rumus-rumus yang memusingkan kepala.
Peserta didik sudah merasa malas untuk membuka buku pelajaran, belum lagi harus menghafalkan rumus-rumusnya. Hal ini mengakibatkan hasil belajar peserta banyak yang mendapat nilai dibawah KKM (70).
Berangkat dari masalah yang dihadapi peserta didik kelas XI IPS 2 tersebut, penulis sebagai guru kimia berusaha untuk membuat bahan ajar yang menarik untuk dibaca dan dipelajari peserta didik, terutama dalam konsep asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan dan penerapannya dalam industri. Bahan ajar yang penulis buat berupa ringkasan materi yang esensial beserta contoh soal dan cara pengerjaannya.
Dalam proses belajar mengajar kimia di kelas XI IPS 2 penulis menjelaskan terlebih dahulu tentang konsep asam dan basa.
Membagi 32 orang peserta didik menjadi delapan kelompok dengan anggota 4-5 orang. Masing-masing kelompok diberikan bahan ajar konsep asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan dan penerapannya dalam industri, di mana di dalam bahan ajar tersebut sudah ada latihan soal yang nantinya dikerjakan peserta didik.
Penulis menanyakan pada peserta didik bagian bahan ajar mana yang masih belum dipahami. Kemudian menjelaskan kembali bagian bahan ajar yang masih belum dipahami tersebut.
Setelah dirasa peserta didik sudah cukup jelas, maka penulis menyuruh peserta didik untuk mengerjakan soal latihan. Kelompok yang telah selesai mengerjakan soal maju untuk mempresentasikan hasilnya.
Kelompok yang tidak maju harus dapat menganalis jawaban kelompok yang maju apakah sudah benar, apabila belum benar, maka peserta didik harus dapat memberikan jawaban yang benar.
Pada akhir pelajaran penulis memberikan soal ulangan. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan 75% memperoleh nilai di atas KKM (70).
Sehingga dapat disimpulkan dengan menggunakan bahan ajar memberikan pengaruh peningkatan hasil belajar menjadi lebih baik, juga memberikan pengaruh menambah semangat belajar peserta didik dalam berdiskusi, tanya jawab, dan presentasi. (ips2.1/ton)
Guru Kimia SMA Negeri 1 Godong, Kabupaten Grobogan Editor : Agus AP