Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Hitung Pecahan Matematika Melalui Permainan Puzzle

Agus AP • Minggu, 21 Mei 2023 | 22:05 WIB
MARFUATUN, S.Pd.
MARFUATUN, S.Pd.
RADARSEMARANG.ID, Masalah pendidikan senantiasa menjadi topik perbincangan menarik. Terlebih lagi masalah pendidikan matematika selalu menjadi sorotan karena masih rendahnya prestasi belajar siswa.

Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika telah lama dilaksanakan. Namun keluhan tentang kesulitan belajar matematika masih terus dijumpai.
Dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran, strategi pendekatan dan teknik pembelajaran merupakan hal utama yang harus diperhatikan oleh guru.

Untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, penulis mencoba menerapkan model Pembelajaran Matematika melalui Metode Permainan Puzzle di SDN Kalisalak 01 kecamatan Limpung.

Permainan puzzle dapat diartikan sebagai permainan edukatif yang dapat merangsang kemampuan matematika anak. Dimainkan dengan cara membongkar pasang sesuai dengan pasangannya.

Permainan puzzle digunakan untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa kelas 3 materi operasi hitung bilangan bulat. Karena permainan ini menarik bagi anak-anak khususnya tingkat sekolah dasar. Rasa ingin tahu dan mencocokan kepingan puzzle mendorong siswa untuk bereksplorasi dalam memainkan permainan.

Dalam muatan mapel Matematika Kompetensi Dasar 3.2 Operasi Hitung Bilangan Pecahan penulis merasa model pembelajaran media Puzzle sangat tepat dan efektif. Menurut Rosdijati (2012:34) kata “puzzle” berasal dari bahasa inggris yang berarti “teka-teki” atau “bongkar pasang”, dengan kata lain media puzzle merupakan media edukasi sederhana yang dimainkan dengan cara bongkar pasang.

Beberapa manfaat media puzzle a) melatih konsentrasi, ketelitian dan kesabaran, b) melatih koordinasi mata dan tangan, anak belajar mencocokkan keping puzzle dan menyusunnya, c) memperkuat daya ingat, d) mengenalkan anak pada konsep hubungan, e) dengan memilih gambar atau bentuk dapat melatih anak untuk berfikir matematis (menggunakkan otak kiri).

Kelebihan Pembelajaran Matematika menggunakan media Puzzle, yaitu pembelajaran lebih menyenangkan bagi siswa, lebih aktif, lebih kreatif dalam mengungkap ide dan pendapatnya,siswa lebih konsisten dengan apa yang sudah dikerjakannya. Siswa memahami materi dengan baik karena konsep yang dikonstruksikan oleh siswa sendiri.

Pembelajaran matematika menggunakan media Puzzle memberikan pengertian yang jelas kepada siswa menyelesaikan permasalahan Bilangan Bulat Pecahan. Memberikan pengertian yang jelas kepada siswa cara penyelesaian suatu soal atau masalah tidak harus tunggal dan tidak harus sama antara yang satu dengan orang yang lain.

Setiap orang bisa menemukan atau menggunakan cara sendiri, asalkan orang itu sungguh-sungguh dalam mengerjakan soal atau masalah tersebut. Selanjutnya dengan membandingkan cara penyelesaian yang satu dengan cara penyelesaian yang lain, akan bisa diperoleh cara penyelesaian yang tepat, sesuai dengan tujuan dari proses penyelesaian masalah tersebut.

Tugas utama guru dalam Model Permainan Puzzle adalah memberikan masalah kontekstual. Menjelaskan masalah kontekstual memberikan semangat kepada siswa untuk menyelesaikan soal sesuai caranya sendiri.

Selain itu dengan Permainan Puzzle dapat meningkatkan kepekaan siswa dengan lingkungan, meningkatkan keterampilan siswa dan mengajarkan kemandirian, KBM melibatkan siswa secara aktif memecahkan masalah dan menuntut keterampilan berpikir yang lebih tinggi. (igi1/fth)

Guru SDN KALISALAK 01 Kec. Limpung Kab. Batang Editor : Agus AP
#MARFUATUN #Melalui Permainan Puzzle #Guru SDN KALISALAK 01 #Hitung Pecahan Matematika