Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Belajar Menulis Melalui Korespondensi Carte Postale

Agus AP • Sabtu, 20 Mei 2023 | 00:15 WIB
Riguntari Kurniawati S.Pd
Riguntari Kurniawati S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Peralihan pembelajaran daring kembali ke luring atau tatap muka tidaklah mudah.

Untuk mengembalikan fokus siswa pada pembelajaran membutuhkan waktu dan kesabaran tinggi.

Proses pembelajaran adalah serangkaian aktivitas yang komplek. Jadi membutuhkan ketepatan dalam pemilihan media dan model pembelajaran agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Arsyad (2002:8) menyatakan agar proses belajar dapat berhasil dengan baik, siswa sebaiknya diajak memanfaatkan semua alat inderanya.

Semakin banyak alat indera yang berperan dalam menerima rangsangan (stimulus) dan mengolah informasi, semakin besar pula kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan bertahan dalam ingatan.

Bahasa Prancis merupakan salah satu mata pelajaran di jenjang SMA. Sebagai mata pelajaran baru dan belum diajarkan sebelumnya, membutuhkan inovasi agar siswa termotivasi untuk mempelajarinya.

Guru harus kreatif menciptakan pembelajaran asyik dan menyenangkan. Sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Dalam pembelajaran bahasa bahasa Prancis ada empat keterampilan yang harus dikuasai. Yaitu keterampilan menyimak (compréhension orale), keterampilan berbicara (expression orale), keterampilan membaca (compréhension écrite) dan keterampilan menulis (expression écrite). Masing-masing keterampilan saling berhubungan satu dengan lainnya.

Dari keempat keterampilan tersebut, menulis merupakan keterampilan yang rumit. Karena menurut Nurgiyantoro (2012:296) kemampuan menulis menghendaki penguasaan berbagai unsur kebahasaan.

Sehingga tidak hanya sekedar menuangkan ide dan gagasan tetapi dibutuhkan penguasaan struktur gramatikal dan pilihan kata yang baik. Struktur gramatikal Bahasa Prancis sangat berbeda dengan bahasa Indonesia. Hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi siswa dalam memproduksi kalimat meskipun kalimat sederhana.

Salah satu media yang bisa digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis adalah dengan korespondensi carte postale atau kartu pos.

Korespondensi adalah kegiatan yang dilakukan dengan saling berkirim surat.

Sedangkan kartu pos adalah selembar kertas tebal atau karton tipis berbentuk persegi panjang yang digunakan menulis dan pengiriman tanpa amplop dan dengan harga yang lebih murah daripada surat.

Seiring bertambahnya kemajuan di bidang industri dengan munculnya komputer dan telepon genggam canggih, maka kegiatan korespondensi dengan kartu pos semakin terkikis. Banyak siswa yang bahkan tidak mengetahui bentuk dan fungsi dari kartu pos.

Dalam pelaksanaanya, setiap siswa diminta membuat kartu pos tercetak sendiri dengan ukuran postcard 3R.

Untuk mengasah kreativitas, siswa dapat mendesain gambar pada kartu pos dengan aplikasi canva. Isi dari kartu pos adalah adalah materi yang sudah pernah diajarkan yaitu identitas diri.

Kartu pos dari setiap kelas yang sudah terkumpul secara acak akan diberikan kepada kelas lain untuk diberikan jawaban. Jadi setiap siswa akan akan membuat satu kartu pos dan membalas satu kartu pos.

Dengan korespondensi bisa terjalin interaksi sosial bahkan berlanjut sampai bertukar nomor whatsapp antar siswa. Bagi siswa, berkorespondensi dengan kartu pos adalah hal baru yang menyenangkan.

Tanpa sadar siswa telah menerapkan keterampilan menulis tanpa mengalami kejenuhan. Untuk lebih meningkatkan motivasi, korespondensi bisa dilakukan antar sekolah yang ada mata pelajaran bahasa Prancis. (ips2/fth)

 

Riguntari Kurniawati S.Pd

Guru Bahasa Prancis SMAN 1 Padamara, Purbalingga

Editor : Agus AP
#Belajar Menulis #Riguntari Kurniawati #Melalui Korespondensi Carte Postale #Guru Bahasa Prancis #SMAN 1 Padamara