Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Mudah Pahami Materi Pecahan dengan Benda Konkret

Agus AP • Rabu, 17 Mei 2023 | 17:19 WIB
Nailul Murodah, S.Ag.
Nailul Murodah, S.Ag.
RADARSEMARANG.ID, Sampai sekarang masih banyak terdengar keluhan bahwa mata pelajaran tematik di MI YMI Wonopringgo 05 Kabupaten Pekalongan membosankan, tidak menarik.

Hal ini disebabkan pelajaran tematik dirasakan sukar, gersang, dan tampaknya harus menghubungkan semua mata pelajaran.

Kenyataan ini adalah persepsi yang negatif terhadap tematik. Persepsi ini ada dalam setiap jenjang pendidikan. Banyak hal yang dapat dikaji untuk mengungkap masalah tersebut.

Mungkin bersumber dari porsi materinya yang tidak sesuai, strategi pembelajarannya kurang tepat, dan cara penyajian aturan-aturan yang tidak jelas asal-usulnya.

Untuk mengatasi persepsi yang negatif tersebut, guru mempunyai peranan yang sangat penting, maka dalam kegiatan belajar mengajar guru hendaknya mampu memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial.

Bagaimana agar siswa itu belajar aktif? Agar siswa belajar aktif, hendaknya pengajaran tematik itu: menarik minat siswa, derajat kesukarannya dapat diikuti siswa, siswa mendapat kesempatan, sarana dan prasarananya menunjang kelancaran dalam pembelajaran, penggunaan teknik/metode yang tepat, guru harus mampu mengadakan penilaian diri, pengetahuan guru luas, memakai cara evaluasi yang bervariasi, dan guru memiliki kompetensi yang utuh serta mampu menerapkan dalam pembelajaran tematik dalam materi pecahan.

Untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran materi pecahan di madrasah ibtidaiyyah sangat diperlukan suatu media pengajaran matematika atau alat peraga, terutama dalam proses menuju kepemahaman siswa terhadap objek abstrak.

Sehingga penulis merasa perlu menggunakan benda-benda konkret untuk membantu memberikan pemahaman terhadap siswa dalam menghayati ide-ide tema pecahan yang abstrak.

Berdasarkan hal tersebut, maka ide atau gagasan yang muncul sebagai langkah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran, khususnya pada materi pecahan, yaitu dengan mendekatkan siswa pada kegiatan-kegiatan yang terjadi dan dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari dengan memanfaatkan benda-benda konkret yang terdapat di sekitarnya untuk membantu proses pembelajaran. Sehingga dapat memenuhi sasarannya, terutama dalam membantu siswa untuk menyenangi pelajaran tema materi matematika.

Dunia ini penuh dengan pecahan. Jika tidak ada pecahan, maka tidak akan bisa berbagi kue dengan orang lain, dan harus membeli semuanya secara utuh atau tidak membeli sama sekali.

Apakah pecahan itu? Pecahan adalah salah satu cara untuk menuliskan bilangan. Pecahan menunjukkan bahwa jika sebuah bilangan merupakan bagian dari satu bilangan utuh (Lynette Long dalam John Wiley & Sons, Inc, 2003:1)

Fungsi blok pecahan adalah untuk membantu guru mengajarkan konsep pecahan, mengurutkan pecahan tertentu dengan pecahan senilai. Alat peraga blok pecahan ini dapat dibuat dari bahan triplek, karton, kertas asturo/kertas berwarna, dan lain sebagainya.

Alat peraga blok pecahan ini dapat dipakai secara klasikal untuk menanamkan konsep pecahan. Guru dapat mengawalinya dengan menggunakan selembar kertas yang dilipat sesuai pecahan yang dikehendaki.

Selanjutnya guru dapat menggunakan peraga blok pecahan model lingkaran dan persegi panjang tersebut, untuk menerangkan tentang pecahan. Misalnya, guru akan memperkenalkan pecahan seperdua, seperempat dan seperdelapan, maka guru dapat menunjukkan terlebih dahulu kepada siswa satu bagian yang utuh.

Kemudian kenalkan sebagai bagian dari benda yang dengan menunjukkan seperdua. Pada siswa bahwa satu bagian yang utuh dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama besar.

Guru dapat membandingkan dengan cara meletakkan yang satu di atas bagian yang lain. Selanjutnya tunjukkan pada siswa bahwa dua bagian yang sama besar dapat menutupi satu bagian yang utuh.

Kemudian kenalkan pada siswa bahwa masing-masing bagian adalah separo atau setengah atau seperdua. Untuk mengurutkan pecahan, guru dapat menunjukkan bagian-bagian dari keseluruhan seperti, seperdua, seperempat dan seperdelapan tersebut.

Bandingkanlah bagian satu dengan bagian yang lain dengan cara meletakkan bagian satu di atas bagian yang lain. Kemudian suruhlah siswa menyusun blok pecahan itu berderet, dari kanan ke kiri dengan mengurutkan dari pecahan besar ke kecil.

Selain alat peraga tersebut di atas, juga digunakan alat peraga lain yang terkait dengan pelaksanaan pembelajaran. Dalam hal ini penulis menyediakan berbagai jenis makanan yang dapat digunakan sebagai alat peraga, seperti roti, buah apel, mentimun, dan lainnya. (ips2.2/aro)

Guru MI YMI Wonopringgo 05 Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP
#Benda Konkret #Nailul Murodah #Mudah Pahami Materi Pecahan #Guru MI YMI Wonopringgo 05