Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Kreativitas Skeleton Leaf dari Limbah

Agus AP • Kamis, 11 Mei 2023 | 17:59 WIB
Ninik Yuliana Listianawati, S.Kom, M.Si
Ninik Yuliana Listianawati, S.Kom, M.Si
RADARSEMARANG.ID, LINGKUNGAN yang bersih dan rapi sangat menunjang dalam kehidupan manusia. Manusia akan merasa tenang, nyaman jika terdapat dalam lingkungan yang bersih rapi dan indah. Semua tidak terlepas dari tanaman, pohon dan bunga yang menambah daya tarik, keindahan sehingga menghasilkan udara yang bersih, sejuk dan menyegarkan.

Banyaknya tanaman akan menghasilkan limbah. Limbah yang dihasilkan bisa berupa daun, pengertian daun menurut Andi Badli Rompegading (2021:36) adalah salah satu organ tumbuhan yang tumbuh diranting.

sedangkan pengertian daun menurut Prisma Mutia Sari (2022: 23) adalah organ pokok atau vegetatif, yang berbentuk pipih melebar umumnya berwana hijau dan terdapat pada batang.

Limbah daun saat musim kemarau atau musim gugur mempengaruhi keindahan lingkungan, sehingga perlu untuk dibersihkan. Sebenarnya limbah tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pupuk atau dibuat sebuah hiasan.

Pemanfaatan sebagai pupuk bisa dengan menggumpulkan dan menimbunnya untuk diolah sebagai pupuk kompos. Sedangkan hiasan bisa digunakan sebagai hiasan dinding, herbarium, skeleton leaf, kartu ucapan, hiasan gantung, pembatas buku dan masih banyak lagi.

Di SMA Negeri 1 Bergas, dalam mata pelajaran PKWU ada materi pengolahan limbah untuk kelas XI dan membuat desain untuk mata pelajaran BKTIK. Kedua mata pelajaran tersebut berkolaborasi untuk membuat skeletoan leaf dari limbah daun. Skeleton leaf memiliki pengertian tulang daun yang diawetkan.

Bahan yang harus disiapkan adalah daun sirsak, panci untuk merebus, toples untuk menyimpan, sikat gigi untuk membersihkan, tisu untuk menggeringkan, kertas, pewarna makanan atau kain. Dan lem.

Langkah Pembuatan skeleton leaf adalah pertama siapkan daun sirsak sebanyak 10 lembar dan cuci bersihkan. kedua rebus air sampai mendidih dipanci dengan sebanyak 1 liter. Ketiga, masukkan air ke dalam toples dan rendam selama 1 bulan.

Keempat, cek apakah sudah mulai bisa disikat dengan cara digesek dengan jari, jika belum rendam lagi selama 1 bulan dengan menganti air yang ada dengan air yang bersih. Kelima, setelah 2 bulan, ambil daun, letakkan pada ubin kemudian sikat dengan sikat gigi secara berlahan sampai bersih.

Keenam, Jika masih ada sisa sedikit sedikit harus direndam lagi selama 2 minggu dengan air bersih, baru disikat bagian yang kurang bersih sampai bersih. (harus berhati-hati dalam menyikat, supaya tidak robek).

Ketujuh, keringkan dengan menginginkan anginkan, jangan terkena matahari secara langsung. Kedelapan pewarnaan skeleton leaf. Dengan bahan pewarna makanan atau kain.

Sedangkan langkah untuk melakukan perawnaan adalah sebagai berikut pertama, panaskan air sampai panas masukkan pewarna dan daun hasil skeleton leaf biarkan sebentar agar warna dapat menempel angkat dan dinginkan, setelah itu angin-anginkan sampai kering.

Dalam menyajikannya, bisa membuatnya dengan mengaplikasikan buat hiasan gantungan dengan mengaplikasikan dengan manik-manik, benang dan lonceng, maupun hiasan dinding, dengan menambahkan gambar atau lukisan bisa menggunakan canva dalam membuat desainnya dan tempelkan skeleton leaf, baru dipigura.

Setiap kerajinan pasti miliki kelebihan dan kelemahan. Adapun kelebihan skeleton leaf adalah bentuknya menarik dan artistik, jarang orang membuatnya, modal sedikit. Kelemahannya proses pembuatan lama dan dibutuhkan kesabaran, dibutuhkan tangan kreatif dalam mengaplikasikan.

Dalam pembuatan skeleton leaf tanpa bahan kimia dibutuhkan ketelatenan, kesabaran yang tinggi karena prosesnya yang gampang-gampang susah. Maka dari itu diperlukan obat tambahan seperti soda api untuk mempercepat proses perontokan daunnya.

Selain diperlukan teknologi digital, seperti dalam pembelajaran TIK dalam menentukan desain, agar tampilan lebih menarik dan cepat dalam membuatnya. Sehingga kolaborasi antara mapel PKWU dan TIK sangat diperlukan. (ps1/zal)

Guru SMA Negeri 1 Bergas Editor : Agus AP
#M.Si #LIMBAH #KREATIVITAS #Skeleton Leaf #Ninik Yuliana Listianawati #Guru SMA Negeri 1 Bergas #S.Kom