Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Melalui Pendidikan Pancasila Awal Pembangunan Karakter Anak Bangsa

Agus AP • Kamis, 20 April 2023 | 04:04 WIB
Juariyah, S.Pd.
Juariyah, S.Pd.
RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru dan mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk karakter peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru di depan peserta didik, dari cara guru berbicara, bagaimana guru berkomunikasi, bertoleransi dan bersikap.

Perubahan karakter merupakan salah satu tujuan dari pendidikan nasional. Dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa tujuan Pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

Tujuan tersebut dibuat agar pendidikan itu tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas namun berkepribadian atau lebih berkarakter. Sehingga nantinya akan melahirkan generasi-generasi bangsa yang unggul dan tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafaskan nilai-nilai luhur bangsa serta agama.

Pengembangan potensi peserta didik tentu membutuhkan seperangkat penilaian cerdas, di antaranya dengan mengolah kerja sama pihak sekolah secara terpadu baik guru, orang tua, komite dan peserta didik sebagai subjek pendidikan.

Proses itu diselenggarakan dengan berorientasi pada pembudayaan, pembiasaan, pembentukan akhlak mulia, budi pekerti luhur watak, kepribadian, karakter unggul dan berbagai kecakapan hidup (life skill).

Realitas di lapangan, khususnya di sekolah masih banyak ditemukan karakter peserta didik yang masih perlu diubah. Misalnya, dengan cara peserta didik bicara dengan teman sebaya, bicara dengan orang tua (guru) yang masih sering ditemukan.

Kita yang tinggal dengan budaya Jawa, terutama negara Indonesia yang berbudaya timur yang terkenal dengan karakter timur yang unggul. Seringkali peserta didik bersikap yang masih kurang baik. Cara peserta didik bersikap inilah bisa memicu berkurangnya karakter bagi generasi penerus.

Melalui Pendidikan Pancasila di dalamnya memuat pendidikan kebangsaan dan nasionalisme bangsa. Apabila karakter peserta didik tidak dibangun dari tingkat sekolah dasar bisa dibayangkan karakter bangsa kita akan berubah tidak sesuai dengan harapan nasional, yaitu menanamkan rasa persatuan dan kesatuan.

Persatuan dan kesatuan akan bisa tertanam dalam diri setiap jiwa bangsa bila di dalam diri peserta didik sudah tertanam karakter yang sesuai dengan tuntunan yang diajarkan baik dari kitab suci agama dan tuntunan yang lain.

Sebagai bangsa yang beragama atau disebut religius, maka karakter ini sudah diajarkan dari lingkungan keluar berdasarkan tuntunan agama. Jika peserta didik bisa memiliki karakter. Karakter yang unggul, maka tujuan nasional bangsa akan tetap terjaga terutama keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa. Dari sinilah karakter bangsa bisa terpatri dalam diri setiap bangsa.

Dalam lingkungan sekolah perubahan karakter ini bisa dilihat dari cara berpakaian, tatanan rambut, tutur kata / komunikasi peserta didik cara menghargai, gotong royong, kerja sama dan rasa peduli. Ini dapat dilakukan dengan pembiasaan kepada peserta didik.

Pada bulan Ramadan ini bisa dijadikan momen penanaman karakter melalui kegiatan sosial yang dilakukan peserta didik dengan kepedulian sosial melalui pembagian takjil, kegiatan rohis (Rohani Islam), pesantren kilat, dan pembagian zakat.

Dengan kegiatan semacam ini semoga perubahan atau pembangunan karakter peserta didik atau anak bangsa semakin meningkat dan kuat. Seperti yang diterapkan di SMPN 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan.

Pembiasaan yang dimulai dari kegiatan ini diharapkan dapat tetap tertanam dalam diri peserta didik dengan harapannya ke depan karakter bangsa Indonesia semakin bagus. Sehingga tidak akan terdengar informasi adanya kenakalan dan perbuatan peserta didik yang negatif atau merugikan pihak lain.

Dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Pancasila dapat sebagai awal pembangunan bangsa melalui lembaga pendidikan di sekolah. Yang diharapkan bahwa generasi penerus terutama peserta didik harus memahami, mengerti bagaimana peserta didik bertingkah laku, bersikap yang sesuai dengan tuntunan aturan yang berlaku baik dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan begitu pembangunan bangsa dapat terwujud pembangunan manusia Indonesia lahir dan batin.

Masa depan bangsa dan negara akan tetap terjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia tetap lestari. Dengan demikian keutuhan negara Kesatuan Republik Indonesia dapat terwujud selamanya. Jelajah Indonesia. (*/zal)


Guru SMP Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP
#Karakter Anak Bangsa #Awal Pembangunan #SMP Negeri 1 Sragi #Guru SMP Negeri 1 Sragi #Juariyah #Pendidikan Pancasila