Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Meningkatkan Kemampuan Membaca Peserta Didik dengan Metode VARK

Agus AP • Minggu, 16 April 2023 | 18:18 WIB
Dita Prawintasiwi, S.Pd.
Dita Prawintasiwi, S.Pd.
RADARSEMARANG.ID, Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Membaca merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki peserta didik untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Melalui membaca peserta didik bisa menggali bakat, melatih konsentrasi, dan meningkatkan prestasi di sekolah. Namun pada praktiknya, masih terdapat peserta didik kelas III SD Negeri Lempuyang yang belum mampu membaca.

Bagi sebagian peserta didik, membaca adalah hal yang membosankan dan melelahkan. Maka, guru harus memberikan inovasi untuk meningkatkan minat baca peserta didik. Sehingga kemampuan membaca peserta didik dapat meningkat.

Model pembelajaran yang tepat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan belajar peserta didik. Slavin (2010) berpendapat bahwa model pembelajaran merupakan suatu acuan kepada suatu pendekatan pembelajaran termasuk tujuan, sintaksnya, lingkungan dan sistem pengelolaannya.

Dikatakan Trianto (2009) model pembelajaran adalah suatu pendekatan yang luas dan juga menyeluruh serta dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan pembelajarannya, pola urutannya (sintaks), dan sifat lingkungan belajarnya.

Salah satu model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan membaca peserta didik adalah pembelajaran Visual, Auditory, Read-Write, Kinesthetic (VARK).

Model VARK merupakan model pembelajaran yang multi-sensorik yang melibatkan penglihatan, pendengaran, dan gerakan (Neil D. Fleming, 1987).

Dalam model pembelajaran ini informasi yang ditampilkan dalam bentuk kata-kata. Dimana peserta didik memiliki potensi belajar membaca dan menulis dalam bentuk input dan output berbasis teks, membaca dan menulis apapun yang didengarkan dan dipahami, termasuk daftar-daftar, internet, powerpoint, kamus, kutipan dan sebagainya.

Langkah-langkah model pembelajaran Visual, Auditory, Read-Write, Kinestetik sebagai berikut: pertama, tahap persiapan (kegiatan pendahuluan).

Kegiatan pendahuluan guru memberikan motivasi untuk membangkitkan minat siswa dalam belajar, memberikan perasaan positif mengenai pengalaman belajar yang akan datang kepada siswa, dan menempatkan mereka dalam situasi optimal untuk menjadikan siswa lebih siap dalam menerima pelajaran.

Kedua, tahap penyampaian (kegiatan inti pada eksplorasi). Kegiatan inti guru mengarahkan siswa untuk menemukan materi pelajaran yang baru secara mandiri, menyenangkan, relevan, melibatkan panca indra, yang sesuai dengan gaya belajar VARK, tahap ini biasa disebut eksplorasi.

Ketiga, tahap pelatihan (kegiatan inti pada elaborasi). Tahap pelatihan guru membantu siswa mengintegrasi dan menyerap pengetahuan serta keterampilan baru dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan gaya belajar VARK.

Keempat, tahap penampilan hasil (kegiatan inti pada konfirmasi). Pada tahap ini guru membantu siswa dalam menerapkan dan memperluas pengetahuan maupun keterampilan baru yang mereka dapatkan sehingga hasil belajar mengalami peningkatan (Ngalimun 2012: 76).

Penerapan model pembelajaran VARK dalam kegiatan pembelajaran di kelas III SD Negeri Lempuyang dapat dirasakan langsung hasilnya. Peserta didik menjadi lebih bersemangat dalam kegiatan pembelajaran. Minat dan kemampuan membaca peserta didik juga lebih meningkat. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran VARK dapat membantu guru dan peserta didik dalam meningkatkan kemampuan membaca.

Manfaat bagi guru adalah mengetahui cara belajar peserta didik sehingga mampu memberikan pembelajaran dengan lebih menarik agar pesan yang disampaikan dapat dipahami. Manfaat bagi peserta didik adalah meningkatkan minat dan kemampuan membaca. Dengan meningkatnya kemampuan membaca dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil akhirnya, kemampuan membaca dan hasil belajar peserta didik dapat meningkat. (ps1/lis)


Guru SDN Lempuyang, Kec. Wonosalam, Kabupaten Demak Editor : Agus AP
#Metode VARK #Guru SDN Lempuyang #SDN Lempuyang #Kemampuan Membaca Peserta Didik #Dita Prawintasiwi