Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pembiasaan Akhlak Mulia di Sekolah Melalui Kegiatan Keagamaan

Agus AP • Kamis, 13 April 2023 | 03:59 WIB
Inaaiyah Sri Nawangsih, S.Pd
Inaaiyah Sri Nawangsih, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Manusia dikaruniai kesempurnaannya nafsu dan akal pikiran. Ketika dilahirkan dibekali fitrah atau potensi keberagamaan yang dapat menuntun untuk mengendalikan nafsu. Sehingga perilakunya cenderung ke arah baik.

Tetapi faktanya, sekarang banyak anak-anak SMA/SMK yang mempunyai tingkah laku tidak sesuai kaidah-kaidah atau norma yang berlaku. Dalam kondisi itu, pendidikan terutama Pendidikan Agama dan Budi Pekerti kerap diposisikan sebagai institusi yang dianggap kurang berhasil membentuk peserta didik berakhlak mulia.

Padahal tujuan pendidikan jelas untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003).

Masih banyak aksi tawuran serta tindakan brutal remaja dan anak-anak sekolah. Ironisnya sebagian masih memakai seragam sekolah. Dalam tataran sederhana ada pola hidup dari anak-anak sekolah yang sudah tidak lagi berpedoman pada kaidah agama.

Seperti kedisiplinan rendah, cara berpakaian kurang sopan, cara bicara kadang jorok, rasa tolong-menolong dan empati berkurang, rasa saling menghargai yang luntur dan lain sebagainya.

Pendidikan agama seharusnya menjadi garda terdepan dalam pembiasaan akhlak mulia seakan tidak berdaya. Luasnya materi yang tidak sesuai dengan alokasi waktu terkadang dijadikan alasanya. Dengan demikian cognitive oriented tentunya menjadi pilihan utama guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti yang seharusnya lebih menitik beratkan pada nilai sikap dan keterampilan.
Pendidikan pembiasaan akhlak dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Pertama menumbuh kembangkan dorongan dari dalam, bersumber pada iman dan takwa. Untuk itu perlu pendidikan agama. Kedua meningkatkan pengetahuan tentang akhlak Alquran lewat ilmu pengetahuan, pengalaman dan latihan. Ketiga latihan untuk melakukan baik serta mengajak orang lain bersama-sama melakukan perbuatan baik. Tanpa paksaan.

Keempat pembiasaan dan pengulangan yang baik. Sehingga perbuatan baik menjadi keharusan moral dan perbuatan akhlak terpuji, kebiasaan yang mendalam, tumbuh dan berkembang secara wajar dalam diri manusia. (Zakiyah Daradjat, 1995: 12).

Pembiasaan akhlak yang mulia memerlukan proses. Harus dilakukan secara integral. Artinya melibatkan seluruh warga sekolah. Mulai kepala sekolah, guru serta staf karyawan. Juga continue dengan berbagai model dan pendekatan yang secara psikologis yang dapat menyentuh hati dan perasaan peserta didik.

Disamping itu guru dan pelaku pendidikan di lingkungan sekolah harus menjadi aktor keteladanan bagi peserta didik .

Adapun kegiatan keagamaan yang mendorong pembiasaan akhlak mulia di sekolah antara lain; salat berjamaah dhuha dan zuhur. Membaca tulis Alquran. Gerakan senyum salam,sapa,sopan santun. Pentas seni Islami, kajian keagamaan.

Kegiatan keagamaan tersebut juga dilaksanakan di SMA Negeri 1 Blora. Semua warga sekolah terlibatkan dan guru Pendidikan Agama mempunyai peran utama dalam kegiatan ini. Hasilnya, kegiatan kegiatan keagamaan secara bertahap dapat membentuk pembiasaan akhlak mulia peserta didik. (ps1/fth)


Guru PAI dan Budi pekerti SMAN 1 Blora. Editor : Agus AP
#kegiatan keagamaan #Guru PAI dan Budi Pekerti #SMAN 1 Blora. #Pembiasaan Akhlak Mulia #Sagiman