Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Meningkatkan Komunikasi Matematis Siswa melalui Learning Cycle 7E

Agus AP • Minggu, 2 April 2023 | 20:25 WIB
Sri Lestari, S.Pd.
Sri Lestari, S.Pd.
RADARSEMARANG.ID, Pada hakikatnya proses pembelajaran yang efektif terjadi jika guru dapat mengubah kemampuan dan persepsi siswa dari yang sulit mempelajari sesuatu menjadi mudah. Dalam pembelajaran matematika guru sering menghadapi masalah, terutama tentang rendahnya komunikasi matematis dari siswa.

Hal ini terlihat dari kurang aktifnya siswa ketika proses pembelajaran berlangsung. Siswa sering salah persepsi tentang materi yang dipelajari. Siswa hanya mampu mengerjakan soal yang sama persis dari yang dicontohkan guru. Ketika soal berubah sedikit walaupun pada masalah yang sama siswa kesulitan menyelesaikannya.

Maka diperlukan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk meningkatkan komunikasi matematika siswa kelas 9 di SMP Negeri 38 Semarang pada materi bangun ruang sisi lengkung menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7E.

Adapun langkah-langkahnya, terdiri dari beberapa fase. Pertama fase elicite. Fase ini guru berusaha mendatangkan pengetahuan awal siswa. Guru mengetahui sejauh mana pengetahuan awal siswa terhadap pelajaran yang akan dipelajari dengan memberikan pertanyaan yang merangsang pengetahuan awal siswa.

Kedua, fase engagement. Guru berusaha membangkitkan minat dan keingintahuan siswa tentang topik yang akan diajarkan. Ketiga, fase exploration. Siswa mengeksplorasi materi dan gagasan baru dalam situasi baru dengan bimbingan minimal.

Situasi baru akan memberikan pengalaman baru yang memunculkan pertanyaan dan masalah baru. Hal itu akan mendorong munculnya gagasan-gagasan siswa yang menimbulkan perdebatan dan analisis dari alasan munculnya gagasan itu. Pengumpulan data dan analisis akan mengarahkan siswa pada penerimaan maupun penolakan gagasan itu.

Keempat fase explanation. Guru mendorong siswa menjelaskan konsep dengan kalimat sendiri. Memberikan fakta dan klarifikasi terhadap penjelasannya, serta mendengarkan penjelasan siswa secara kritis.

Kelima, fase elaboration. Siswa menerapkan konsep atau keterampilannya pada situasi baru dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelidiki konsep-konsep tersebut lebih lanjut.

Keenam, fase evaluation. Fase ini berupa evaluasi seluruh pengalaman belajar siswa. Aspek yang dievaluasi adalah pengetahuan atau keterampilan, aplikasi konsep, dan perubahan proses berpikir siswa.

Evaluasi dapat dilakukan secara tertulis pada akhir pembelajaran maupun lisan dalam bentuk pertanyaan selama belajar. Ketujuh, fase extend. Fase ini bertujuan untuk berfikir, mencari menemukan dan menjelaskan contoh penerapan konsep yang telah dipelajari.

Kemampuan komunikasi matematis merupakan hal yang sangat penting dimiliki siswa. Melalui komunikasi matematis, siswa dapat menyampaikan ide-idenya dan pemahamannya tentang konsep matematika kepada guru dan siswa lainnya.

Juga dapat mengembangkan pemahaman matematika bila menggunakan bahasa matematika yang benar untuk menulis tentang matematika. Mengklarifikasi ide-ide dan belajar membuat argumen serta mempresentasikan ide-ide matematika secara lisan, gambar, dan simbol.

Komunikasi matematika bukan sekadar menyatakan ide melalui tulisan, tetapi mencakup kemampuan siswa dalam hal bercakap, menjelaskan, menggambarkan, mendengar, menanyakan, bekerja sama, menulis, dan melaporkan apa yang telah dipelajari.

Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan siswa dalam menggunakan matematika sebagai alat komunikasi (bahasa matematika), dan kemampuan siswa dalam mengomunikasikan matematika yang dipelajarinya sebagai isi pesan yang harus disampaikan.

Melalui model pembelajaran Learning Cycle 7E menekankan siswa untuk dapat mengkonstruk sendiri pemikirannya dan pemahaman siswa akan konsep yang diajarkan diperoleh dengan cara olah fikir kognitifnya sendiri.

Diharapkan dengan Learning Cycle 7E pembelajaran matematika menjadi menyenangkan, penuh makna dan ada keberanian siswa untuk menyampaikan ide-ide kreatif kepada teman dan gurunya sehingga dapat meningkatkan komunikasi matematis siswa. (ips1/lis)


Guru Matematika SMP Negeri 38 Semarang Editor : Agus AP
#Sri Lestari #Learning Cycle 7E #SMP Negeri 38 Semarang #Komunikasi Matematis Siswa #Guru Matematika