Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

TGT dan Media Dakon Bilangan Tingkatkan Hasil Belajar KPK dan FPB

Agus AP • Sabtu, 31 Desember 2022 | 02:47 WIB
Immas Qodarsih, S.Pd.
Immas Qodarsih, S.Pd.
RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Matematika pada materi KPK dan FPB merupakan materi yang rumit dan proses penyelesaian yang panjang bagi peserta didik kelas IV SD. Hal inilah yang menjadikan nilai peserta didik akan rendah pada penyelesaian soal materi tersebut.

Faktor penyebab rendahnya nilai dalam menyelesaikan soal ini yaitu Peserta didik di dalam mengerjakan soal KPK dan FPB masih menggunakan model pembelajaran yang konvensional.

Pada kenyataannya, banyak peserta didik yang merasa takut atas ketidakmampuannya dalam memahami Matematika. Rasa takut inilah yang membuat peserta didik cenderung tidak berminat pada mata pelajaran ini. Mereka lebih tertarik terhadap mata pelajaran yang diminatinya.

Hal inilah yang menjadikan guru perlu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat.

Metode yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran KPK dan FPB salah satunya yaitu model kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament). Pembelajaran tipe ini menekankan peserta didik belajar secara kelompok heterogen yang beranggotakan 3 sampai 5 orang.

Kelompok heterogen meliputi tingkat kemampuan akademik, jenis kelamin, suku, dan status sosial. TGT adalah suatu tipe dalam model pembelajaran kooperatif.

Model ini mendorong peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuannya, menerapkan dan mempunyai keberanian untuk menyampaikan ide pengetahuannya, pengetahuannya, belajar memecahkan masalah, dan mendiskusikan masalah pelajaran.

Selain itu, waktu kegiatan pembelajaran lebih singkat dan keaktifan peserta didik lebih optimal. Hal ini dikarenakan dalam TGT, proses pembelajarannya bervariasi, yaitu terdapat tahap presentasi kelas, diskusi tim, permainan, turnamen, dan rekognisi tim (Erni Yunika Putri : 04).

Penerapan metode ini dalam pembelajaran matematika, perlu adanya media guna mendukung proses pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai materi yang disampaikan. Menurut Piaget (dalam Sri Subarinah 2006: 3), peserta didik SD di Indonesia pada umumnya berusia 7-12 tahun, sehingga terletak pada tahap operasi konkret.

Periode ini disebut operasi konkret sebagai berpikir logikanya didasarkan pada manipulasi fisik objek-objek konkret. Sementara Bruner dalam Nyimas Aisyah (2008: 1-6) menyatakan bahwa dalam proses belajar anak sebaiknya diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda atau alat peraga yang dirancang khusus dan dapat diotak-atik peserta didik dalam memahami suatu konsep matematika.

Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika adalah Dakon Bilangan. Dakon Bilangan adalah papan yang terdiri dari gelas-gelas bilangan dan menggunakan manik-manik berwarna, di mana satu warna manik mewakili satu bilangan. Permainan dakon bilangan terdiri dari papan dakon, manik-manik warna-warni, serta tutup lubang dakon.

Media ini dapat diterapkan pada materi KPK dan FPB, di mana pada materi ini merupakan salah satu materi yang sulit dipahami oleh peserta didik. Penggunaan dakon bilangan ini peserta didik diharapkan dapat membangun atau menemukan konsep kelipatan, faktor, KPK dan FPB.

Tujuan penerapan metode pembelajaran TGT ini adalah untuk meningkatkan minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran matematika yang selama ini dianggap sebagai mata pelajaran yang kurang menyenangkan dan monoton. Sedangkan penggunaan media Dakon Bilangan ini berguna untuk membantu siswa dalam memahami konsep dasar tentang materi KPK dan FPB.

Penerapan metode pembelajaran TGT dan media Dakon Bilangan ini menunjukkan bahwa pembelajaran Matematika materi KPK dan FPB mampu meningkatkan minat, hasil belajar, dan pemahaman peserta didik mengenai konsep Matematika khususnya pada materi KPK dan FPB.

Hal ini dapat diketahui dari meningkatnya hasil belajar dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran. Peserta didik menjadi berani dalam berkomunikasi dan bertindak, beraktivitas dalam mengemukakan pendapatnya, mampu bekerja sama dalam kelompok dan aktivitas dalam bertanya, serta minat dalam mengikuti pelajaran. (ut/ton)


Guru SD Negeri Gulon 4 Kecamatan Salam Kabupaten Magelang Editor : Agus AP
#Hasil Belajar KPK #Guru SD Negeri Gulon 4 #Media Dakon Bilangan #Immas Qodarsih