PPKn menurut Nu’man Somantri (2001: 299) adalah program pendidikan yang berisikan demokrasi politik yang diperluas dengan sumber-sumber pengetahuan lainnya. Positif dari pendidikan sekolah, masyarakat, orang tua, yang semuanya itu diproses guru untuk melatih peserta didik berpikir kritis, analitis, bersikap dan bertindak demokratis untuk mempersiapkan hidup demokratis berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Proses pembelajaran akan berhasil apabila terjadi interaksi yang baik antar keduanya. Guru mampu menyampaikan materi dengan baik dan mampu memahaminya dengan mudah. Sehingga akan menghasilkan output yang diinginkan.
Di era digital tentunya media yang digunakan juga berubah buku sebagai sumber belajar sudah mulai tidak banyak digunakan semua materi dan informasi yang dibutuhkan dapat ditemukan di internet. Metode ceramah bisa divariasikan dengan teknologi seperti e-learning.
Kenyataan saat proses pembelajaran PPKn penulis menjumpai peserta didik tidak fokus, dan motivasi belajar rendah. Motivasi menurut Weiner (1990) yaitu kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong mencapai tujuan tertentu, dan membuat tetap tertarik dalam kegiatan tertentu. Motivasi yaitu dorongan dari dalam peserta didik untuk terus berusaha meningkatkan potensi diri mencapai tujuan belajar.
Menurut Arikunto (2009:133) hasil belajar yaitu hasil akhir setelah mengalami proses belajar, perubahan itu tampak dalam perbuatan yang dapat diamati dan dapat diukur.
Melihat peserta didik dalam pembelajaran jenuh terhadap materi, guru dituntut menghidupkan suasana belajar tetap bersemangat. Penulis menggunakan Ice Breaking di kelas X jurusan Kecantikan dan Spa 2 pada Capaian Pembelajaran Peserta didik dapat membandingkan cara pandang para pendiri bangsa tentang rumusan dan isi Pancasila, mengidentifikasi peluang dan tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Ice Breaking sebagai pemecah situasi kebekuan pikiran atau fisik peserta didik. Ice breaking juga dimaksudkan membangun suasana belajar yang dinamis, penuh semangat dan antusiasme (Sunarto,2012:3). Tujuan Ice breaking memusatkan perhatian peserta didik, mengalihkan perhatian pada fokus materi yang berbeda-beda.
Manfaat Ice breaking melatih peserta didik berpikir kritis secara kreatif untuk memecahkan masalah, meningkatkan percaya diri, melatih menentukan strategi secara matang, melatih jiwa kepemimpinan. Prinsip ice breaking yaitu efektifitas, motivation, synchronized, tidak mengandung unsur SARA, tidak mengandung unsur pornografi.
Langkah-langkah dalam pembelajaran adalah guru membagi kelompok satu dengan kata wak wak, kelompok dua dengan kata wek-wek, kelompok tiga dengan kata wik-wik, dan kelompok empat kata wuk -wuk. Kemudian dinyanyikan bergantian senada lagu potong bebek angsa.
Bila peserta didik tidak salah mengucapkan kata wak-wak, wek-wek, wik-wik dan wuk-wuk tandanya sudah berkonsentrasi. Maka pembelajaran dilanjutkan lagi dengan perasaan senang sehingga tercapai KKTP (ketercapaian Tujuan Pembelajaran).
Kelebihan Ice Breaking membuat waktu panjang terasa cepat, menyenangkan dalam pembelajaran PPKn, dapat digunakan secara spontan. Ice Breaking dapat memaksimalkan hasil belajar peserta didik kelas X Jurusan Kecantikan dan Spa 2 SMK N 1 Tegal. (ko/fth)
Guru Mapel PPKn SMK1 Tegal Editor : Agus AP