Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menjadi Kreator Konten Pembelajaran Bagi Guru Untuk Menciptakan Suasana Belajar Lebih Menyenangkan

Agus AP • Senin, 14 November 2022 | 21:59 WIB
Mukhammad Cahyadi, S.Pd.
Mukhammad Cahyadi, S.Pd.
RADARSEMARANG.ID, Seorang guru di era digital seperti sekarang dituntut harus bisa memanfaatkan dan menguasai teknologi yang berkembang untuk mempermudah dalam pencapaian hasil belajar siswa.

Konten dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dimaknai sebagai ’informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik’ dan kreator diberi makna sebagai ’pencipta’ atau ’pencetus gagasan’.

Menjadi kreator konten pembelajaran adalah menciptakan media ajar elektronik yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman serta daya tarik bagi siswa. Sehingga hasil belajar yang menjadi tujuan pembelajaran bisa meningkat.

Menjadi guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas, harus mempunyai strategi dan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar. Sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar.

Dengan adanya media pembelajaran mampu membantu guru maupun peserta didik dalam proses pembelajaran. Yakni, salah satu manfaatnya adalah mampu menyalurkan bahan pelajaran secara menarik. Sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa. (Gagne dan Briggs, 1975).

Pembelajaran menyenangkan (joyful learning) menurut (Fadilah, 2014) adalah rancangan pembelajaran dengan tujuan menciptakan suasana yang membebaskan siswa untuk berani mencoba, bertindak, bertanya dan mengemukakan pendapat sehingga perhatian siswa dapat dipusatkan secara penuh pada pembelajaran.

Dengan memanfaatkan teknologi untuk membuat konten pendidikan seperti membuat film pendek tentang penjelasan suatu materi pembelajaran.

Misalnya pada pelajaran IPA tentang sistem pencernaan pada manusia, bisa dibuat dengan mengambil gambar sistem pencernaan dari Google, kemudian kita desain menjadi film dan kita sebagai aktor yang menjelaskan.

Munadi (2008:116) berpendapat bahwa “film adalah alat komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran efektif. Apa yang terpandang oleh mata dan terdengar oleh telinga, akan lebih cepat dan lebih mudah diingat dari pada apa yang hanya dapat dibaca atau hanya didengar”.

Pendapat lain menurut Trianton (2013: 57) menyatakan bahwa media film adalah “alat penghubung yang berupa film yang memberikan penerangan kepada orang banyak dan mempengaruhi pikiran mereka”.

Dalam mendesain sebuah film, kita bisa menggunakan aplikasi canva yang sudah umum digunakan. Membuat sebuah konten pembelajaran bisa kita mulai dari hal yang sederhana seperti contoh di sekolah penulis SD Negeri 02 Klesem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, para guru dengan menggunakan handphone membuat film pembelajaran dengan durasi yang pendek, hanya menjelaskan pokok materi.

Bersama kepala sekolah dan teman sejawat minta masukan atau umpan balik, sehingga film tersebut dinilai layak untuk disampaikan kepada siswa sebagai media ajar. Dengan berlatih dan mencari pengetahuan dari berbagai sumber kita terus belajar untuk membuat film tentang pembelajaran yang lebih baik sehingga menarik dan mudah dipahami oleh siswa.

Kegiatan lain yang bisa kita lakukan dalam membuat konten pembelajaran adalah membuat video vlog (video dalam blog) yang merupakan bentuk media infomasi berupa video yang dikemas secara sederhana yang dioperasikan melalui blog dan Youtube.

Dengan memanfaatkan vlog sebagai media pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa melalui penugasan dan kreativitas yang dibangun dalam hasil baik guru sebagai penyampai materi maupun siswa dalam mepresentasikan hasil karya tugasnya.

Minat belajar siswa dapat meningkat dengan pemilihan media yang tepat sesuai dengan perkembangan teknologi, kondisi dan lingkungan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Selain kegiatan di atas, masih banyak kegiatan pembelajaran yang berbasis ICT sebagai sarana penyampaian pembelajaran di sekolah. Guru diharapkan bisa menjadi kreator dalam pembuatan konten pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa. Sehingga tujuan pembelajaran dalam kegiatan belajar-mengajar di kelas bisa tercapai dengan baik.

Pembelajaran bebasis ICT tentu harus didukung pula dengan fasilitas penunjang, salah satunya adalah jaringan internet di sekolah yang memadai sebagai fasilitas penunjang dalam pembelajaran. Dengan berbekal fasilitas yang ada, seharusnya proses pembelajaran akan lebih menyenangkan. Sehingga terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik. (*)


Kepala SD Negeri 02 Klesem, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan Editor : Agus AP
#Menciptakan Suasana Belajar Lebih Menyenangkan #Kreator Konten #Menjadi Kreator Konten Pembelajaran #Kepala SD Negeri 02 Klesem #Pembelajaran Bagi Guru #Suasana Belajar #Mukhammad Cahyadi