Kabar baiknya remaja yang mampu bertanggung jawab bisa mendapatkan bantuan di berbagai tempat dengan berbagai cara. Pada dasarnya remaja yang bertanggung jawab adalah remaja yang mengenal diri sendiri dan mematuhi aturan.
Hal–hal yang harus diperhatikan, pertama, bersikaplah jujur kepada orang lain dan orang tua. Orang tua selalu mengharapkan yang terbaik untuk anaknya. Mereka juga pernah anak–anak, pasti mengerti apa yang sedang dialami anaknya.
Dengan bersikap jujur kepada orang tua, anak akan diberitahu mana yang baik dan buruk. Selain itu, membangun komunikasi yang baik dengan mereka.
Kedua, jalanilah hubungan yang baik dengan orang tua. Orang tua akan menghargai anak, karena mau menyediakan waktu untuk menceritakan apa yang sedang dialami. Contoh ceritakan hal–hal yang anak anggap penting agar mereka merasa dilibatkan. Ketiga, perlakukan orang lain seperti diri sendiri.
Perlakukan sikap berempati dan egois. Berempati membantu anak meningkatkan kesehatan emosional dan membangun persahabatan. Hormatilah orang lain, walaupun orang lain tidak menghormati.
Dengan demikian, ia belajar menghormati orang lain. Jangan cepat marah kepada anak–anak yang mengalami kesulitan. Bantulah orang lain sesuai dengan kemampuan. Keempat, belajar dengan tekun, berarti berusaha keras dan akhirnya berhasil.
Pendidikan Agama Kristen di SMK 1 Pati akan membentuk peserta didik menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan berkarakter yang mampu mematuhi ajaran–ajaran Tuhan.
Melalui menumbuhkan sikap bertanggung jawab, peserta didik memiliki pribadi yang disiplin dan memiliki kejujuran nilai–nilai moral yang diharapkan untuk membentuk tingkah laku bertanggung jawab. Sikap tanggung jawab ini sangat penting dan perlu diterapkan kepada semua peserta didik.
Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti itu tidak hanya mengutamakan koognitif saja. Akan tetapi sikap dan keterampilan di era globalisasi ini, perlu penilaian sikap menanamkan norma–norma etika, lebih lebih etika pergaulan.
Perkembangan remaja di masa transisi dan anak–anak menuju dewasa dalam pencarian jati diri mereka, apalagi di dalam pergaulan perlu sikap bertanggung jawab itu disampaikan terus kepada anak–anak remaja. Supaya di masa yang akan datang, mereka menjadi seorang pribadi yang kuat, kokoh dalam imannya, takut akan Tuhan. Sehingga menjadi berkat bagi sesamanya.
Hidup berintegrasi mencakup kesatuan hati, pikiran, dan pola kehidupan yang sejalan dengan rencana dan kehendak Allah. Tantangan sebesar apapun tidak dapat menghambat umat Allah hidup sebagai berkat dari Tuhan. Sebab, Allah memanggil kita untuk menyatakan kebaikan.
Dalam keseharian, kita banyak menjumpai orang–orang yang terbiasa tidak bertanggung jawab, mulai dari melanggar rambu–rambu lalu lintas, tidak menepati janji. Dalam taraf ini, perilaku tidak bertanggungjawab bisa menjadi penyebab orang lain jadi korban.
Bertanggung jawab memang bukanlah hal yang mudah untuk dijalani, apalagi jika orang tersebut hanya peduli pada dirinya sendiri. Ketika orang hanya memikirkan diri sendiri, orang tidak akan capek–capek memikirkan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup atau kerugian yang dirasakan orang lain. Proses pembentukan dan latihan yang dilakukan berulang–ulang. Untuk mengasah motivasi dan ketaatan diri, jika kita menjadi pribadi yang bertanggung jawab, maka percayalah kalau itu semua akhirnya berguna untuk kebaikan diri kita dalam keterkaitan bersama Tuhan.
Latihan bertanggung jawab sudah harus mulai dan biasakan, karena jika dilakukan dengan benar, melaluinya kita ditolong untuk melakukan pertumbuhan rohani yang baik. Jika kita sungguh–sungguh melakukan bertanggung jawab, pasti kita akan lebih aman. Akan tetapi ukuran di atas tidaklah dapat dikatakan sebagai tolok ukur yang tepat, tetapi yang terpenting membuktikan wujudnya tentang bertanggung jawab.
Dengan demikian, bertanggung jawab merupakan sesuatu yang harus diyakini dan dihayati dalam hidup dan menjadi pendorong seseorang dalam bertindak dan bersikap bertanggung jawab di tengah–tengah masyarakat. Adapun supaya remaja bisa menjalankan bertanggung jawab, marilah saling berbuat baik dan harus bisa mempraktikkan dalam kehidupan sehari–hari.
Adapun cara menumbuhkan rasa bertanggung jawab pada remaja, yakni memberikan pemahaman tentang pentingnya tanggung jawab; mengajak diskusi tentang pemahaman tanggung jawab; memberikan tugas agar melatih tanggung jawab; melatih mengambil keputusan; memberi kepercayaan; orang tua dan guru harus menjadi teladan bagi anak–anak dan peserta didik; menghentikan kebiasaan mengeluh; tidak perlu banyak aturan, serta jangan menunda–nunda pekerjaan. (una/ida)
Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SMKN 1 Pati Editor : Agus AP