Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Belajar Asyik dengan Model Discovery Learning

Agus AP • Selasa, 25 Oktober 2022 | 22:00 WIB
Dra. Sami
Dra. Sami
RADARSEMARANG.ID, BELAJAR merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Berdasarkan hasil pengamatan, siswa kurang aktif dalam belajar, dikarenakan model pembelajaran kurang menarik karena tidak melibatkan siswa secara aktif.

Keaktifan siswa rendah justru disebabkan oleh pembelajaran yang berpusat pada guru karena hanya menggunakan model pembelajaran yang bersifat konvensional, sehingga nilai ulangan harian yang dicapai siswa di bawah KKM.
Dengan demikian guru perlu merancang kegiatan pembelajaran di kelas secara kreatif dan inovatif.

Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan membuat peserta didik tidak merasa bosan dalam belajar. Strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penciptaan suasana yang menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Pelajaran PPKn merupakan mata pelajaran yang bertujuan membentuk siswa menjadi warga negara Indonesia yang baik. Agar misi pelajaran PPKn dapat berhasil, maka guru perlu memilih model pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa dengan model discovery learning.

Pendekatan saintifik dengan model discovery learnig adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi atau fakta dan menghubungkannya dengan materi pelajaran. Sehingga siswa dapat memanfaatkan pengetahuan yang ada dan pengetahuan baru untuk menemukan ide-ide tentang suatu topik dan dapat menjalankan prinsip pembelajaran penemuan.

Bruner (2021) menyatakan discovery learning adalah proses pencarian pengetahuan yang dilakukan oleh siswa untuk menemukan suatu pemecahan masalah atau fakta yang bermakna. Guru tidak mengajarkan materi dengan cara hafalan tetapi memfasilitasi proses pembelajaran. Sehingga discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar pada Kompetensi Dasar : 3.1 Konsep Hak dan Kewajiban Asasi Manusia untuk siswa kelas XI RPL2 semester gasal SMK Negeri 10 Semarang.

Langkah-langkah pembelajaran discovery learning dimulai dari pendahuluan. Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan. Dilanjutkan dengan inti dimana guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok 3-5 orang, kemudian peserta didik diminta untuk membaca konsep hak dan kewajiban asasi manusia, mengidentifikasi secara kelompok dan mencatat pertanyaan yang ingin diketahui.

Selanjutnya guru membimbing, memotivasi dan mengamati keterampilan siswa. Peserta didik mencari informasi dan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan yang disusun dengan membaca sumber lain yang relevan. Guru berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik dalam menghubungkan berbagai informasi yang diperoleh untuk menganalisis persamaan, perbedaan berdefinisi makna hak dan kewajiban asasi manusia, menyusun laporan hasil analisis dan menyajikan secara lisan.

Dengan demikian siswa aktif mengerjakan tugas secara kelompok, sehingga suasana belajar sangat menyenangkan karena adanya kerja sama, untuk menemukan sendiri jawabannya. Pengetahuan yang ditemukan siswa melalui proses kognitigf akan masuk ke memori jangka panjang sehingga akan bertahan lama dalam ingatan mereka juga meningkatkan kemampuan, penalaran berpikir sistematis. Belajar adalah cara untuk mempertahankan dan mentransformasikan informasi secara aktif.

Dapat disimpulkan model discovery learning sangat tepat untuk menyampaikan materi konsep hak dan kewajian asasi manusia. Sehingga siswa dapat menerapkan hak dan melaksanakan kewajiban asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta dapat memecahkan persoalan yang dihadapi di dalam kehidupan nyata.

Discovery learning membantu guru dan siswa membuat kaitan materi yang diajarkan dengan situasi nyata. Sehingga mampu melebur pemahaman materi yang dimiliki dengan implementasinya dalam kehidupan. Penerapan model pembelajaran discovery learning sangat menarik dan menyenangkan. (ko/lis)


Guru PPKn SMK N 10 Semarang Editor : Agus AP
#Belajar Model Discovery Learning #SMK N 10 Semarang #Guru PPKn #Dra. Sami