Hari itu, penulis mengajar di kelas X MIPA1. Saat memasuki ruangan siswa menyapa penulis. Kemudian penulis merespon sapaan dari siswa. Di dalam ruang kelas terlihat pemandangan yang meakjubkan. Seluruh siswa memakai masker, Menjaga jarak 50 cm dan sebagian membawa hand sanitaiser. Mereka sudah teratur tanpa diatur.
Magnet “prokes” mejadi budaya dalam hidup berdisiplin warga sekolah. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Semua siswa berdiri. Pada saat berdiri, penulis mengamatinya. Luar biasa, semua siswa memakai seragam rapi, mengenakan dasi, dan ikat pinggang berwarna hitam.
Apabila penulis menengok kejadian sebelum PTM dan sesudah PTM, terlihat banyak perbedaan. Kejadian sebelum PTM: Siswa sering mengeluarkan bajunya, melepas dasi, saat pembelajaran. Kemudian siswa mulai merapikan bajunya apabila di ingatkan oleh penulis. Siswa datang terlambat ke kelas dengan pakaian yang tidak rapi. Siswa terlambat mengumpulkan tugasnya. Hasil pekerjaan siswa seadanya.
Berdasarkan catatan dalam agenda penulis, ketidakdisiplinan siswa sering terjadi pada saat sebelum PTM. Perubahan sikap disiplin nyata terjadi saat PTM. Perubahan sikap positif yaitu: Siswa lebih rapi dalam berpakaian, ketika saat pembelajaran maupun istirahat. Siswa fokus dan tertarik dalam pembelajaran. Siswa tepat waktu dalam mengumpulkan tugasnya. Hasil pekerjaan siswa benar, terarah dan baik. Dari hasil evaluasi menunjukkan bahawanya siswa mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Materi hari itu adalah “Personal Experience”.
Penulis membagikan serangkaian gambar yang bertanda segitiga berwarna biru. Di setiap gambar tersebut juga di tuliskan 10 kata kunci, untuk menulis “Personal Experience Text” serta Indikator Penilaian. Indikator adalah variabel-variabel yang bisa menunjukkan ataupun mengindikasikan kepada penggunanya mengenai sesuatu kondisi tertentu, sehingga bisa dipakai untuk mengukur perubahan yang terjadi (Green:1992). Indikatornya yaitu: Stuktur terksnya berisi : Orientation, Evnts dan Reorientation.
Panjangnya teks 200 kata. Kalimat nya menggunakan “Past tense”. Koheren. Kemudian penulis juga menyampaika bahwa, hasil pekerjaan dikumpulkan ke Meja penulis secara bersama-sama. Waktu mengerjakan adalah 2 Jam Tatap Muka. Dari hasil pekerjaan siswa pencapaian keterampilan menulis “Personal Experience” terjadi peningkatan siknifikan.
Semua siswa mengumpulkan pekerjaan tepet waktu. Dari 36 siswa, yang mencapai KKM 29 siswa dengan rentang nilai 82 – 92. Untuk 7 siswa mendapat nilai 67. Nampak sekali perbedaan ketika pembelajaran secara Daring. Materi dan media yang diguakan sama, tetapi hasil yang dicapai siswa berbeda. Dari 36 siswa yang mencapai KKM sebanyak 21 siswa.
Ketercapaian KKM 58,3%. Sedangkan 15 siswa belum mencapai KKM, dikarenakan, 1 siswa tidak mengumpulkan, dan 1 siswa sakit dan yang 13 siswa hasil pekerjaannya tidak cukup sesuai dengan indikator penilaian yang sampaiakan penulis. Dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa hasil pekerjaan siswa tentang keterampilan menulis “Personal Experience” melalui media serangkaian gambar yang bertanda segitia, berwarna biru, disertai kata kunci, di kelas XMIPA1 Tahun Pelajaran 2021/ 2022 meningkatkan secara “significan”.
Siswa menjadi insan berudaya disiplin di lingkungan sekolah. Hal ini terlihat nyata seiring “Prokes” di kelas di masa PTM. Siswa di kelas X MIPA1 menjadi insan yang rajin, disiplin, cerdas dan berintegritas. (*/zal)
Guru SMAN 2 Mranggen, Demak Editor : Agus AP