Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Kurikulum Merdeka, Peran Orang tua dan Guru dalam Capaian Pembelajaran

Agus AP • Sabtu, 10 September 2022 | 22:00 WIB
Mustofa Mualimin, S.Pd
Mustofa Mualimin, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, MENURUT Buku Saku Kurikulum Merdeka, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana konten belajar akan lebih optimal agar peserta didik memiliki waktu yang cukup untuk menguatkan kompetensi.

Dalam pencapaian kompetensi peserta didik, perlu diketahui bahwa selain peran pengajar, dukungan dan peran orang tua juga memiliki andil besar. Hal ini seperti yang termuat dalam Buku Saku Kurikulum Merdeka, bahwa dukungan orang tua menjadi salah satu kunci keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka. Mengapa demikian?

Dari sudut pandang peserta didik, konsep merdeka belajar adalah cara belajar mereka atur sendiri. Dari menentukan tujuan, cara dan penilaian belajarnya. Sementara dari sudut pandang pengajar, konsep merdeka belajar berarti melibatkan peserta didik dalam menentukan tujuan, memberi pilihan cara, dan melakukan refleksi terhadap proses dan hasil belajar.

Guna mempertemukan dua sudut pandang di atas, salah satunya adalah melalui program semester yang didalamnya berisi Alur dan Tujuan Pembelajaran (ATP). Di sinilah rangkaian pembelajaran akan disusun secara sistematis dan logis untuk Capaian Pembelajaran (CP) baik bagi pengajar maupun peserta didik itu sendiri.

Peran orang tua dapat dilakukan dengan cara ikut memahami kompetensi yang perlu dicapai bagi si anak. Hal ini perlu dilakukan mengingat terdapat 3 aspek penting dalam Alur Tujuan Pembelajaran. Yakni; kompetensi, konten, serta variasi.

Pada kesempatan ini penulis mengambil contoh dalam pelajaran Bahasa Indonesia Fase C Kelas VI dalam hal karya sastra.

ATP dalam fase ini mengajak pengajar dan peserta didik untuk bersama mengeksplorasi bacaan yang lebih beragam dan komprehensif serta mengembangkan keterampilan menulis yang lebih kompleks.

Tujuan yang ingin dicapai diharapkan peserta didik dapat memperkaya pengalaman membaca mereka, melakukan analisis, dan berpikir kritis. Setelah itu, diharapkan pula peserta didik dapat mengembangkan diri dalam keterampilan menulis karya sastra.

Capaian di atas akan menjadi mudah apabila melibatkan peran orang tua. Dalam kasus di atas, orang tua bisa memperkenalkan si anak agar mengakses perpustakaan di dalam maupun luar sekolah untuk mendapatkan berbagai macam buku bacaan yang diperlukan.

Membiasakan anak ke perpustakaan dan disiplin membaca buku selama di rumah akan sangat membantu capaian pembelajaran. Selain cara di atas, orang tua juga diharapkan berperan aktif mendiskusikan hasil bacaan mereka.

Lebih jauh, peran orang tua bisa berlanjut ke dalam tahapan untuk mencari informasi berbagai lomba karya sastra. Misal, lomba menulis dan membaca puisi atau lomba mendongeng. Langkah-langkah di atas akan membantu kompetensi, memahami konten dan variasi dalam keterampilan berpikir si anak.

Dari sisi pengajar di sekolah, peran guru berperan penting sebagai pemberi contoh. Guru pun hendaknya turut aktif memperkaya diri dengan aneka jenis bacaan dan menghasilkan karya tulis dengan jenis bervariasi.

Sebelum menutup tulisan ini, penulis menyadari bahwa model pembelajaran kurikulum merdeka juga penting diperhatikan. Misalnya, penulis cenderung tertarik menggunakan model pembelajaran berbasis projek. Misalnya, anak-anak diajak membuat sesuatu yang melibatkan aktivitas yang mendukung perkembangan aspek motorik dan kognitif.

Meski demikian, apapun model pembelajaran yang digunakan sebenarnya tidak ada masalah. Yang penting adalah, dalam proses pembelajaran tersebut memberikan kesan menyenangkan pada peserta didik dan juga memberikan makna seperti yang diharapkan dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar. Seperti yang diterapkan di SDN Salatiga 03. (ks/zal)


Guru SDN Salatiga 03 Editor : Agus AP
#Guru SDN Salatiga 03 #Kurikulum Merdeka #Mustofa Mualimin #Peran Orang tua dan Guru #Capaian Pembelajaran