Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Mencipta Proses Belajar Bahasa Indonesia yang Merdeka

Agus AP • Sabtu, 10 September 2022 | 19:12 WIB
Muhammad Arsyad, S.Pd
Muhammad Arsyad, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Terobosan baru dalam bidang pendidikan di Indonesia era Mendikbud Nadiem adalah merdeka belajar. Merdeka belajar ingin menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik bagi murid maupun para guru.

Merdeka belajar lahir karena banyaknya keluhan dari orang tua dan siswa terhadap sistem pendidikan nasional yang berlaku selama ini. Terutama soal beban belajar siswa yang dipatok dengan ketuntasan minimal.

Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan, merdeka belajar adalah suatu pendekatan yang dilakukan supaya siswa dan mahasiswa bisa memilih pelajaran yang diminati. Hal ini dilakukan supaya para siswa dan mahasiswa bisa mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan sumbangan yang paling baik dalam berkarya bagi bangsa.

Esensi dari penerapan merdeka belajar ini adalah kemerdekaan berpikir. Terutama penerapan kemerdekaan berpikir oleh guru. Tanpa terjadi perubahan dalam kemerdekaan berpikir oleh guru, maka tidak akan pernah terjadi perubahan dalam proses pembelajaran. Terlebih, tidak terjadi kemerdekaan berpikir pada siswa. Oleh karena itu, guru harus siap untuk mereaktualisasi kemerdekaan berpikirnya dalam proses pembelajaran.

Mata pelajaran Bahasa Indonesia diajarkan sejak sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Namun, selama ini, dalam proses pembelajarannya mengabaikan prinsip-prinsip humanisme, pembelajaran yang mengekang, mendikte, menghafal, dan tidak mengajarkan apresiasi, empati, dan belum mampu menumbuhkan humanisasi. Karena proses pembelajarannya hanya diorientasikan pada tujuan, hasil, dan kompetensi. Terlihat dari digunakannya Kriteria Ketuntasan Minimal pada tiap-tiap kompetensi belajar.

Dengan penerapan merdeka belajar yang dibarengi perubahan berpikir oleh guru, diharapkan terjadi proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang tidak mengekang. Yakni proses pembelajaran yang menerapkan prinsip-prinsip humanisme, pembelajaran yang menumbuhkan kemerdekaan dalam berpikir dan menelurkan gagasan, menumbuhkan empati serta apresiasi.

Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan guru Bahasa Indonesia dalam menerapkan merdeka belajar. Antara lain pertama, guru menciptakan daya magnetis dalam pembelajaran. Guru harus mampu menjadi daya magnet bagi para siswanya sehingga mereka tertarik mengikuti pembelajaran. Ketertarikan siswa secara sukarela adalah pintu masuk proses belajar yang merdeka.

Langkah-langkah persuasif yang positif dapat dilakukan oleh guru untuk memotivasi anak agar dapat berkolaborasi secara aktif dalam proses belajar.

Kedua, guru menguatkan nilai-nilai filsafati Bahasa Indonesia. Selama ini pembelajaran Bahasa Indonesia hanya seputar pemahaman terhadap teks dan cara berkomunikasi secara lisan maupun tulis. Untuk menerapkan merdeka belajar, guru harus dapat memberikan nilai-nilai filosofi lain dari pembelajaran Bahasa Indonesia. Tidak hanya terbatas pada pemahaman teks dan cara berkomunikasi saja.

Ketiga, guru memerdekakan para siswa dalam proses belajar kreatif yang kritis. Guru harus mampu membuat desain pembelajaran yang kreatif dan kritis. Pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru harus mampu mencipta proses pembelajaran yang riang gembira. Jadi siswa tidak hanya ditekankan pada pemerolehan pengetahuan, tujuan, hasil, dan kompetesi minimal. Namun juga cara berpikir yang kritis dan penguatan apresiasi serta empati.

Terakhir, guru harus mampu menggunakan sistem assessment atau penilaian yang memerdekakan proses belajar. Sistem penilaian merupakan salah satu bagian penting dalam pembelajaran. Guru harus menghindari sistem penilaian yang melahirkan rasa takut, frustasi, dan tertekan bagi siswa. Hmampu mencipta sistem penilaian yang otentik, yakni penilaian yang mampu memotret secara keseluruhan kemampuan anak sehingga guru mampu merancang proses belajar selanjutnya.

Dengan melakukan langkah-langkah sederhana seperti tersebut, diharapkan merdeka belajar sebagaimana yang diharapkan oleh dunia pendidikan sekarang bisa terwujud. Namun pertanyaannya adalah, “Apakah kita selaku guru siap untuk mengubah pola pikir dan menerapkan merdeka belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia?” (wa2/lis)



Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Wonotunggal Editor : Agus AP
#Belajar Bahasa Indonesia #SMAN 1 Wonotunggal #Muhammad Arsyad #Guru Bahasa Indonesia #Merdeka