Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pemahaman Konsep Masa Kemerdekaan Meningkat dengan Media Smart Card

Agus AP • Sabtu, 10 September 2022 | 01:26 WIB
Dra. Indartik, M.Pd.
Dra. Indartik, M.Pd.
RADARSEMARANG.ID, Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah atau disingkat Jasmerah adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno. Mengandung makna, peristiwa sejarah merupakan guru kehidupan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan penduhulunya.

Senada dengan itu, istilah historia magistra vitae bermakna sejarah adalah guru kehidupan. Artinya, sejarah merupakan pengalaman yang menjadi guru terbaik. Melalui pengalaman tersebut seseorang atau sebuah bangsa akan lebih bijaksana dan berhati-hati sehingga tidak akan mengulang kesalahan yang pernah dilakukan para pendahulunya.

Sejalan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang mengedepankan peran aktif kreatif peserta didik dalam setiap proses pembelajaran, guru bukan satu-satunya sumber belajar. Guru lebih berperan sebagai mitra dan mediator dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan implementasi sistem pembelajaran abad 21, dengan pembelajaran berpusat pada peserta didik (student-centered learning).

Tuntutan dunia masa depan, peserta didik harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar. Kondisi dalam proses pembelajaran IPS dikelas IX SMP Negeri 11 Semarang, khususnya yang berkaitan dengan tema sejarah secara umum masih terdapat permasalahan, mulai dari siswa jenuh, kurang kreatif, tidak bersemangat sehingga tingkat pemahaman dan hasil belajar kurang sesuai harapan. Agar semua permasalahan mampu diatasi, pendidik harus mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan yang menantang peserta didik untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah.

Salah satu materi dalam pembelajaran IPS kelas IX, KD.3.4 adalah materi Masa Kemerdekaan. Materi ini sarat muatan karakter nasionalisme, sehingga perlu media yang tepat agar tujuan tercapai. Lebih lanjut, Gagne dan Briggs (1975) dalam Arsyad (2013:4) secara eksplisit mengatakan media pembelajaran mencakup alat-alat yang secara fisik digunakan sebagai perantara untuk menyampaikan isi bahan ajar secara efektif kepada peserta didik.

Media smart card, dipilih sebagai solusi dalam proses pembelajaran materi tersebut untuk meningkatkan pemahaman konsepnya. Smart card adalah bentuk media berupa kartu cerdas berukuran 10 cm x 10 cm, terdiri dari dua kelompok.

Kelompok pertama berisi gambar-gambar berkaitan dengan peristiwa masa Kemerdekaan dan kelompok kedua berupa kartu berisi kata kunci dari kartu kelompok pertama. Keunggulan smart card, murah meriah, melibatkan siswa dalam pembuatannya, mengarah ke pembelajaran berbasis CTL, dan mampu membangkitkan kreativitas peserta didik untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran sesuai pengalaman yang diketahuinya. Smart card memiliki fungsi atensi, afektif, kognitif, maupun fungsi kompensatoris.

Penerapan pembelajaran dengan media smart card adalah sebagai berikut: pertama, guru menjelaskan skenario dan media pembelajaran yang akan dilalui, kedua guru membagi kartu gambar dan kartu kata kunci disetiap meja. Ketiga, peserta didik dalam kelompok kecil berdiskusi membahas sesuai permasalahan. Keempat, kartu gambar dan kartu penjelasan dijadikan satu ditukar dengan kelompok lain, diberi komentar dan ditempel di lembar kerja. Selanjutnya masing-masing kelompok mengamati lembar kerja yang telah ditempel.

Kelima, guru beserta peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran sesuai indikator dalam materi tersebut. Penerapan smart card dalam proses pembelajaran IPS di kelas IX SMP Negeri 11 Semarang lebih kondusif, peserta didik lebih aktif, kreatif, tumbuh keberanian berpendapat, kolaboratif, dan tumbuh budaya kompetitif.

Dengan demikian, penerapan smart card dalam proses pembelajaran IPS di kelas XI SMP Negeri 11 Semarang diharapkan mampu meningkatkan kreativitas, antusias dan kondusif. Juga mampu meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran.

Penerapan media tersebut, sejalan dengan tujuan pembelajaran IPS yaitu membekali peserta didik agar mampu berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain, memiliki kecakapan dalam mengolah dan menerapkan informasi secara cerdas, serta penguasaan secara komprehensif ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Di sisi lain tetap mencintai perjalanan sejarah bangsanya sebagai pedoman untuk melangkah lebih baik di masa depan. (ump2/lis)


Guru IPS SMP Negeri 11 Semarang Editor : Agus AP
#Indartik #Pemahaman Konsep Masa Kemerdekaan #SMP Negeri 11 Semarang #Guru IPS #Media Smart Card