Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Membentuk Pemuda Pancasila

Agus AP • Kamis, 8 September 2022 | 02:24 WIB
Achmad Sukari Andreas  Suseno
Achmad Sukari Andreas Suseno
RADARSEMARANG.ID, Kepercayaan diri merupakan sikap yang harus kita bentuk dan selanjutnya dikembangkan kaitannya membentuk karakter pemuda Pancasila. Para ahli mengatakan harga diri yang positif memiliki korelasi yang kuat dengan perilaku dan kebahagiaan. Sehingga mengajar anak untuk memiliki kepercayaan diri adalah penting.

“Ada hubungan yang kuat antara bagaimana perasaan anak tentang dirinya sendiri dan bagaimana dia bertindak,” kata William Sears, MD, “sangat penting untuk membesarkan anak yang percaya diri.”

Para ahli menyarankan untuk memuji anak secara realistis. Hindari pujian yang terus-menerus dan berlebihan karena tidak efektif. Para ahli juga menyarankan menghargai perilaku positif daripada berfokus pada perilaku buruk. Membiarkan anak mengalami kegagalan pada beberapa kesempatan untuk mengatasi hambatan mereka akan membangun kepercayaan diri di masa depan.

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat. Memiliki kompetensi global serta berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam semua sila yang terdapat dalam setiap sila.

Sedangkan profil pelajar Pancasila tertuang dalam peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020 - 2024. Profil pelajar Pancasila memiliki beberapa ciri yang utama yakni bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, beraklak mulia, berkebhinnekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

pelajar Indonesia yang berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia adalah akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan akhlak bernegara.

Berkebhinnekaan global merupakan ciri dari pelajar Pancasila. Pelajar Indonesia mempertahankan kebudayaan luhur, lokalitas, dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain.

Perilaku pelajar Pancasila ini menumbuhkan rasa saling menghargai dan memungkinkan terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa yang sejak dulu telah dirintis oleh para pendahulu kita, dan kita wajib melestarikannya. Elemen kunci berkebinekaan global adalah mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinnekaannya.

Gotong royong merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Karakter tersebut telah terbentuk oleh nenek moyang. Pelajar Indonesia memiliki kemampuan gotong royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan bersama-sama dengan suka rela agar dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen kunci gotong royong adalah kolaborasi, kepedulian dan berbagi kepada sesama untuk melestarikan adat kebiasaan nenek moyang kita.

Pelajar Indonesia adalah pelajar mandiri, yaitu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Pada kenyataannya ketika masih menjadi peserta didik masih banyak yang belum menyadari, bahwa kemandirian itu sangat diperlukan.

Misalnya ketika dalam ulangan di kelas bisa kita amati anak yang berjiwa mandiri akan kelihatan. Begitu pula pada anak yang selalu terpengaruh pada teman sekitarnya. Elemen kunci mandiri adalah kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi dan regulasi diri.

Pelajar yang bernalar kritis adalah pelajar Pancasila yang mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya.

Dengan bernalar kritis maka kita akan mendapatkan banyak pengetahuan dan kemajuan dalam segala hal. Elemen kunci bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil keputusan.

Pelajar Pancasila wajib mengetahui dan melaksanakan hal tersebut di atas. Peran guru sangat diperlukan untuk mewujudkan sifat-sifat dan karakter tersebut. (ump2/lis)


Guru SDN Mutihwetan Editor : Agus AP
#Guru SDN Mutihwetan #PEMUDA PANCASILA #Achmad Sukari Andreas Suseno