Beragamnya kecepatan pelajar atau siswa dalam memahami materi atau konsep yang diajarkan oleh guru (Lamronna, 2012 : 9). Salah satu alasan tersebut sejalan dengan informasi yang diungkapakan oleh guru seperti terlalu banyak rumus-rumus matematika khususnya materi trigonometri, dan materinya yang sangat luas dan sulit.
Untuk mengatasi ketakutan siswa belajar trigonometri, maka ini kami akan sajikan beberapa pemikiran untuk mengatasi ketakutan atau persepsi negatif tentang trigonometri. Pembelajaran trigonometri dikemas dengan berorientasi pada lingkungan sekitar. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah RME (Realistic Mathematic Education) yaitu dengan mengaitkan dan melibatkan lingkungan sekitar, pengalaman nyata siswa dalam kehidupan sehari-hari, serta aktivitas siswa. Menurut pendapat Vigotsky dimana pengetahuan merupakan proses adaptif, yang mengorganisasikan pengalaman si pembelajar dalam interaksi dengan lingkungannya (Suparno, 1997:57).
Pembelajaran trigonometri dilaksanakan di luar ruangan. Irawan (Ginting, 2005:37) menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran di luar kelas (outdoor study) adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menggunakan suasana di luar kelas sebagai situasi pembelajaran berbagai permainan sebagai media transformasi konsep-konsep yang disampaikan. Pembelajaran diluar ruangan merupakan variasi strategi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan dan sekitar secara langsung, sekaligus menggunakannya sebagai sumber belajar.
Pembelajaran trigonometri dengan menuntaskan materi. Adanya keyakinan sebagian dari pakar pendidikan bahwa siswa lebih baik mendapatkan sedikit materi sampai tuntas daripada belajar materi banyak namun dangkal. Sehingga pembelajaran trigonometri bisa menggunakan Mastery learning Approach (MLA). Mastery learning adalah proses belajar mengajar yang bertujuan agar bahan ajaran dikuasai secara tuntas, artinya dikuasai sepenuhnya oleh siswa. Mastery learning Approach (MLA) memiliki kualitas yang unik yang memungkinkan penguasaan siswa bertambah dan menarik perhatian siswa untuk melakukan kegiatan korektif (Wambugu dan Changeiywo, 2008).
Pembelajaran trigonometri dengan menggunakan teknik belajar sambil bermain. Bagi kebanyakan siswa, belajar trigonometri merupakan beban berat dan membosankan, sehingga siswa kurang termotivasi, cepat bosan, lelah serta takut. Untuk mengatasi hal tersebut pendidik dapat melakukan berbagai inovasi pembelajaran, misalnya memberikan permainan dalam pembelajaran berupa kuis atau teka-teki yang harus ditebak baik secara berkelompok ataupun individu, membuat puisi matematika, dan sebagainya tergantung kreativitas siswa.
Menurut Afari, et al.(2013), penerapan media games yang kreatif bermanfaat bagi guru matematika khususnya materi trigonometri pada praktik pedagogis, seperti permainan dalam rangka meningkatkan lingkungan kelas dan sikap siswa terhadap matematika. Selain itu temuannya berupa interaksi siswa pada pembelajaran matematika dengan media permainan dapat meningkatkan kemampuan siswa baik secara ketrampilan dan pengetahuan.
Sedangkan manfaat dari belajar trigonometri itu banyak sekali dalam kehidupan sehari-hari kita. Para arsitek menggunakan perbandingan trigonometri untuk mengukur jalan yang akan diperbaiki ataupun gedung bertingkat yang sedang di bangun.
Bahkan masih banyak lagi manfaat trigonometri di bidang lain seperti di bidang navigasi tabel trigonometri dapat untuk perhitungan dalam astronomi untuk menemukan jarak antara benda-benda angkasa, menentukan tinggi menara, dalam oseanografi untuk menghitung ketinggian gelombang air laut, kemudian fungsi sinus dan cosinus yang merupakan dasar bagi teori fungsi periodik seperti pada gelombang suara dan cahaya, bahkan dapat juga digunakan untuk menentukan arah kiblat dengan menggunakan ilmu ukur segitiga bola.
Demikianlah beberapa pemikiran yang dapat digunakan untuk mengatasi rasa takut belajar trigonometri di SMKN 2 Cepu. Dan tak kalah pentingnya bahwa motivasi dari diri siswa sendirilah yang paling utama dapat menaklukkan ketakutan dalam belajar trigonometri. Mengingat betapa penting kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi jika cita-cita siswa untuk masa depannnya yang berkaitan dengan ilmu trigonometri. (kj1/zal)
Guru Matematika SMKN 1 Cepu Editor : Agus AP