Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Digitalisasi Pendidikan Era Merdeka Belajar melalui LMS Schoology

Agus AP • Selasa, 2 Agustus 2022 | 00:54 WIB
Yahya Kristanto M.Pd
Yahya Kristanto M.Pd
RADARSEMARANG.ID, KEBIJAKAN Merdeka Belajar merupakan langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia Unggul Indonesia yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Guru dan peserta didik memiliki kemerdekaan dalam berpikir tanpa dibebani oleh sistem ranking/nilai, menentukan sendiri cara terbaik dalam proses pembelajaran.

SMP Kristen 2 Eben Haezer sebagai salah satu sekolah unggulan di Kota Salatiga merespon positif program Merdeka Belajar dan digitalisasi pendidikan dari Kemendikbud dengan menyiapkan program strategis sekolah. Tidak hanya terkait pengadaan alat elektronik, pada program digitalisasi pendidikan ini, SMP Kristen 2 Eben Haezer sudah menerapkan Learning Management System (LMS) Schoology. Karena itu, para guru mendapatkan banyak manfaat dan kemudahan sehingga proses pembelajaran jauh lebih efektif, efisien menyenangkan dan bermakna, baik pada saat sebelum, selama, dan setelah pandemi Covid-19.

Digitalisasi pendidikan di era Merdeka Belajar melalui LMS Schoology sudah diterapkan di SMP Kristen 2 Eben Haezer mulai Tahun 2019. Pada awalnya penggunaan LMS Schoology untuk pembelajaran blended learning. Menurut Graham (2005) blended learning secara lebih sederhana sebagai pembelajaran yang mengombinasikan antara pembelajaran online dengan face-to-face (pembelajaran tatap muka). Semula pembelajaran blended learning difokuskan untuk mempersiapkan peserta didik mengikuti Ujian Nasional. Terbukti pengembangan blended learning berbasis Schoology dapat meningkatkan motivasi belajar dan kompetensi pengetahuan Peserta didik dengan nilai rata-rata Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/ 2018 (sebelum menerapkan blended learning ) sebesar 7,28 pada Tahun Pelajaran 2018/ 2019 (setelah menerapkan blended learning) mengalami peningkatan menjadi 7,98 dengan kenaikan rata-rata 0,70.

Berbekal dari pengalaman sekolah menerapkan blended learning menggunakan LMS Schoology sejak tahun 2019, peserta didik selama pandemi Covid-19 tetap bisa menjalankan pembelajaran dua arah yaitu pembelajaran langsung dan tidak langsung (synchronus dan asynchronus). Seperti halnya pembelajaran tatap muka (PTM), dilakukan dengan meminimalkan terjadinya learning loss selama masa pandemi Covid-19 (https://www.youtube.com/watch?v=ixn6cZKA7I8 ).

Selain memberikan kemanfaatan pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19, digitalisasi pendidikan menggunakan Schoology juga berdampak pada penghematan anggaran sekolah, khususnya untuk pengadaan kertas dan penggandaan soal pada saat penilaian, baik Penilaian Harian, Penilaian Akhir Semester, dan Penilaian Akhir Tahun.

Semula anggaran yang dikeluarkan sekolah untuk kegiatan penilaian sekitar Rp 30 juta per tahun, setelah menggunakan schoology tidak perlu lagi menggunakan kertas dalam melaksanakan penilaian, karena soal dapat diakses peserta didik menggunakan gawai seperti (smartphone, laptop, tab dan PC). Tenru lebih menghemat anggaran dan mendukung program paperless serta ramah lingkungan.

Digitalisasi pendidikan di SMP Kristen 2 Eben Haezer juga dikembangkan dengan mengoptimalkan pemanfaatan web sekolah (https://smpkr2ebenhaezersltg.sch.id/) dan media sosial seperti instagram, facebook, tiktok, dan spotify (krisdusajhs) guna penyebaran informasi terkait kegiatan di sekolah. Selain itu, sekolah menyediakan wifi di semua ruang kelas dan area sekolah sehingga peserta didik tidak perlu membeli paket data untuk mengikuti pembelajaran menggunakan Schoology di sekolah. Kemudahan digitalisasi pendidikan ini tidak hanya didapatkan oleh peserta didik, tetapi juga memberikan kemudahan bagi guru. Seperti melaksanakan assessment karena nilai dari pekerjaan peserta didik sudah bisa langsung muncul di sistem dan bisa di-download di ms excel.

Digitalisasi pendidikan menggunakan LMS Schoology di SMP Kristen 2 Eben Haezer bukan tanpa hambatan. Kendala yang dihadapi sekolah adalah belum semua guru memiliki kemampuan sama dalam menggunakan IT. Solusinya, pihak sekolah melakukan In House Training (IHT) “sinau bareng” secara berkelanjutan. Narasumber dalam kegiatan ini adalah teman guru sendiri dari tim multimedia sekolah yang berpengalaman.

Dengan demikian, digitalisasi pendidikan era Merdeka Belajar melalui LMS Schoology dapat diimplementasikan secara efektif dan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain. Apalagi manfaat digitalisasi pendidikan era Merdeka Belajar ini telah dirasakan oleh guru, peserta didik, dan orang tua. Diiringi peningkatan kompetensi guru dalam bidang IT, memudahkan guru dan peserta didik berkolaborasi dalam melakukan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, prestasi peserta didik meningkat, terhindar dari learning loss selama pandemi Covid-19, paperless, dan sekolah dapat berhemat anggaran. Tentu berimplikasi pada peningkatan budaya mutu dan prestasi sekolah. (igi2/ida)



Kepala SMP Kristen 2 Eben Haezer Salatiga Editor : Agus AP
#Era Merdeka Belajar #SMP Kristen 2 Eben Haezer Salatiga #Kepala SMP #LMS Schoology #Digitalisasi Pendidikan #Yahya Kristanto