Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

PBL, Jurus Jitu Belajar Matematika Operasi Bilangan Bulat

Agus AP • Minggu, 31 Juli 2022 | 01:18 WIB
Sumiyatun, S.Pd
Sumiyatun, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern. Mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Keberhasilan pembelajaran Matematika ditentukan bagaimana guru dalam merancang perencanaan proses pembelajaran. Termasuk bagaimana cara guru memadukan berbagai macam metode dan model maupun strategi dalam pembelajaran. Sehingga tujuan pembelajaran tercapai maksimal. Hingga akhirnya proses pembelajaran tidak lagi monoton, membosankan serta tidak lagi hanya menekankan pada proses mengingat dan memahami saja.

Berdasarkan hasil observasi awal, permasalahan hasil belajar Matematika siswa SMP Negeri 1 Bawen dengan ceramah tidak sesuai dengan kurikulum 2013. Dimana proses pembelajaran berpusat pada siswa. Untuk Kurikulum 2013 Siswa dituntut mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan setiap masalah. Guru hanya sebagai fasilitator. Untuk itu, guru harus mampu mengemas pembelajaran menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Oleh karena itu, salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran Matematika pada materi operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat yaitu model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Model problem based learning (PBL) cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran Matematika. PBL merupakan model pembelajaran pemecahan masalah dimana siswa dituntut mampu memecahkan masalah secara kooperatif. Penerapan model pembelajaran problem based learning dalam bidang studi Matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi Bilangan Bulat pada KD 3.1 Menjelaskan dan menentukan urutan pada bilangan bulat (positif dan negatif) dan pecahan (biasa, campuran, desimal, persen)

Problem Based Learning (PBL) dalam bahasa Indonesia disebut Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Trianto (2010:94) menyatakan tujuan PBL yaitu membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan mengatasi masalah, belajar peranan orang dewasa yang autentik dan menjadi pembelajar yang mandiri. Menurut Rusman (2010:238) tujuan PBL yaitu penguasaan isi belajar dari disiplin heuristik dan pengembangan keterampilan pemecahan masalah. PBL juga berhubungan dengan belajar tentang kehidupan yang lebih luas (life wide learning), keterampilan memaknai informasi, kolaborasi dan belajar tim, dan keterampilan berpikir reflektif dan evaluatif.

Dari kedua pendapat tersebut, pembelajaran PBL bertujuan membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikirnya untuk menyelesaikan permasalahan pada proses pembelajaran. Hal ini sesuai pendapat Hasratuddin (2015: 28) bahwa, matematika adalah suatu cara memecahkan atau menemukan jawaban dari suatu masalah yang dihadapi manusia. Baik dengan menggunakan informasi, pengetahuan tentang bentuk, ukuran, serta menghitung. Yang paling penting yaitu memikirkan dalam diri manusia itu sendiri dalam melihat dan menggunakan hubungan-hubungan.

Observasi kondisi awal kelas VII-E SMP Negeri 1 Bawen tahun Pelajaran 2021/2022 dengan KKM yang harus dicapai sebesar 75, dari 36 siswa, 10 siswa (27,78 persen) yang mencapai tingkat ketuntasan belajar. Sedangkan 26 siswa (72,22 persen) tidak tuntas. Dengan model pembelajaran problem based learning nilai rata- rata siswa 78,25 . Selain itu terjadi ketuntasan belajar 88.89 persen atau mengalami peningkatan sebesar 61,11 persen. Artinya 32 siswa tuntas menjadi 3 dan 4 siswa yang tidak tuntas belajarnya. Sehingga terjadi kenaikan sebesar 22 siswa yang menjadi tuntas belajar secara individu. Penyampaian materi pembelajaran Matematika pada pokok pembahasan Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat dapat diupayakan berhasil dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning.

Dapat disimpulkan hasil belajar matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bawen Tahun Pelajaran 2021/2022 sebelum menggunakan model pembelajaran problem based learning masih rendah. Dengan PBL terjadi peningkatan hasil belajar matematika. Selain itu, model pembelajaran tersebut tepat untuk pembelajaran Matematika. Karena mendorong siswa terlibat secara aktif dan kreatif dalam pembelajaran serta membangun pengetahuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan.

Model ini mampu mengkonstruksikan materi dengan kehidupan nyata. Hal ini juga tentunya berpengaruh pada hasil belajar siswa yang meliputi aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan.

Guru diharapkan mampu menggunakan model pembelajaran problem based learning secara rinci, memahami konsep secara terstruktur dan mampu mengevaluasi serta menganalisis materi Matematika. Agar nantinya dapat diaplikasikan dalam pembelajaran. Dengan begitu siswa mampu membangun dan menemukan sendiri pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menyelesaikan persoalan belajar untuk memperoleh hasil belajar matematika yang lebih tinggi. (ump1/fth)



Guru Matematika SMP Negeri 1 Bawen Editor : Agus AP
#Operasi Bilangan Bulat #SMP Negeri 1 Bawen #Jurus Jitu Belajar Matematika #PBL #Guru Matematika #Sumiyatun