Kegiatan apresiasi sastra secara langsung dapat dilakukan dengan membaca atau menikmati sastra berupa teks maupun performansi. Adapun, kegiatan apresiasi sastra tidak langsung dapat dilakukan dengan memahami dan mempelajari teori sastra, membaca artikel tentang apresiasi sastra, dan membaca buku-buku yang berkaitan dengan tata cara penilaian terhadap karya sastra.
Apresiasi sastra salah satunya dalam bentuk apresiasi sastra terhadap cerita pendek. Cerita pendek atau sering disebut cerpen adalah cerita fiksi yang bentuknya pendek dan ruang lingkup permasalahannya menyuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang menarik perhatian pengarang dan keseluruhan cerita memberi kesan tunggal. Menurut Sukino (2010) cerita pendek adalah kisahan yang memberikan kesan tunggal dominan tentang satu tokoh dalam satu latar dan satu situasi yang dramatik.
Dalam pembelajaran apresiasi sastra diperlukan media pembelajaran yang menarik. Media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi (Falahudin, 2014). Media pembelajaran secara keseluruhan adalah suatu alat maupun bahan yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber belajar.
TTS (Teka Teki Silang) salah satu media pembelajaran menarik yang dapat dipilih guru. TTS merupakan suatu media yang dapat digunakan untuk mengajarkan materi-materi pembelajaran yang konsepnya untuk mengajarkan keterampilan siswa dalam menulis, menghafal kosakata, dan media yang menyenangkan karena sifatnya permainan. TTS dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan. Penggunaan TTS membuat peserta didik merasa tertarik dan tertantang untuk menyelesaikan semua pertanyaan. Dengan menjawab salah satu pertanyaan akan muncul petunjuk untuk menjawab pertanyaan yang lain.
Untuk memudahkan penyususn TTS sesuai dengan tema, guru dapat memanfaatkan aplikasi aclipse crossword puzzle. Dengan aplikasi tersebut guru dapat brekreasi dalam penyusunan pertanyaan sesuai dengan materi. Guru dapat mengunduh TTS dalam bentuk pdf dan mengunakannnya dalam pembelajaran tatap muka. Selain itu, guru juga dapat memanfaaatkan TTS yang telah dibuat untuk pembelajaran daring. Guru dapat mengunggah TTS di media daring seperti liveworksheets.
Guru memanfaatkan TTS dalam pembelajaran apresiasi sastra kelas IX di SMP Satu Atap Brengkolang. Dalam pembelajaran tersebut, peserta didik mengapresiasi sastra cerpen secara tidak langsung. Untuk mencapai kompetensi mengidentifikasi unsur pembangun karya sastra berupa cerita pendek, peserta didik perlu memahami dan mempelajari unsur pembangun cerita pendek.
Dalam pembelajaran tersebut, guru menyiapkan TTS sesuai dengan materi. Selanjutnya guru mengunggah TTS melalui tautan liveworksheet. Sebelum menyelesaikan TTS, peserta didik terlebih dahulu menyiapkan beberapa sumber tentang unsur pembangun cerita pendek. Selanjutnya, peserta didik menjawab TTS dengan membuka tautan link yang dikirimkan guru melalui whatsapp. Setelah peserta didik mengirimkan jawaban, guru dapat dengan mudah mengetahui hasil atau nilai yang diperoleh siswa.
Media TTS mudah untuk digunakan dalam pembelajaran, melatih ketelitian peserta didik dalam memahami petunjuk dan jawaban, serta mengasah daya pikir peserta didik. Pembelajaran menggunakan media TTS dapat mengurangi kejenuhan peserta didik dan menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan. (kj2/ton)
Guru SMP Satu Atap Brengkolang, Kajen, Kab. Pekalongan Editor : Agus AP