Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Asyiknya Belajar Jaring-Jaring Kubus Melalui Puzzle Karpet

Agus AP • Rabu, 15 Juni 2022 | 16:58 WIB
Rini Handayani, S.Pd.SD
Rini Handayani, S.Pd.SD
RADARSEMARANG.ID, Matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan di sekolah. Matematika yang diajarkan di pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Terdiri atas bagian-bagian matematika yang dipilih guna menumbuhkembangkan kemampuan dan membentuk pribadi serta berpandu pada IPTEK (Suherman, 2001).

Hal ini menunjukkan bahwa matematika sekolah tetap memiliki ciri-ciri yang dimiliki matematika. Yaitu objek kejadian abstrak serta berpola pikir deduktif konsisten. Ebbutt dan Straker (Marsigit: 2013) berpendapat Matematika Sekolah atau School Mathematics didefinisikan sebagai kegiatan atau aktivitas siswa menemukan pola, melakukan investigasi, menyelesaikan masalah dan mengkomunikasikan hasil-hasilnya.

Dengan demikian sifatnya lebih konkret. Menurut Hans Freudenthal dalam Marsigit (2013) matematika merupakan aktivitas insani (human activities) dan harus dikaitkan dengan realitas. Artinya matematika sekolah dasar merupakan kegiatan siswa dalam menemukan pola, melakukan investigasi, menyelesaikan masalah dan mengkomunikasikan hasil-hasilnya yang berhubungan dengan materi matematika dasar yang diajarkan di SD.

Pada materi pembelajaran Jaring-jaring Kubus kelas V SD Negeri 1 Sidorejo, siswa masih kesulitan memahami berbagai bentuk jaring-jaring kubus hanya dengan model bangun kubus atau gambar. Oleh karena itu, penulis mencoba menggunakan benda di sekitar siswa berupa “puzlle karpet” untuk membuktikan berbagai bentuk jaring-jaring kubus.

Dengan menggunakan puzzle karpet, siswa merasa senang. Karena sambil bermain membuktikan berbagai macam jaring-jaring kubus. Pembelajaran dengan media puzzle karpet menjadi salah satu solusi agar siswa lebih mudah dan aktif dalam belajar. Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa menerima pengetahuan, keterampilan, dan sikap selama proses pembelajaran.

Menurut Patmonodewo (Misbach, Muzamil, 2010) puzzle berasal dari bahasa Inggris berarti teka-teki atau bongkar pasang, media puzzle merupakan media sederhana yang dimainkan dengan bongkar pasang. Sedangkan puzzle karpet terbuat dari karet lentur, bentuk persegi, warnanya bermacam-macam dengan gambar atau angka di tengahnya. Biasanya dijadikan alas tempat bermain anak. Selain itu bisa dibongkar atau dipasang. Sehingga menjadi bentuk menarik. Sedangkan Jaring-jaring kubus merupakan gabungan enam bangun datar yang semua sisinya sama.

Penggunaan media puzzle karpet bisa dikombinasikan dengan model pembelajaran eksperimen. Tujuannya membuktikan kepada siswa kebenaran teori-teori hukum yang berlaku dan siswa mendapatkan jawaban langsung dari percobaan. Ada enam bidang puzzle yang digunakan membentuk sebuah model kubus.

Hal ini akan lebih menarik karena puzzle berwarna-warni dengan tambahan gambar atau angka. Siswa mencoba merangkai enam bidang puzzle menjadi sebuah kubus, kemudian dibongkar dan dipasang lagi dengan bentuk jaring-jaring berbeda. Selanjutnya siswa membuat jaring-jaring kubus menggunakan kertas. Selanjutnya, media puzzle karpet bisa digunakan dalam materi jaring-jaring balok atau bangun ruang lainnya.

Kesimpulannya, dengan media puzzle karpet mampu meningkatan kemampuan siswa membuat jaring-jaring kubus secara optimal. Pembelajaran semakin asyik dengan eksperimen dan dapat mengoptimalkan kemampuan siswa dalam membuat jaring-jaring kubus. (kd/fth)


Guru Kelas V SDN 1 Sidorejo, Kecamatan Brangsong. Kabupaten Kendal. Editor : Agus AP
#Guru Kelas #SDN 1 Sidorejo #Rini Handayani #Belajar Jaring-Jaring Kubus #Puzzle Karpet