Keterlibatan sekolah dalam gerakan GLS sangat penting. Sebab, sekolah berhubungan langsung dengan peserta didik. Untuk menumbuhkan budaya baca bisa dengan membiasakan siswa untuk gemar membaca. SD Negeri Pager Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang menerapkan pojok baca. Pojok baca merupakan pemanfaatan dari sudut ruangan kelas yang diharapkan dapat merangsang peserta didik untuk gemar membaca dan memiliki daya pikir positif. Setiap hari, peserta didik diwajibkan membaca buku dan membuat resume secara sederhana. Kemudian menceritakan kembali isi buku tersebut.
Peserta didik sangat antusias dengan adanya pojok baca di ruang kelas. Mereka memanfaatkan waktu luang dengan membaca buku-buku yang disediakan. Banyak peserta didik sibuk membaca di sela jam istirahat. Kegiatan membaca di pojok baca merupakan pembiasaan yang dilakukan di SDN Pager. Dengan harapan menjadi kebiasaan bagi peserta didik.
Pojok baca memberikan suasana baru di kelas. Peserta didik senang membaca dengan bimbingan guru. Guru rutin menambah koleksi agar pojok baca semakin optimal dan peserta didik semakin tertarik membaca. Tentunya dengan buku yang sesuai kebutuhan peserta didik.
Selain meningkatkan budaya membaca, pojok baca merangsang siswa berpikir baik. Membantu perpustakaan sekolah dalam membudayakan rutinitas membaca serta dapat dikaitkan sebagai bagian kegiatan pembelajaran guru. Peserta didik terus tumbuh dengan rasa percaya diri. Pojok baca membentuk kebiasaan dan kegemaran membaca. Sehingga gerakan literasi yang dicanangkan pemerintah bisa terwujud.
Mari kita galakkan program literasi untuk menumbuhkan kegemaran membaca bagi siswa. Melalui pojok baca siswa terbiasa membaca. Dengan banyak membaca, siswa dapat mengembangkan potensi dan pengetahuan dalam dirinya. (ump2/fth)
Guru SDN Pager, Candimulyo, Magelang Editor : Agus AP