Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Kembangkan Kreativitas Bangun Datar dengan Creative Problem Solving

Agus AP • Selasa, 14 Juni 2022 | 04:30 WIB
Sri Mulyani S.Pd M.Pd
Sri Mulyani S.Pd M.Pd
RADARSEMARANG.ID, BANGUN datar merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas VII. Karakteristik dalam pembelajaran Matematika di antaranya, menuntut kemampuan berpikir logis, analitis, kritis, kreatif dan inovatif, serta menekankan pada penguasaan konsep dan alogaritma, di samping problem solving. Karena itu, guru diharapkan dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi peserta didik dan keberanian untuk terlibat aktif dalam perilaku kreatif produktif.

Creative Problem Solving dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan kreativitas pada pembelajaran Bangun Datar. Langkah-langkahnya, memungkinkan guru dalam membimbing peserta didik untuk berpikir kreatif dan mendorong peserta didik untuk menyajikan dan menjelaskan ide-ide mereka. Dengan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran secara aktif serta adanya motivasi eksternal dari guru, diharapkan kreativitas dalam pemecahan masalah peserta didik dapat semakin meningkat.

Penerapan metode Creative Problem Solving ini, dengan penambahan muatan pendidikan karakter sehingga dapat memberikan perhatian pada sisi afektif pada peserta didik. Harapannya, mampu melejitkan sisi kognitif yaitu hasil belajar dapat maksimal.

Tahapan pembelajaran Bangun Datar dengan metode Creative Problem Solving meliputi, pertama, memahami permasalahan (understanding the challenge). Memahami permasalahan ini tentu saja melibatkan mencari tujuan, kesempatan atau tantangan dan klarifikasi, merumuskan atau memfokuskan pikiran untuk mengatur arah utama dalam pembelajaran. Pada tahapan ini, dapat digunakan salah satu atau lebih dari tiga tahap memahami masalah yaitu membangun peluang, memeriksa data, dan membingkai masalah.

Pada tahap membangun peluang, peserta didik dapat memilih tantangan atau merumuskan permasalahan yang dicari. Guru dapat membantu menjelaskan tentang masalah yang diajukan agar peseta didik dapat memahami penyelesaian seperti apa yang diharapkan. Pada tahap memerikasa data peserta didik mengidentifikasi data fokus pada tujuan utama. Tahap ini membantu peserta didik dalam memahami masalah dengan menemukan elemen kunci dari data yang tersedia. Tahap membingkai masalah membantu peserta didik untuk memilih masalah dari alternatif masalah yang mungkin.

Kedua, menghasilkan ide-ide (generating ideas). Tahapan ini sebagai langkah penting dalam Creative Problem Solving untuk mengekslorasi dan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan penyelesaiannya. Peserta didik menunjukkan kemampuan kreatifnya dengan bebas mengungkapkan ide sebanyak-banyaknya, dapat menemukan variasi gagasan yang mengandung perspektif baru dan dapat mencetuskan gagasan asli yang tidak rutin untuk menanggapi permasalahan.

Ketiga, menyiapkan tindakan (preparing for action). Langkah ini melibatkan mencari cara untuk memilih solusi terbaik. Pada langkah ini dapat digunakan salah satu atau lebih dari dua tahap menyiapkan tindakan yaitu mengembangkan solusi dan membangun penerimaan.

Pada tahap mengembangkan solusi, peserta didik menganalisis dan menyempurnakan berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Sedangkan pada tahap membangun penerimaan, peserta didik mengevaluasi kemungkinan dengan mendiskusikan pendapat mana yang cocok untuk menyelesaikan masalah kemudian mengubah kemungkinan yang paling menjanjikan untuk menjadi solusi potensial.

Metode Creative Problem Solving dalam pembelajaran Bangun Datar lebih memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memahami konsep-konsep dengan cara menyelesaikan suatu permasalahan terkait materi. Selain itu dapat membuat peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran, dapat lebih mengembangkan kemampuan berpikir, dapat lebih mengembangkan kemampuan untuk mendefinisikan masalah, mengumpulkan data, menganalisis data, membangun hipotesis, dan percobaan untuk memecahkan suatu masalah.

Terpenting, peserta didik lebih dapat menerapkan pengetahuan yang dimilikinya ke dalam situasi baru dan kreativitas yang semakin terasah. (igi2/ida)



Guru Matematika SMPN 3 Kota Salatiga Editor : Agus AP
#Guru Matematika SMP #SMPN 3 Kota Salatiga #Sri Mulyani #Kembangkan Kreativitas Bangun Datar #Creative Problem Solving