Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Efektivitas Pembelajaran Kombinasi Kooperatif STAD dan NHT pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung

Agus AP • Minggu, 5 Juni 2022 | 22:01 WIB
Siswanta, M.Pd
Siswanta, M.Pd
RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran matematika di sekolah tingkat pendidikan dasar masih banyak guru menggunakan pembelajaran secara konvensional. Yaitu pembelajaran yang lebih menekankan pada metode ekspositori/ceramah, dimulai dari definisi atau teorema, contoh soal dan dilanjutkan dengan latihan soal penerapan dalam masalah yang menyangkut kehidupan sehari-hari (Kusmaryono,2008). Pendekatan pembelajaran masih didominasi oleh peran guru (teacher centered). Salah satu solusi untuk menimbulkan pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran kombinasi tipe Student Teams-Achievement Division (STAD) dan Numbered Heads Together (NHT).

Pemilihan model pembelajaran kombinasi tipe STAD dan NHT sejalan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang pada akhirnya akan membuat pembelajaran matematika menjadi menyenangkan dan bermakna sehingga terdapat pencapaian kompetensi siswa dan prestasi belajar siswa yang lebih baik. Seorang guru yang baik adalah mereka yang mau menyediakan lingkungan atau bahan ajar bagi siswanya, sebab guru tahu bahwa anak senang mengeksplorasi lingkungan belajar.

Metode pembelajaran ekspositori adalah cara penyampaian pelajaran dari seorang guru kepada siswa di dalam kelas dengan cara berbicara di awal pelajaran, menerangkan materi dan contoh soal disertai tanya jawab (Suyitno, 2004:4). Pada pembelajaran kooperatif tipe STAD, siswa ditempatkan dalam tim belajar yang beranggotakan 4 sampai 5 orang, setiap tim haruslah heterogen terdiri dari laki–laki dan perempuan, berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan belajar yang tinggi, sedang dan rendah. Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa (Trianto, 2007 : 62). Pembelajaran Kombinasi Tipe STAD dan NHT dilakukan dengan memadukan pembelajaran kooperatif STAD dan NHT, dengan maksud untuk mengeliminir kekurangan kedua pembelajaran itu sehingga diskusi kelas akan lebih hidup dan dinamis. Bangun ruang sisi datar meliputi kubus, balok, prisma dan limas. Bangun ruang sisi datar termasuk dalam materi geometri.

Perlu sebuah inovasi pembelajaran matematika menggunakan metode pembelajaran kombinasi tipe STAD dan NHT untuk materi geometri. Hal ini bertujuan untuk mengefektifkan waktu belajar dan agar siswa mampu memahami materi dengan lebih baik dalam suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan, akan tetapi juga menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode random sampling yakni dari lima kelas yang memiliki tingkat homogenitas sama, dipilih secara acak dua kelas yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelompok eksperimen (E) diberikan treatment berupa pembelajaran matematika dengan strategi kombinasi tipe STAD dan NHT, dan kelompok kontrol (K) berupa pembelajaran dengan metode ekspositori.

Prestasi belajar yang diamati dalam penelitian ini adalah pada ranah pengetahuan dan pemahaman konsep yang datanya diambil dari metode tes (pencil paper test). Penelitian ini merupakan penelitian true experimental, dengan menggunakan Control group pre-test post-test design karena disamping kelompok eksperimen, ada kelompok kontrol sebagai pembanding (Arikunto, 2006:86). Penelitian ini dilaksanakan di dua kelas, kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas eksperimen diberikan treatment berupa pembelajaran dengan menggunakan model Pembelajaran Kooperatif Kombinasi Tipe STAD dan NHT, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran dengan strategi ekspositori.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil seperti berikut: 1) Ada pengaruh aktivitas dalam pembelajaran matematika bangun ruang sisi datar segiempat dengan menggunakan metode pembelajaran kombinasi tipe STAD dan NHT terhadap prestasi belajar siswa. 2) Ada pengaruh keterampilan proses dalam pembelajaran matematika bangun ruang sisi datar dengan menggunakan metode pembelajaran kombinasi tipe STAD dan NHT terhadap prestasi belajar siswa. 3) Terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa pada kelompok atas menengah dan bawah pada pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran kombinasi tipe STAD dan NHT, dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. 4) Pembelajaran matematika dengan menggunakan pembelajaran kombinasi tipe STAD dan NHT menghasilkan ketuntasan belajar lebih dari 65% yaitu sebesar 89,74 %. (wa2/ton)


Kepala SMP Negeri 2 Warungasem, Kabupaten Batang Editor : Agus AP
#STAD dan NHT #Student Teams-Achievement Division #SMP Negeri 2 Warungasem #Siswanta #Numbered Heads Together #Kepala SMPN #Kabupaten Batang #Materi Bangun Ruang