Pembelajaran di tengah pandemi, membuat pendidik berpikir bagaimana proses pembelajaran berlangsung dengan metode menyenangkan siswa serta bermakna atau meaningful. Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Ausubel dan Robinson dalam Sukmadinata (2003: 188).
Setelah dua tahun pembelajaran daring/online sekarang anak-anak mulai kembali ke sekolah. Kegiatan pembelajaran kembali tatap muka 100 persen atau 50 persen tergantung situasi setiap sekolah. Saat pembelajaran semester 2 tahun ajaran 2021/2022 SMP Negeri 1 Bringin menerapkan pola kebijakan masuk 100 persen sejak Maret ini. Dengan melihat kondisi yang mulai membaik dan perkembangan kasus covid menurun. Selain itu melihat kondisi wilayah dan situasi di setiap satuan pendidikan.
Meski sudah tatap muka kondisi peserta didik tetap diutamakan. Perubahan itu harus segera ditangkap guru untuk mengatur proses pembelajaran. karena pembelajaran sudah tatap muka, pendidik membuat alur/skenario pada setiap materi yang diajarkan. Pertama peserta didik dalam satu kelompok terdiri dari 2 orang membuat soal Teka – Teki Silang (TTS) tentang materi tentang ekonomi kreatif, dengan durasi soal 5 soal menurun dan 5 ( lima ) soal mendatar. Kemudian kelompok terbagi menjadi 6 kelompok. Kelompok satu dilawankan kelompok dua dan seterusnya. Dengan durasi waktu mengerjakan 10 menit, anak – anak harus selesai.
Hal pertama yang dilakukan adalah memberikan motivasi kepada peserta didik untuk tetap semangat dalam pembelajaran walaupun keadaan ataupun kondisi selalu berubah. Mengajak siswa tetap semangat dalam pembelajaran. Setelah itu mengajak siswa bermain sambil belajar.
Peserta didik diminta membuat daftar pertanyaan atau membuat soal sendiri tentang materi ekonomi kreatif dengan cara membuat TTS lalu menukarkan dengan peserta didik lainnya. Kemudian siswa mengoreksi kembali TTS yang dibuat dan telah dikerjakan temannya.
Akhir pembelajaran peserta didik diminta memberikan tanggapan dari materi yang disampaikan guru atau laporan tertulis lainnya. Guru lantas memberikan umpan balik serta menampung segala kendala selama dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik sangat bersemangat dalam pembelajaran dan melakukan hal baru. Motivasi ini merupakan aspek penting untuk meningkatkan semangat belajar siswa. (tt1/fth)
Guru SMPN 1 Bringin, Kabupaten Semarang Editor : Agus AP