Metode make a match merupakan metode belajar mengajar mencari pasangan dimana peserta didik mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Jumlah peserta didik dalam satu kelompok tidak boleh terlalu besar, yang terdiri dari 2 anak atau lebih.
MM atau make a match digunakan guru dalam pembelajaran materi mengidentifikasi ciri-ciri bangun ruang di kelas VI A MI Wahid Hasyim Warungasem Batang. Diharapkan dengan metode ini proses kerja sama antarpeserta didik berjalan efektif, sehingga memungkinkan semua peserta didik terlibat secara aktif dalam pembelajaran untuk membahas dan memecahkan masalah.
Dalam kelompok kecil itu anak belajar dan bekerja sama sampai pada pengalaman belajar yang maksimal, baik yang bersifat pengalaman individual maupun kolektif sebagai pencerminan adanya prinsip-prinsip keaktifan peserta didik dalam pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan.
Bangun ruang merupakan bangun geometri dimensi 3 dengan batas-batas berbentuk bidang datar dan atau bidang lengkung (Sri Subarinah, 2006 : 36). Sedangkan Sumanto dkk (2008 : 149) menyatakan bahwa bangun ruang memiliki sifat-sifat tertentu, yaitu memiliki sisi, rusuk, dan titik sudut.
Belajar mengidentifikasi ciri-ciri bangun ruang terkadang membuat peserta didik bingung karena lumayan banyak yang harus diketahui dan dihafalkan. Untuk mengatasi hal tersebut guru menerapkan metode make a match.
Penerapan model ini dimulai dari teknik yaitu peserta didik disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal sebelum batas waktunya, anak yang dapat mencocokkan kartunya akan diberi poin. Adapun langkah-langkah dalam metode make a match adalah yang pertama guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok, yang terdiri dari 4-6 anak.
Kedua, kelompok pertama merupakan kelompok pembawa kartu berisi pertanyaan. Kelompok kedua merupakan kelompok pembawa kartu berisi jawaban, dan kelompok ketiga merupakan kelompok penilai. Sehingga peserta didik semua aktif dan ikut dalam permainan ini, peserta didik juga tidak akan merasa jenuh karena suasananya menyenangkan. Sedangkan guru tetap mengawasi dan selalu memberi arahan dalam permainan ini.
Untuk membuat kartu-kartu ini sangatlah mudah dan murah. Bisa menggunakan kertas manila, karton atau kertas asturo. Kertas dipotong-potong menjadi segi empat atau sesuai selera. Kemudian tulis soal dan jawaban dengan spidol atau dengan tulisan yang sudah diketik.
Keunggulan dari metode make a match ini adalah peserta didik mencari pasangan sambil belajar mengenai konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan bisa digunakan untuk semua usia, suasana kegembiraan akan tumbuh dalam proses pembelajaran, kerja sama peserta didik akan terwujud dengan dinamis, munculnya dinamika gotong royong seluruh peserta didik merata.
Namun demikian tetap memerlukan bimbingan guru dalam kegiatan ini. Kemudian waktu yang tersedia perlu dibatasi jangan sampai peserta didik terlalu banyak bermain-main dalam proses pembelajaran. Kesimpulannya belajar mengklasifikasi ciri-ciri bangun ruang dengan metode make a match menjadi efektif dan menyenangkan. Keaktifan peserta didikpun meningkat. (wa1/lis)
Guru Kelas VI A MI Wahid Hasyim Warungasem, Batang Editor : Agus AP