Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Peran Penting Bermain Karakter dalam Seni Drama di Dunia Pendidikan

Agus AP • Senin, 18 April 2022 | 05:08 WIB
Sri Atmadi, S.Pd
Sri Atmadi, S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Drama atau teater merupakan salah satu karya sastra yang menceritakan atau menuangkan ekspresi melalui dialog yang ditujukan untuk pementasan. Pembelajaran seni drama (teater) di sekolah pada kenyataannya belum seperti yang diharapkan. Pada umumnya, drama mengangkat konflik yang terjadi dalam kehidupan manusia.

Selain itu drama dapat juga diartikan sebagai “seni konflik” yang didramatisasikan oleh seorang tokoh. Meski karakter, alur, latar, dan tema masing-masing drama berbeda-beda, tetapi konfilk menjadi unsur yang penting dalam drama. Dalam dunia pendidikan materi pembelajaran yang berkaitan dengan karakter, norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan,dan dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi menyentuh pada pengamalan nyata dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.

Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, termasuk ekstrakurikuler drama/teater, merupakan salah satu media yang potensial untuk pembinaan,sekaligus mengenal dunia seni bermain karakter dan peningkatan mutu akademik peserta didik.

Menurut Herman J. Waluyo dalam buku Drama: Teori dan Pengajarannya (2006), drama merupakan tiruan kehidupan manusia yang diproyeksikan di atas pentas. Adapun pentas seni disajikan berdasarkan naskah drama yang diciptakan oleh seorang penulis.

Dalam dunia drama/teater, pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam pembelajaran setiap mata pelajaran, termasuk pembelajaran kesenian, dalam hal ini pembelajaran seni peran. Sebenarnya banyak cara memahami watak/karakter tokoh dalam sebuah cerita, yang mana pemahaman watak/karakter akan membawa keasyikan tersendiri.

Bagaimana tidak, karena seorang tokoh akan mampu memperagakan tuturan pengarang terhadap karakteristik pelakunya. Selain itu seorang pemain harus dapat menunjukkan bagaimana perilakunya, yang justru apa yang dia lakukan bukan watak asli seseorang tersebut. Artinya orang yang penyabar harus mampu berperan sebagai orang yang pemarah atau sebaliknya.

Begitu pula kondisi batin sedih harus mampu tertawa. Bahkan orang waras pun harus mampu memerankan sebagai orang gila. Justru bermain peran yang demikian akan menemukan dan menampilkan sesuatu yang unik.

Siswa dapat menciptakan sebuah peran berarti siswa tersebut sudah mampu menciptakan keseluruhan hidup manusia di atas panggung, baik secara fisik, mental, emosional, dan dapat menampilkan sesuatu yang unik. Hal lain yang juga perlu diperhatikan oleh siswa adalah bangunan suasana drama.

Betapa pun bagusnya cerita dan penyuguhan yang tepat, jika kurang didukung oleh suasana, tentu saja drama itu kurang berhasil. Unsur dukungan dari penonton cukup dibutuhkan dalam membangun suasana. Untuk itu, diperlukan cerita yang tepat, penyajian yang bagus, penataan artistik yang tepat, dan penonton yang apresiatif.

Maka, siswa yang bergaul secara akrab dengan seni drama, disamping merasakan dan menghayati keselarasan dan keindahan drama itu, siswa memiliki pengalaman jiwa dan menghayati konflik manusia yang satu dengan manusia yang lain, manusia dengan lingkungannya, bahkan mungkin manusia dengan Tuhan.

Bermain peran dalam seni drama memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal manusia dan perwatakannya yang berbanding terbalik dengan dirinya sendiri. Selain itu berkegiatan drama/teater yang dilakukan secara rutin atau berkesinambungan bisa berdampak positif bagi siswa.

Karena mereka bisa saling menghormati pendapat orang lain, sabar mendengarkan pembicaraan orang lain, mudah dan lancar untuk mengemukakan pikiran dan perasaan secara sistematis di depan orang secara lisan. Di samping itu, siswa akan memperoleh kekayaan kosakata yang luar biasa yang mungkin tidak akan mereka dapatkan dalam bahasa yang dipergunakan sehari-hari. (ump1/lis)



Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Moga, Kabupaten Pemalang Editor : Agus AP
#Bermain Karakter #Dunia Pendidikan #SMPN 1 Moga #Seni Drama #Sri Atmadi #Guru Bahasa Indonesia #Peran Penting #Kabupaten pemalang