Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Meningkatkan Kreativitas Siswa Melalui Pemanfaatan Barang Bekas

Agus AP • Minggu, 27 Maret 2022 | 22:04 WIB
Kendro Susepto, S.Pd.SD
Kendro Susepto, S.Pd.SD
RADARSEMARANG.ID, SAMPAH telah menjadi masalah akut yang melanda dunia saat ini. Pengertian sampah menurut WHO (World Health Organization), sampah merupakan suatu materi yang tidak digunakan, tidak terpakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia. Keberadaannya yang sulit terurai terutama sampah plastik telah membuatnya menjadi momok yang menakutkan.

Dibutuhkan berbagai upaya untuk meminimalisir keberadaan sampah. Salah satunya adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan sampah plastik dengan bijak. Menurut Hasibuan (2012:193), kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Kesadaran masyarakat untuk mengolah sampahnya sendiri paling tidak bisa mengurangi keberadaan sampah pada tempat-tempat yang tidak seharusnya.

Sering dijumpai setiap selesai hujan, sawah dan jalan umum di kampung dihiasi oleh sampah yang berserakan. Belum lagi bau busuk yang tecium di tempat pembuangan sampah illegal di tepi sungai. Sampah benar-benar telah membentuk sikap pragmatis masyarakat untuk meniadakan sampah dari rumahnya dengan segera tanpa peduli dampak yang akan ditimbulkan di kemudian hari. Setiap masalah yang muncul dalam kehidupan manusia pasti akan melahirkan studi baru pemecahan masalahnya. Oleh karena itu, penanaman pengetahuan tentang sampah dan penumbuhan sikap bijak terhadap sampah perlu ditanamkan sejak dini.

Di lingkungan rumah, anak dibiasakan membuang sampah pada tempatnya. Di lingkungan SD Negeri 1 Kedungwuluh, siswa terbiasa diajak untuk membawa bekal makanan dan minuman sendiri, kerja bakti setiap hari Jumat sebulan sekali, serta kegiatan menanam dan merawat pohon.

Siswa diajari pula memilah sampah organik dan anorganik. Ditambah lagi penugasan yang berkaitan dengan pemanfaatan barang bekas, salah satunya tugas membuat hiasan pot bunga dari botol bekas. Penugasan tema 5 subtema 4 pembelajaran 1 ini diberikan di kelas 2 semester 2. Ini adalah sebagian dari upaya sekolah menumbuhkan kesadaran dan kepeduliaan siswa terhadap lingkungan.

Penugasan pemanfaatan barang bekas ini diharapkan pula akan menumbuhkan kreativitas dan kepedulian siswa terhadap sampah yang sudah tidak terpakai lagi kemudian bisa diolah menjadi barang yang yang bernilai dan bermanfaat. Menurut David Campbell, kreativitas adalah suatu kemampuan untuk menciptakan hasil yang sifatnya baru, inovatif, belum ada sebelumnya, menarik, aneh dan berguna bagi masyarakat. Selain sebagai penugasan, membuat hiasan pot bunga dari botol bekas bisa difungsikan untuk mengurangi kejenuhan belajar siswa di masa pandemi ini.

Terkait dengan pembelajaran ini, siswa terlebih dahulu diajak membandingkan ukuran botol bekas. Siswa membandingkan botol yang tinggi dan pendek, kemudian mengukur panjangnya menggunakan penggaris. Setelah itu, siswa menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan serta memperhatikan penjelasan guru tentang cara membuat hiasan pot botol bekas. Siswa menulis hasil kerjanya berupa ciri-ciri hiasan yang dibuat dari botol bekas dan cara pembuatannya.

Penugasan ini bisa diselesaikan di rumah dengan bantuan bimbingan dari orang tua. Di samping bertujuan untuk menumbuhkan kedekatan antara orang tua dan anak, siswa yang dibimbing oleh orang tua dengan baik dapat termotivasi untuk belajar dan menyelesaikan tugas sekolah dengan baik pula.

Keesokan harinya, siswa mengumpulkan hasil karya berupa hiasan pot bunga dari botol bekas di sekolah. Sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil karya siswa, guru memajang seluruh hasil karya siswa tanpa terkecuali di halaman sekolah. Hadirnya perasaan bangga hasil karyanya dihargai diharapkan bisa menggugah kesadaran dan kepeduliaan siswa diiringi sikap bijak menggunakan sampah plastik.

Sekolah pun akan tampak asri karena dipoles keberadaan hasil kreativitas siswa-siswanya. Kreativitas akan selalu tumbuh di tengah kesulitan yang sedang dihadapi. Seperti yang diterapkan di SDN 1 Kedungwuluh, Purbalingga. (pb2/zal)



Guru SDN 1 Kedungwuluh, Purbalingga Editor : Agus AP
#Guru SDN 1 Kedungwuluh #Meningkatkan Kreativitas Siswa #Pemanfaatan Barang Bekas #Kendro Susepto #Purbalingga