Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Kreativitas Menulis Pantun dengan Model Berpasangan

Agus AP • Minggu, 27 Maret 2022 | 20:01 WIB
Oleh  :    Sri Handayani,S.Pd
Oleh : Sri Handayani,S.Pd
RADARSEMARANG.ID, Kompetensi dasar dalam bahasa Indonesia kelas VII SMP memuat materi pelajaran tentang mewarisi nilai luhur dan mengkreasikan puisi rakyat. Puisi rakyat merupakan warisan budaya bangsa yang wajib kita pelihara. Jenis puisi rakyat antara lain pantun, syair, dan gurindam. Dalam materi pelajaran "Mewarisi Nilai Luhur dan Mengkreasikan Puisi Rakyat”, terdapat sub-bab menulis pantun dengan berbagai konteks.

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama warisan nenek moyang kita yang kaya muatan nilai moral, agama, dan budi pekerti. Melalui pantun inilah para leluhur kita mewariskan nilai-nilai luhur dengan cara yang menghibur, segar, dan indah.

Adapun tujuan pembelajaran yang ingin dicapai agar peserta didik mampu mengungkapkan gagasan, perasaan, dan pesan dalam bentuk puisi rakyat khususnya pantun secara lisan dan tulisan dengan memperhatikan struktur, rima, dan penggunaan bahasa.

Saat pembelajaran materi tersebut, berdasarkan pengamatan penulis sebagian besar atau 80 persen anak masih malu-malu dan kurang percaya diri. Saat mereka diberi tugas untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas, suasana kelas menjadi ramai, gaduh, dan tidak kondusif. Selain itu, beberapa anak yang berani maju mengungkapkan atau menulis jawaban di papan tulis.

Oleh karena itu, penulis melakukan pendekatan kepada para siswa agar yang kurang percaya diri dapat berlatih menjadi siswa yang berani tampil dengan cara dipasangkan. Siswa diberikan kesempatan untuk memilih pasangan dari salah satu teman mereka.

Menurut Mukh Doyin (2011) dalam proses pembelajaran harus ada prinsip sosialisasi Artinya siswa harus dapat bekerja sama dengan siswa lain agar memiliki rasa terikat atau saling membutuhkan. Keterikatan antara siswa dengan orang lain atau temannya akan membentuk tingkah laku dan kepribadian yang baik bagi siswa.

Penulis menerapkan pembelajaran tersebut di kelas VII B SMPN 1 Warungasem pada jam ke-1 sampai ke-3 berturut-turut. Siswa diberikan arahan agar memilih dan menentukan pasangannya masing-masing. Pada pembelajaran sebelumnya, siswa sudah mempelajari materi mengenai pantun, seperti apa itu pantun, ciri-ciri pantun, struktur pantun, dan lain-lain.

Dari 3 jam pembelajaran, kurang lebih sebanyak 98 persen siswa sangat antusias dalam membuat pantun. Para siswa mampu membuat pantun dengan tema yang bervariasi, bahkan terdapat beberapa pasang siswa yang mampu membuat dan melakukan pantun berbalas dengan urut dan runtut sehingga dapat dinikmati teman-temannya saat diminta untuk mempresentasikan hasil di depan kelas. Mulai saat itu, semua siswa ingin menampilkan pantun mereka masing-masing dan berebut maju dan tampil lebih dulu.

Pengalaman pembelajaran model berpasangan dapat menjadi model yang dapat membantu dalam menumbuhkan rasa percaya diri bagi para siswa. Selain itu, model berpasangan juga dapat melatih siswa cara berhubungan dan bekerja sama dengan siswa lain dengan menumbuhkan sifat suka bekerja sama.

Berdasarkan hal tersebut, pembelajaran melalui model berpasangan dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang cocok, siswa terbantu untuk menulis pantun secara lebih kreatif dan antusias, dalam rangka tetap menjaga warisan budaya. (wa1/lis)



Guru SMP N 1 Warungasem Editor : Agus AP
#Sri Handayani #Guru SMP N 1 Warungasem #Kreativitas Menulis Pantun #Model Berpasangan