Sebagian besar siswa lebih menyukai membaca daripada menulis. Sebab menulis dirasakan lebih lambat dan lebih sulit. Menurut Grave (dalam Suparno, 2007: 1-4) seseorang enggan menulis karena tidak tahu apa yang di tulis. Merasa tidak berbakat. Merasa tidak tahu bagaimana menulis, yang terpengaruh lingkungan keluarga, masyarakat, serta pengalaman pembelajaran menulis/mengarang di sekolah yang mendukung dan merangsang minat. Meskipun demikian kemampuan menulis sangat diperlukan baik dalam kehidupan di sekolah maupun di masyarakat.
Menulis adalah menuangkan gagasan, ide dan pendapat dalam sebuah tulisan. Untuk menarik minat peserta didik menulis, guru selalu menekankan untuk tidak takut dalam menulis. Memberikan kesempatan peserta didik untuk banyak menulis. Saat mengajar materi menulis cerita fiksi di kelas VI SD Negeri 2 Gubugsari Kecamatan Pegandon Kendal, penulis menugaskan peserta didik untuk menulis cerita fiksi. Sesuai pengalaman pribadi masing-masing. Pengalaman pribadi yang dapat dijadikan cerita fiksi dapat berupa pengalaman yang menyenangkan, menyedihkan, menegangkan, atau mengharukan.
Langkah pertama yang dilakukan peserta didik dalam menulis cerita fiksi adalah menentukan pengalaman yang akan diceritakan. Kemudian menentukan judul. Kedua yaitu membuat poin-poin peristiwa dan membuat kerangka cerita. Langkah ketiga yaitu mengembangkan kerangka menjadi cerita fiksi.
Kegiatan menulis cerita fiksi sesuai pengalaman pribadi ternyata dapat melatih kemampuan mengungkapkan pikiran peserta didik dalam bentuk tulis. Memahami kaidah-kaidah dalam menulis serta dapat membantu menggali daya imajinasi peserta didik. Kegiatan ini mendorong peserta didik untuk tidak takut menulis lagi. Mereka asyik menulis pengalaman mereka tiap-tiap kalimat secara runtut. Kemudian menghubungkan menjadi sebuah paragraf.
Melalui pengalaman pribadi saja mereka sudah dapat menghasilkan tulisan dalam bentuk cerita fiksi. Hal ini selaras dengan pendapat Sudjana, N (2000:28) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri. (ump1/fth)
Guru SD Negeri 2 Gubugsari Kec. Pegandon, Kendal Editor : Agus AP