Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Persamaan Dasar Akuntansi dengan Pendekatan Aljabar

Agus AP • Sabtu, 5 Februari 2022 | 17:27 WIB
Drs. Mawardi
Drs. Mawardi
RADARSEMARANG.ID, MEMAHAMI persamaan dasar akuntansi dalam pelajaran ekonomi SMA kelas XII semester 1 akan menjadi lebih mudah saat kita mengatahui Hukum Dana (the law of fund). Hukum ini menyatakan bahwa penggunaan dana harus selalu sama (balance) dengan perolehan dana. Hukum ini juga merupakan gambaran dari kehidupan kita sehari-hari.

Deskripsi di dunia nyata adalah apabila kita menerima uang yang bersumber pada gaji (cermin perolehan dana) sebesar Rp 5.000.000,00 maka penggunaan uang, misalnya berupa uang tunai (cermin penggunaan dana), juga harus sebesar Rp 5.000.000,00.

Hukum ini juga dipraktikkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang dipegang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangkap para oknum koruptor di negeri ini karena ada indikasi mereka menggunakan dana (kepemilikan harta) yang melebihi sumber perolehan dana (penghasilan gaji).

Selanjutnya ilmu akuntansi juga mendasarkan diri pada hukum dana yang dituangkan dalam persamaan aljabar. Sisi kiri persamaan menggabarkan bentuk-bentuk dari penggunaan dana yang terdiri dari tiga elemen utama, yaitu Aset/Harta, Beban, dan Pengembalian dana untuk kepentingan pemilik. Sedangkan di sisi kanan persamaan mencerminkan sumber-sumber perolehan dana yang umumnya terdiri dari Utang, Modal, dan Pendapatan. Persamaan aljabar inilah yang dikenal sebagai persamaan dasar akuntansi yaitu: Aset/Harta (A) + Beban (B) + Pengembalian Ke Pemilik (C) = Utang (X) + Modal (Y) + Penghasilan (Z). (https://pendidikanakuntansi.feb.ugm.ac.id/2019/08/23/persamaan-akuntansi-menurut-akuntansi-matematika/).

Penerapan hukum dana menuntut untuk selalu terjaganya keseimbangan antara penggunaan dana (pada neraca tercatat pada pos aktiva) dan perolehan dana (pada neraca tercatat pada pos pasiva). Konsekuensi dalam persamaan dasar akuntansi yang mengacu pada hukum dana harus menjaga keseimbangan di kedua sisi. Jika terjadi ketidak-seimbangan maka dapat dinyatakan telah terjadi kesalahan atau kekurang-lengkapan dalam proses pencatatan. Ini berarti jika dalam sebuah transaksi mengakibatkan Aset (sisi penggunaan dana) bertambah, maka seharusnya elemen pada sisi perolehan dana juga bertambah. Kunci dari persamaan dasar akuntansi adalah keseimbangan pada sisi penggunaan dan perolehan dana yang besar kecilnya ditentukan oleh elemen-elemen pada masing-masing sisi.

Secara garis besar, terdapat sifat pengaruh transaksi terhadap persamaan dasar akuntansi, yaitu sebagai berikut: Suatu transaksi dapat mempengaruhi ruas kiri saja, misalnya dari rumus di atas, A salah satu jenis bertambah dan A jenis lain berkurang, A salah satu jenis berkurang dan A jenis lain bertambah. Suatu transaksi dapat mempengaruhi ruas kanan saja, misalnya X bertambah dan Y berkurang, X berkurang dan Y bertambah, X salah satu jenis bertambah dan X jenis lain berkurang.

Suatu transaksi dapat mempengaruhi ruas kiri dan ruas kanan secara bersama, misalnya A bertambah dan Z bertambah, A berkurang dan X berkurang, A bertambah dan Y bertambah, A berkurang dan Y berkurang, A salah satu jenis bertambah dan A jenis lain berkurang serta X bertambah, A berkurang dan X berkurang serta Y berkurang, A salah satu jenis bertambah dan A jenis lain berkurang serta Y bertambah. Transaksi penerimaan pendapatan (revenue) sebagai unsur penambahan modal, sedangkan transaksi pembayaran beban (expense) sebagai unsur pengurangan modal. Transaksi ini bisa terjadi pada A salah satu jenis bertambah dan Z juga bertambah. Sedangkan pengurangan modal terjadi karena ada pengurangan A mengakibatkan pengurangan Y.

Transaksi perusahaan harus dicatat dalam akuntansi perusahaan sesuai dengan sifat pengaruh transaksi tersebut terhadap persamaan dasar akuntansinya. Pencatatan transaksi keuangan akan mempengaruhi harta, utang, maupun modal tetapi selalu dalam keadaan seimbang (balance). Maka dengan rumus A+B+C = X+Y+Z, para siswa SMA Negeri 8 Purworejo telah dapat belajar materi pada KD 4.2 yaitu menyajikan persamaan dasar akuntansi , dengan pemahaman yang lebih optimal. (p8.2/zal)


Guru SMAN 8 Purworejo Editor : Agus AP
#Persamaan Dasar Akuntansi #SMAN 8 Purworejo #Guru SMAN #Pendekatan Aljabar