Pemilihan metode pembelajaran ini menjadi kunci berhasil atau tidaknya proses pembelajaran yang dilaksanakan. Pada kompetensi memahami tata cara salat, guru PAI SDN 02 Taman Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang menggunakan metode demonstrasi melalui video presentasi oleh guru dan siswa.
Metode demonstrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya (Syaiful, 2008:210).
Adapun Tujuan penggunaan metode demonstrasi adalah untuk memperlihatkan proses terjadinya suatu peristiwa sesuai materi ajar, cara pencapaiannya dan kemudahan untuk dipahami oleh siswa. Demonstrasi dikombinasikan dengan video presentasi oleh guru diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi memahami tata cara salat di kelas V.
Praktik pembelajaran memahami tata cara salat melalui video presentasi dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) guru meminta siswa menyiapkan materi tentang tata cara salat sebelum ia mulai mendemonstrasikan tata cara salat melalui video yang dibuat oleh guru.
Model pada demonstrasi tersebut bisa guru mata pelajaran itu sendiri atau orang lain, 2) siswa diminta menyiapkan buku untuk mencatat poin-poin penting dari video yang diamati, 3) siswa diminta membuat rangkuman dari video presentasi guru melalui pengamatan.
Rangkuman itu dapat digunakan siswa sebagai sumber belajar lain, 4) siswa diminta untuk membuat video presentasi yang sama secara individu atau kelompok,kemudian dikirimkan melalui WA grup di kelasnya masing-masing, 5) siswa diminta menilai hasil tayangan video rekannya secara bergantian, 6) hasil penilaian siswa akan dilengkapi oleh penilaian guru, 7) siswa atau kelompok yang masih kurang dalam penyajian video, diminta untuk memperbaiki lagi.
Ada beberapa kelebihan metode demonstrasi ini, yaitu: 1) perhatian siswa lebih terpusat pada pelajaran atau yang sedang diberikan, 2) kesalahan yang terjadi bila dipelajaran ini diceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh kongkret, 3) pesan yang diterima siswa lebih mendalam dan tinggal lebih lama, 4) siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung serta dapat mengembangkan kecakapannya, 5) menghindari verbalisme, 6) siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari, 7) proses pengajaran lebih menarik, 8) siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan dan mencoba melakukannya sendiri.
Adapun kelemahan metode ini antara lain: 1) alat yang terlalu kecil atau penempatan yang kurang tepat menyebabkan demontrasi tidak dapat dilihat oleh siswa, 2) guru harus menjalankan kelangsungan demonstrasi dengan bahasa clan suara yang dapat ditangkap oleh siswa, 3) bila waktu sempit, demontrasi akan berjalan terputus-putus atau dijalankan tergesa-gesa sehingga hasilnya tidak memuaskan, 4) bila siswa tidak diikutsertakan, proses demonstrasi akan kurang dipahami.
Meskipun memiliki kelemahan, tetapi metode ini cocok digunakan dalam pembelajaran baik daring maupun luring di masa pandemic ini dan terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penulis menyarankan agar metode ini dapat digunakan pada mata pelajaran lain dan kelas yang berbeda karena terbukti dapat meningkatkan hasil belajar dan pengalaman siswa. (pb2/ton)
Guru PAI SDN 02 Taman, Kec. Taman, Kab. Pemalang Editor : Agus AP