IPA merupakan salah satu ilmu pembelajaran alam dan sangat berkaitan dengan kehidupan manusia baik pendidikan atau perkembangan iptek. Oleh karena itu, IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa konseptual namun juga terapan. Sehingga dalam pembelajaran harus menggunakan metode yang sesuai agar siswa dapat memahami mata pelajaran IPA.
Kemampuan penguasan materi pembelajaran merupakan hal yang mutlak mampu dilakukan oleh peserta didik. Akan tetapi dalam proses pembelajaran siswa sering kali tidak mampu melakukan pemahaman. Salah satunya pada pembelaran IPA, pada survei yang dilakuan PISA tahun 2018 proses menunjukan pemahaman sains di Indonesia cukup rendah (OECD, 2018).
Kesulitan yang dialami siswa dalam memahami suatu informasi atau konsep, dapat dikarenakan siswa tidak mampu merekam informasi atau menghubungkan antara fakta dan teori. Atau dapat juga dikarenakan hal lain seperti kegiatan pembelajaran monoton dan tidak menarik perhatian siswa. Maka dari itu diperlu suatu strategi atau metode untuk menarik perhatian siswa.
Salah satu metode yang dapat meningkatkan pemahan sains siswa di antaranya adalah mind mapping. Metode belajar mind mapping teknik mencatat teknik mencatat kreatif melalui gambar dan hubungan satu sama.
Prinsip mind mapping adalah merangkum materi dengan bercabang (Hikmawati, 2020). Metode belajar mind mapping merupakan metode yang sesuai diterapkan pada pembelajaran IPA.
Metode pembelajaran mind mapping ini digunakan oleh penulis sebagai salah satu solusi pembelajaran IPA kelas 5 materi alat pencernaan pada manusia di SD Negeri 1 Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung.
Pada materi tersebut memiliki banyak teori yang harus dipahami oleh siswa. Sehingga dengan menggunakan mind mapping diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang materi alat pencernaan pada manusia.
Pada metode pembelajaran mind mapping, guru menjelaskan terlebih dahulu tentang materi alat pencernaan manusia. Kemudian setelah siswa membangun pengetahuan dengan materi yang telah dijelaskan oleh guru, siswa diminta untuk mengkontruksian kembali materi tersebut dalam bentuk mind mapping.
Hasil mind map yang dibuat oleh siswa menunjukan perkembangan kognitif pada anak, yang tentunya setiap anak akan memiliki hasil yang berbeda sesuai dengan kemampuan intelektualnya. Dengan begitu kita dapat mengidentifikasi pengetahuan siswa.
Metode pembelajaran mind mapping membuat siswa lebih kreatif, dengan memadukan catatan dengan gambar dan warna. Pemahaman konsep dan teori pada pembelajaran IPA sangatlah penting.
Selama proses pembelajaran dengan metode mind mapping pembelajaran menjadi yang menarik, menyenangkan, serta meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu siswa tidak mudah merasa bosan saat belajar. Hasil mind mapping yang dibuat oleh siswa juga dapat digunakan sebagai media belajar secara mandiri.
Metode mind mapping, dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa metode ini dapat meningkatkan pemahaman serta konsentrasi siswa selama proses pembelajaran.
Secara teoritis juga sangat relevan bagi siswa sekolah fasar yang dominan membutuhkan informasi visual, untuk menarik minat belajar. Guru juga dapat menemukan cara belajar dan evaluasi yang sesuai dengan kemampuan siswa. (nov2/lis)
Guru Kelas 5 SDN Campurejo, Tretep, Kabupaten Temanggung Editor : Agus AP