Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan moral atau budi pekerti untuk mengembangkan kemampuan seseorang untuk berperilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari (Salahudin & Alkrienciehie, 2013:42).
Sebagai implementasi kebijakan peraturan presiden tentang penguatan pendidikan karakter di berbagai instansi dan menyeluruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka sebagai pendidik dan pemimpin sekolah wajib berperan serta dalam mewujudkan anak bangsa yang berkarakter.
SDN 1 Kalapacung sangat mementingkan unsur pendidikan karakter dalam setiap kegiatan yang dilakukan di lingkungan sekolah.
Terutama dengan basis ajaran-ajaran agama Islam untuk membentuk akhlak yang baik, santun, dan menanamkan karakter peserta didik mengenai nilai agama.
Pendidikan karakter bisa dilakukan mulai dari hal yang paling kecil. Misalnya membiasakan anak mencium tangan guru dan orang tua ketika tiba di sekolah, mengucapkan salam ketika guru masuk ke kelas, atau selalu datang tepat waktu.
Sekolah, pada hakikatnya bukanlah sekedar tempat “transfer of knowledge” saja.
Seperti dikemukakan Fraenkel (1977: 1-2), sekolah tidaklah semata-mata tempat di mana guru menyampaikan pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. Sekolah juga lembaga yang mengusahakan usaha dan proses pembelajaran yang berorientasi pada nilai (value-oriented enterprise).
Pembentukan karakter merupakan bagian dari pendidikan nilai (values education) di sekolah, menjadi usaha mulia mendesak untuk dilakukan. Jika berbicara masa depan, sekolah bertanggung jawab bukan hanya dalam mencetak peserta didik yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi juga jati diri, karakter dan kepribadian.
Menurut Santrock (2007) pendidikan karakter adalah pendidikan dengan pendekatan personal yang langsung ditujukan kepada peserta didik.
Fungsinya untuk menanamkan nilai moral dan juga memberikan pelajaran kepada peserta didik mengenai pengetahuan moral. Sehingga peserta didik tidak melakukan berbagai hal yang dilarang dalam norma-norma yang berlaku.
Sekolah merupakan sarana yang secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Karena kemajuan zaman, keluarga tidak mungkin memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi anak terhadap Iptek.
Semakin maju suatu masyarakat, semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda. Sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakat itu.
Menurut Theodore Roosevelt sebagaimana dikutip Megawangi (2007) memiliki pandangan menarik mengenai pendidikan karakter.
Ia mengatakan “Mendidik pikiran seseorang tanpa mendidik moralnya sama saja dengan mendidik ancaman terhadap lingkungan masyarakat”.
Artinya orang yang cerdas dan memiliki daya intelegensi tinggi apabila memiliki moral rendah maka justru bisa menjadi ancaman bagi lingkungan masyarakat.
Sebab, tanpa moral benar, seseorang bisa melakukan hal yang berbahaya dan membuat rugi banyak orang dengan ilmu dan keahliannya. Maka sangat penting bagi lingkungan sekolah untuk menekankan pendidikan karakter pada peserta didik sejak dini.
Secara umum fungsi pendidikan karakter di sekolah dasar adalah untuk membentuk karakter dan kepribadian seseorang. Sehingga menjadi orang yang memiliki nilai moral tinggi, berakhlak mulia, toleransi, tangguh, dan berperilaku baik.
Berbagai program sudah dilakukan di SDN 1 Kalapacung. Seperti pramuka, kantin kejujuran, sekolah hijau, olimpiade sains dan seni, serta kesenian tradisional, misalnya, telah sarat dengan pendidikan karakter. Berbagai kegiatan ekstra ataupun kokurikuler memainkan perannya dalam berbagai variasi pembelajaran membantu anak memiliki karakter yang futuristic. Seperti ambisi, antusias, asertif, percaya diri, mau bekerja sama, kontrol diri, berbesar hati, tidak mudah putus asa, gembira, harmonis dan simpati.
Oleh karena itu, semua tenaga pendidik SD Negeri 1 Kalapacung harus untuk bisa menjadi suri tauladan. Memberikan contoh nyata dalam kegiatan pembentukan karakter siswa,
Pendidikan karakter menjadi tanggungjawab bersama. Tapi sekolah memainkan peran penting karena anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama guru, teman-teman dan orang dewasa lain.
Menciptakan situasi belajar demokratis sangat membantu dalam mengembangkan anak yang bertanggung jawab dan bermoral.
Sekolah sebagai lembaga melakukan pelayanan pada masyarakat dengan menekankan secara sosial, moral dan akademis bertanggung jawab dengan mengintegrasikan pendidikan karakter pada semua disiplin materi pembelajaran atau di setiap aspek dari kurikulum. (pb/2/fth)
Kepala SDN 1 Kalapacung Editor : Agus AP