Konsep Segitiga Emas ini sederhana dan sangat mengena buat kalangan usaha peternakan. Intinya jika mau sukses beternak, gunakan dan cermati 3 hal ini, yaitu breeding, feeding, dan management. Tiga aspek ini harus seimbang dan seirama karena bentuk segitiganya harus sama sisi, bukan samakaki apalagi segitiga sembarang. Jika mutu genetik ternak tinggi, dipastikan membutuhkan kualitas pakan dan manajemen pemeliharaan yang baik.
Terinspirasi dengan konsep Segitiga Emas yang simpel dan berlaku sepanjang masa (setidaknya sampai tulisan ini penulis susun). Penulis mencoba mengadopsi konsep Segitiga Emas ini untuk keperluan jalan sukses kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 1 Pakis Aji Jepara. Penulis akan coba menganalogikan konsep ini menjadi konsep baru segitiga sukses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Pertama adalah breeding atau bibit. Sebab, baik tidaknya perkembangan ternak dipengaruhi oleh bibit. Di dalam aspek kegiatan belajar mengajar di sekolah, bibit identik dengan talenta atau bakat. Semua siswa punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang tampak hebat dan terus terasah akan dikatakan sebagai bakat. Bakat ini menjadi modal yang bisa dipoduktifkan sesuai tujuan. Di dalam KBM di kelas, apabila diisi oleh siswa-siswa yang memiliki bakat, kelebihan, dan kecerdasan yang baik, maka akan dapat meningkatkan kualitas KBM tersebut.
Kualitas KBM mata pelajaran (mapel) produktif ATR Perah di SMK Negeri 1 Pakis Aji, Kabupaten Jepara, dipengaruhi oleh kualitas guru. Guru yang memiliki empat standar kompetensi (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional) keahlian yang baik, akan mempengaruhi kualitas KBM tersebut.
Kedua adalah feeding. Dalam hal ini adalah pakan atau makanan. Suatu peternakan akan berkembang dengan baik apabila didukung oleh pakan yang berkualitas. Pemberian pakan yang berkualitas dapat meningkatkan produksi susu ternak tersebut, yang pada akhirnya bisa memberi keuntungan dalam perusahaan peternakan sapi perah. Di dalam kegiatan belajar mengajar, feeding bisa dianalogikan sebagai pertama, metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Kedua, sarana dan prasarana yang ada di dalam kelas atau sekolah tersebut.
Ketiga, adalah manajemen. Di dalam sebuah perusahaan peternakan sapi perah, manajemen meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan koreksi. Manajemen yang dilaksanakan dengan baik akan memberikan hasil yang masimal.
Di dalam kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 1 Pakis Aji Jepara siswa kelas XI ATR1 menurut penulis dapat dianalogikan sebagai penguasaan kelas. Penguasaan kelas yang baik akan memberikan dampak yang baik.
Begitu sebaliknya apabila guru kurang dapat menguasai kelas, maka pembelajaran menjadi kurang kondusif. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh guru, siswa juga merasakan dampaknya. Penguasaan kelas yang baik akan berdampak pada siswa yaitu, pertama, siswa merasa nyaman dan menyenangkan dalam mengikuti pelajaran.
Kedua, siswa lebih tertarik dan aktif dalan kegiatan pembelajaran. Ketiga, siswa dapat mengembangkan kreativitasnya. Keempat, siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
Penguasaan kelas yang baik akan memberikan dampak yang positif kepada guru yaitu, pertama, guru lebih menikmati dalam menyampaikan materi. Kedua, guru dapat menyelesaikan materi sesuai dengan perencanaan yang dibuat.
Ketiga komponen dalam “Segitiga Emas” apabila dilaksanakan dengan baik, maka kualitas kegiatan belajar mengajar di kelas akan meningkat. Kualitas pembelajaran yang baik pada akhirnya akan memberikan dampak peningkatan prestasi belajar siswa. (fkp2/ida)
Guru Agribisnis Ternak Ruminansia SMKN 1 Pakis Aji, Kabupaten Jepara Editor : Agus AP